Review: Hall Pass (2011)


Semenjak keberhasilan mereka untuk memikat hati banyak kritikus film dunia sekaligus mengundang banyak penonton untuk jatuh hati terhadap film komedi, Dumb and Dumber (1994), Bobby dan Peter Farrelly, yang secara bersama dikenal sebagai The Farrelly Brothers, kemudian melanjutkan sukses mereka dengan serangkaian film-film komedi yang cenderung memiliki banyak adegan-adegan “dewasa,” seperti There’s Something About Mary (1998), Me, Myself and Irene (2000) serta Shallow Hal (2001). Nama The Farrelly Brothers kemudian menjadi jaminan kualitas tersendiri bagi film-film komedi dewasa yang dirilis oleh Hollywood… hingga akhirnya Hollywood dibanjiri dan jatuh cinta dengan film-film komedi karya Kevin Smith, Adam McKay dan Judd Apatow, yang sama-sama memberikan tema dan konten cerita dewasa namun memiliki cara penceritaan yang lebih segar.

Sialnya, The Farrelly Brothers sepertinya cenderung untuk bertahan dengan gaya penceritaan mereka yang lama. Hasilnya, Stuck on You (2003), Fever Pitch (2005) dan The Heartbreak Kid (2007) tidak hanya ditinggalkan para penontonnya, namun juga mendapatkan banyak kritikan tajam dari kritikus film dunia. Hall Pass adalah sebuah usaha terbaru bagi The Farrelly Brothers untuk mengembalikan reputasi mereka. Dengan naskah yang didasarkan pada cerita yang ditulis oleh Pete Jones, sayangnya, Hall Pass sama sekali tidak menawarkan sebuah konsep jalan cerita komedi yang baru bagi penontonnya. Jalan cerita sangat terasa begitu familiar, walau The Farrelly Brothers harus diakui tetap mampu memberikan sentuhan yang menyegarkan pada beberapa bagian cerita.

Hall Pass sendiri berkisah mengenai dua pasangan yang saling bersahabat, Rick (Owen Wilson) dan Maggie (Jenna Fischer) serta Fred (Jason Sudeikis) dan Grace (Christina Applegate). Baik Rick dan Fred akhir-akhir ini merasa bahwa mereka sedang memiliki masalah dengan para istri mereka, tidak dalam hubungan mereka sebagai pasangan suami istri namun lebih kepada perasaan bahwa kehidupan seks mereka berjalan kurang begitu memuaskan. Menyadari hal ini, atas saran sahabat mereka, Dr. Lucy (Joy Behar), Maggie dan Grace memberikan suami mereka sebuah “hall pass” yang berarti suami mereka dibebaskan selama seminggu dari ikatan lembaga pernikahan dan dapat melakukan apa saja, termasuk untuk meniduri wanita lain.

Skeptis pada awalnya, namun Rick dan Fred segera menjalankan misi mereka untuk dapat bersenang-senang dengan fasilitas keistimewaan dan kebebasan yang diberikan istri mereka. Sayangnya, impian mereka untuk dapat bersenang-senang seperti ketika mereka masih di bangku kuliah dahulu sepertinya terlalu sulit untuk dicapai. Sebaliknya, Maggie dan Grace — yang mengungsi ke rumah orangtua Maggie selama seminggu masa pemberian “hall pass” kepada Rick dan Fred – justru yang mendapati bahwa diri mereka terpikat dengan pria lain. Kini, baik Rick dan Fred maupun Maggie dan Grace, sama-sama dihadapkan pada ujian kesetiaan mereka terhadap pasangan masing-masing.

Tema yang dibawakan Hall Pass memang sudah cukup usang, mengenai menyadari bahwa apa yang kita miliki saat ini merupakan sesuatu yang memang kita butuhkan – tema-tema yang mungkin sering dibawakan Adam Sandler pada film-film komedinya. The Farrelly Brothers cukup mampu membawakan tema ini dengan baik. Lewat guyonan yang disampaikan oleh deretan dialog para karakternya, penyampaian The Farrelly Brothers, mengenai dalam pernikahan baik wanita maupun pria haruslah mampu sama-sama menyadari kebutuhan pasangan masing-masing, dapat disampaikan secara ringan namun mengena dengan tepat.

Sayangnya, penyampaian tema tersebut harus diikuti dengan sederetan guyonan usang lainnya – guyonan-guyonan mengenai alat vital, payudara silikon, kotoran hingga percakapan kotor yang terdengar secara luas – yang harus diakui tidak begitu mampu terdengar lucu lagi untuk disampaikan saat ini. Guyonan-guyonan ini semakin menjadi seiring dengan berjalannya durasi film yang menyebabkan sekitar 40 menit awal film ini yang berjalan cukup baik kemudian berubah menjadi kurang mengesankan. Hall Pass juga ditandai dengan perubahan ritme cerita yang cenderung bernuansa komedi pada awalnya menjadi melodrama mengenai pernikahan  pada paruh kedua durasinya. Sebenarnya tidak masalah jika The Farrelly Brothers mampu mengolah bagian tersebut dengan baik. Namun, sebaliknya, disertai dengan guyonan-guyonan usang yang telah disebutkan tadi, Hall Pass malah cenderung datar.

Dari departemen akting, Jason Sudeikis sepertinya menjadi aktor yang paling banyak dianugerahi dialog-dialog jenaka di sepanjang penceritaan Hall Pass. Dengan kemampuannya membawakan tiap dialog tersebut dengan baik, tidak mengherankan bila kemudian Sudeikis tampil lebih bersinar jika dibandingkan dengan jajaran pemeran lainnya. Owen Wilson, Jenna Fischer dan Christina Applegate tampil tidak mengecewakan, walaupun tidak dapat dikatakan mengesankan juga. Tampilan beberapa menit dari Richard Jenkins sepertinya tidak terlalu berpengaruh banyak baagi kualitas cerita. Justru penggunaan komedian Stephen Merchant, yang berperan sebagai sahabat Rick dan Fred, yang terlihat kurang mampu dioptimalkan. Padahal, karakter yang diperankan Merchant cukup mampu mencuri perhatian di setiap kehadirannya.

Hall Pass sama sekali tidak menawarkan sesuatu yang baru terhadap jalan penceritaannya. Bukan berarti film ini dapat dikategorikan buruk sama sekali, mengingat The Farrelly Brothers masih mampu memasukkan beberapa guyonan yang mengena di dalam jalan cerita, namun lebih karena tema dan kebanyakan guyonan yang digunakan telah terlalu sering diceritakan. Cukup mengejtkan juga melihat penggunaan seks dan adegan dewasa yang minimalis mengingat tema cerita yang dibawakan, namun setidaknya The Farrelly Brothers masih cukup mampu menunjukkan kehadiran karya mereka masih patut untuk disaksikan. Walau sepertinya dengan kadar penantian yang tidak akan terlalu besar.

Hall Pass (Virtual Studios/New Line Cinema, 2011)

Hall Pass (2011)

Directed by Bobby Farrelly, Peter Farrelly Produced by Charles B Wessler, Bradley Thomas, Benjamin Waisbren, Bobby Farrelly, Peter Farrelly, J.B. Rogers, Mark Charpentier Written by Bobby Ferrelly, Peter Farrelly, Pete Jones, Kevin Barnett (screenplay), Pete Jones (story) Starring Owen Wilson, Jason Sudeikis, Stephen Merchant, Jenna Fischer, Christina Applegate, Joy Behar, J. B. Smoove, Richard Jenkins, Tyler Hoechlin, Alyssa Milano, Joy Behar, Nicky Whelan, Alexandra Daddario, Derek Waters Cinematography Matthew F. Leonetti Editing by Sam Seig Studio Virtual Studios Distributed by New Line Cinema Country United States Language English

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s