Review: Cowok Bikin Pusing (2011)


Ditulis oleh Sekar Ayu Asmara – orang yang sama yang menghasilkan naskah cerita depresif seperti Belahan Jiwa (2006) yang hampir membunuh karir lima aktris muda Indonesia paling berbakat serta Pintu Terlarang (2009) yang berhasil diselamatkan oleh ending mengejutkan dan sentuhan visual yang dieksekusi dengan baik oleh Joko Anwar – Cowok Bikin Pusing menjadi sebuah karya yang sedikit berbeda dari karya-karya Sekar Ayu Asmara sebelumnya. Bebas dari pemikiran-pemikiran yang berpotensi membuat penontonnya berniat untuk bunuh diri, Cowok Bikin Pusing justru berisi banyak sentuhan drama komedi romantis a la Sekar Ayu Asmara yang terkadang berhasil menjalankan tugasnya dengan baik di bawah eksekusi sutradara, Winaldha E. Melalatoa (Ai Lop Yu Pul, 2009). Walau lebih sering terasa bagaikan sebuah film televisi daripada sebuah film layar lebar, namun Cowok Bikin Pusing tidak dapat disangkal mampu memberikan hiburan tersendiri bagi setiap penontonnya.

Film yang sebenarnya telah selesai dibuat pada tahun 2009 yang lalu ini berkisah mengenai Cecile (Julie Estelle), seorang pengusaha toko bakery yang baru saja mengakhiri hubungan pertunangannya selama lima tahun dengan Marco (Marcel Chandrawinata) akibat perselingkuhan pria tersebut. Lewat bantuan Tasha (Laudya Cynthia Bella) dan Justin (Amink), Cecile berusaha untuk melupakan rasa sakit hatinya, diantaranya dengan memberikan rangkaian aksi balas dendam yang mereka susun terhadap Marco. Walau awalnya merasa senang dengan keberhasilan aksi balas dendam tersebut, namun tetap saja, Cecile tidak dapat menyangkal bahwa rasa sakit hatinya tetap tak kunjung membaik.

Hal itu terus terjadi hingga kedatangan Oka (Nino Fernandez) dalam hidup Cecile. Oka sendiri sebenarnya bukanlah orang baru dalam kehidupan Cecile. Pria tampan yang juga seorang guru surfing tersebut merupakan langganan tetap dari toko bakery milik Cecile. Ketika Oka putus dengan kekasihnya, Angela (Marissa Nasution), yang juga terjadi karena perselingkuhan Angela, hubungan antara Cecile dan Oka secara perlahan mulai mendekat. Sayangnya, Tasha, sahabat Cecile yang sangat protektif terhadap diri Cecile akibat pengalamannya yang buruk dalam bercinta, mulai merasa bahwa Oka adalah salah satu tipe pria yang hanya hadir untuk memanfaatkan Cecile. Sikap terlalu protektif dari Tasha-lah yang kemudian menjadi faktor perenggang hubungan Cecile dan Oka serta hubungan Cecile dengan Tasha sendiri.

Plot dari film yang awalnya diberi judul Selingkuh ini sebenarnya sangat minimalis dan telah banyak diangkat pada film-film Indonesia lainnya, mengenai cinta dan persahabatan. Namun, Cowok Bikin Pusing sepertinya lebih memilih untuk menghadirkan alur cerita sederhana tersebut dengan jalan cerita yang sedikit acak dan tidak teratur. Ketika awalnya film ini mengenalkan penontonnya pada kisah dan karakter utama, Cowok Bikin Pusing kemudian beralih fokus perhatian pada kisah cinta sesame jenis yang terjalin antara Justin dan kekasihnya (Alex Abbad). Tentu saja, kisah cinta ini sebagian besar diporsikan sebagai bagian komedi dari Cowok Bikin Pusing, dan seringkali berhasil. Apa yang dilakukan Amink dan Alex Abbad untuk menghidupkan karakter mereka benar-benar berhasil membuat karakter mereka mencuri perhatian setiapkali dihadirkan. Sayangnya, secara perlahan, porsi cerita tersebut malah terkesan ditampilkan berlebihan dengan deretan gay jokes yang lama-kelamaan terasa sangat tidak lucu.

Tidak ada yang begitu istimewa dari kisah romansa yang dihadirkan. Kisah percintaan antara Cecile dan Oka berjalan biasa saja, jika tidak mau disebut terlalu datar. Khas kisah-kisah romansa yang biasa ditampilkan dalam berbagai episode sinema elektronik di layar kaca televisi nasional. Begitu pula yang terjadi dengan kisah persahabatan antara Cecile dan Tasha yang, sayangnya, lebih terkesan sebagai sebuah intrik tambahan pengulur waktu daripada sebagai sebuah kisah utama yang dapat meningkatkan intensitas drama film ini. Sekar Ayu Asmara juga sepertinya tidak mampu menghindari dirinya dari berbagai hal klise yang terjadi ketika ia diharuskan untuk mencari sebuah penyelesaian dari deretan kisah yang dihadirkan. Maka, jangan heran, lagi-lagi sebuah adegan di bandara dihadirkan untuk kemudian diarahkan pada adegan penutup kejutan yang, sejujurnya, sama sekali tidak lagi mengejutkan dan sedikit kehilangan sentuhan romantismenya.

Kesederhanaan juga sangat tercermin dari kemampuan para jajaran pemeran film ini untuk menghidupkan karakter mereka. Selain Amink dan Alex Abbad, rasanya jajaran pemeran lainnya kebanyakan tampil sebagai diri mereka sendiri di sepanjang adegan film. Maka tidak heran, hubungan cinta antara Cecile dan Oka yang seharusnya menggelora, justru terlihat hanya sebagai persahabatan biasa ketika ditampilkan oleh Julie Estelle dan Nino Fernandez. Setidaknya mereka masih mampu membawakan alur cerita mereka jika dibandingkan dengan Marissa Nasution dan Marcel Chandrawinata yang kebanyakan hanya tampil dengan tanpa kehadiran esensi akting yang berarti.

Jika ada satu sisi yang ingin benar-benar dapat dianggap sebagai sebuah kualitas yang dapat diandalkan dari Cowok Bikin Pusing adalah kualitas sinematografinya yang benar-benar jempolan. Sama seperti apa yang dilakukan The Mirror Never Lies terhadap keindahan alam Wakatobi minggu ini, Cowok Bikin Pusing dengan mantap menghantarkan deretan gambar yang menakjubkan seputar keindahan alam dan pantai Bali. Lebih dari itu, Cowok Bikin Pusing sepertinya tidak lebih dari sekedar sebuah tayangan drama komedi khas Indonesia yang beberapa kali mampu memberikan hiburan tersendiri, namun secara keseluruhan tidak berbeda dari kebanyakan produk lainnya yang banyak beredar.

Cowok Bikin Pusing (MVP Pictures, 2011)

Cowok Bikin Pusing (2011)

Directed by Winaldha E Melalatoa Produced by Raam Punjabi Written by Sekar Ayu Asmara Starring Julie Estelle, Nino Fernandez, Laudya Cynthia Bella, Amink, Alex Abbad, Marcel Chandrawinata, Marissa Nasution Music by Tya Subiakto Cinematography Rizal Mantovani Editing by Andi Pulung, Joko Wahluyo Studio MVP Pictures Running time 90 minutes Country Indonesia Language Indonesian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s