Review: World Invasion: Battle Los Angeles (2011)


Tahun lalu, Sony Pictures sempat merasa terancam ketika Greg dan Colin Strause – yang bersama dikenal dengan Brothers Strause — merilis Skyline (2010), sebuah film yang menceritakan mengenai penyerangan makhluk asing dari luar angkasa ke wilayah Los Angeles, Amerika Serikat. Sony Pictures merasa bahwa Brothers Strause, melalui rumah produksi mereka, Hydraulx Entertainment, yang dipekerjakan Sony Pictures untuk mengerjakan special effect dari film mereka, World Invasion: Battle Los Angeles, telah mencuri sebagian ide dari film tersebut untuk kemudian digunakan pada Skyline. Sony Pictures sendiri sempat mengajukan tuntutan hukum kepada Brothers Strause, walaupun kemudian menariknya kembali. Keputusan yang mungkin diambil setelah Sony Pictures menyadari bahwa film yang mereka hasilkan ternyata tidak begitu berbeda kualitasnya dengan Skyline.

Ketika Skyline terlihat sebagai sebuah film bertema invasi makhluk asing dari luar angkasa yang ingin tampil sehebat District 9 (2009), maka cukup aman untuk melihat World Invasion: Battle Los Angeles sebagai sebuah film yang ingin meniru kemegahan War of the Worlds (2005) namun melakukannya lewat sentuhan dan sudut pandang militer a la Black Hawk Down (2001). Seperti Skyline yang gagal untuk tampil seperti District 9 yang humanis dalam penceritaan kisahnya, maka World Invasion: Battle Los Angeles juga gagal untuk tampil dengan special effect yang mengagumkan a la film karya Steven Spielberg tersebut maupun tampil dengan tempo penceritaan yang cepat namun tetap terjaga dan emosional a la Black Hawk Down. Dengan durasi yang hampir mencapai dua jam, World Invasion: Battle Los Angeles terlihat seperti kumpulan hal-hal klise yang dapat ditemui para penggemar film dari film-film yang bertema perang maupun penyerangan makhluk asing dari angkasa luar.

Ke-klise-an tersebut telah dimulai semenjak menit pertama film ini dimulai. World Invasion: Battle Los Angeles dimulai dengan memperkenalkan karakter-karakter yang dapat diduga akan terlibat di sepanjang jalan penceritaan film ini. Para karakter ini diceritakan merupakan sekumpulan tentara angkatan laut: seorang tentara yang akan menikah dalam waktu dekat, seorang tentara yang memiliki istri yang sedang hamil (dan kemungkinan besar telah memiliki nasib yang dapat ditebak para penontonnya), seorang tentara yang berasal dari Nigeria serta seorang tentara yang baru saja kehilangan kakaknya di medan peperangan. Namun, tokoh utama film ini adalah Sergeant Michael Nantz (Aaron Eckhart), seorang tentara yang setelah selama dua puluh tahun mengabdi pada negara kemudian memutuskan untuk berhenti.

Tentu saja, sesuatu hal akan terjadi yang kemudian menghentikan niat Michael Nantz untuk meninggalkan pasukannya di hari terakhirnya menjadi seorang tentara. Dan hal itu berwujud sebagai deretan teror yang datang dari angkasa luar. Pertama diperkirakan sebagai kumpulan meteor yang berhasil menembus deretan atmosfer bumi dan jatuh ke lautan luas, benda-benda asing tersebut kemudian ternyata menjelma menjadi makhluk-makhluk angkasa luar sadis yang diperkirakan datang ke Bumi untuk mengambil alih planet ini. Seperti film-film bertema invasi makhluk asing dari angkasa luar lainnya, seluruh negara yang ada di dunia, khususnya yang berada di pinggiran lautan, mengalami serangan yang sama. Dan sama seperti film-film bertema invasi makhluk asing dari angkasa luar lainnya, hanya serangan dari tentara Amerika Serikat-lah yang dapat memusnahkan makhluk asing tersebut dari permukaan Bumi.

15 menit pertama dari World Invasion: Battle Los Angeles dihiasi dengan kumpulan adegan para karakternya ketika mereka sedang berada pada kesibukannya masing-masing. Ditampilkan secara singkat dan cukup banyak, hal ini kemungkinan besar akan menyebabkan banyak penontonnya secara cepat kehilangan memori mereka mengenai siapa saja karakter-karakter yang telah diperkenalkan pada mereka. Jangan berharap kalau salah satu diantara karakter tersebut akan diberikan karakterisasi yang lebih mendalam lagi. Bahkan, hampir seluruh karakter di film ini ditampilkan ibaratnya hanya secara pelengkap: sebagian dari mereka akan melakukan deretan perbuatan heroik dan sebagian dari mereka… well… tewas dalam perjuangannya.

Fokus jalan cerita film ini memang diletakkan pada karakter Michael Nantz, itu pun tidak akan memberikan sesuatu yang berarti dalam usaha film ini untuk mendekatkan penontonnya pada karakter Nantz. Selain fakta bahwa Nantz telah mengabdi di angkatan laut selama dua puluh tahun dan baru saja mengalami pengalaman buruk dalam perang yang terakhir ia ikuti, penggambaran karakter Nantz sepertinya sama saja datarnya dengan karakter-karakter lainnya. Kurangnya karakterisasi yang berarti pada deretan karakter di film inilah yang menghilangkan kesempatan terbentuk adanya ikatan emosional antara penonton dengan jalan cerita yang ditampilkan film ini, terlepas dari fakta bahwa beberapa pemerannya masih mampu menampilkan permainan terbaik mereka.

Namun tetap saja, dosa terbesar dari World Invasion: Battle Los Angeles terletak pada naskah ceritanya yang benar-benar terkesan sebagai sebuah naskah cerita yang malas: hanya mengumpulkan sederetan adegan klise yang pasti pernah disaksikan di berbagai film bertema sama sebelumnya. Begitu klisenya jalan cerita film ini, pada satu titik, penonton akan dapat menebak bahwa dalam satu adegan Michael Nantz akan melakukan sebuah tindakan heroik, kelompok pasukan yang awalnya kurang menyukai dirinya akan melihat bahwa ia sebenarnya adalah sosok yang bertanggung jawab serta beberapa karakter akan diceritakan meninggal dunia untuk memberikan kesan emosional. Klise, beberapa diantaranya berhasil namun kebanyakan hanya tampil tanpa berhasil meninggalkan kesan yang mendalam.

Selain penampilan apik Aaron Eckhart, tata produksi film ini mungkin dapat dikatakan sebagai satu-satunya bagian dimana World Invasion: Battle Los Angeles tampil cukup apik. Walaupun tidak istimewa, special effect film ini cukup mampu membawakan suasana peperangan yang mampu membuat para penontonnya, khususnya mereka yang memang menggemari film-film sejenis, menjadi terpesona. Bagian terbaik dari World Invasion: Battle Los Angeles terdapat pada 20 menit terakhir film ini. Berisi adegan pertarungan final antara para karakter melawan musuh-musuh angkasa luarnya, bagian tersebut dipenuhi dengan aliran emosi dan tatanan special effect yang dikerjakan dengan cukup handal. Sayangnya, bagian terbaik ini datang terlambat dan masih belum mampu menutupi kekurangan-kekurangan yang telah dihadirkan selama satu setengah jam durasi sebelumnya.

Datang dari penulis naskah, Christopher Bertolini (The General’s Daughter, 1999), dan sutradara Jonathan Lieberman (The Texas Chainsaw Massacre: The Beginning, 2006), World Invasion: Battle Los Angeles sebenarnya tidak dapat dikategorikan sebagai sebuah film yang benar-benar buruk. Hanya saja, film ini terkesan terlalu malas untuk memberikan sesuatu yang baru kepada para penontonnya di dalam jalan ceritanya. Dipenuhi dengan berbagai hal klise yang biasa dijumpai pada film-film bertema sama, Bertolini juga gagal memberikan pendalaman yang lebih kepada setiap karakter yang ada di film ini. Hasilnya, walau didukung dengan tatanan produksi yang tidak mengcewakan, kebanyakan penonton sepertinya tidak akan begitu mempedulikan mengenai apa yang terjadi pada deretan karakter yang ada di film ini.

World Invasion: Battle Los Angeles (Relativity Media/Original Film/Columbia Pictures, 2011)

World Invasion: Battle Los Angeles (2011)

Directed by Jonathan Liebesman Produced by Jeffrey Chernov, Neal H. Moritz, Ori Marmur Written by Chris Bertolini Starring Aaron Eckhart, Michelle Rodriguez, Ramón Rodríguez, Bridget Moynahan, Ne-Yo, Michael Peña, Cory Hardrict, Will Rothhaar, Gino Anthony, Pesi James, Hiroyuki Liao, Noel Fisher, Adetokumboh M’Cormack, Nzinga Blake, Bryce Cass, Joey King, Neil Brown Jr., Taylor Handley, Lucas Till, Jim Parrack Music by Brian Tyler Cinematography Lukas Ettlin Editing by Christian Wagner Studio Relativity Media/Original Film Distributed by Columbia PicturesRunning time 116 minutes Country United States Language English

4 thoughts on “Review: World Invasion: Battle Los Angeles (2011)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s