Review: The Lincoln Lawyer (2011)


Walau lebih dikenal sebagai aktor yang kebanyakan memilih untuk berperan dalam film-film komedi romantis — dimana ia seringkali mendapatkan kesempatan untuk menampilkan tubuhnya yang atletis serta kehandalannya dalam memikat sang pemeran utama wanita — kisah drama persidangan seperti The Lincoln Lawyer bukanlah sebuah hal yang baru bagi aktor Matthew McConaughey. Sebelumnya, ia sukses mendapatkan pujian banyak kritikus film dunia ketika berperan sebagai seorang pengacara dalam A Time to Kill (1996). Dan kini, dengan memanfaatkan daya tarik yang selama ini sering ia tampilkan – sebagai seorang pria dengan rasa percaya diri yang luar biasa tinggi – McConaughey sukses membawakan The Lincoln Lawyer tampil begitu menarik dan mengesankan, walaupun dalam balutan kisah yang cukup melelahkan untuk disimak.

Dalam The Lincoln Lawyer, yang diangkat dari sebuah novel laris berjudul sama karya novelis asal Amerika Serikat, Michael Connelly, McConaughey berperan sebagai Mickey Haller, seorang pengacara flamboyan yang dikenal selalu bepergian dengan mobil kesayangannya, Lincoln Town Car. Sebagai seorang pengacara, reputasi Mickey telah dikenal sebagai seorang pengacara yang dapat melakukan apa saja untuk memenangkan klien yang sedang ia tangani. Tidak mengherankan bila ketika Louis Roulet (Ryan Phillippe), seorang pria playboy dan anak dari pengusaha real estate sukses, Mary Windsor (Frances Fisher), sedang terkena tuduhan memperkosa dan memukuli seorang pekerja seks komersil, maka Mickey Haller-lah yang dipanggil untuk menangani kasus tersebut. Namun, masalah hukum dan persidangan kadang bukanlah semudah membedakan warna hitam dan putih. Begitu Haller meneliti dan memasuki kasus Louis Roulet lebih dalam, ia terjerembab dalam sebuah kasus yang akan membawanya pada sebuah kasus kelam yang pernah ia tangani di masa silam.

Terlepas dari beberapa twist yang dihadirkan di sepanjang jalan cerita, The Lincoln Lawyer sebenarnya sama sekali tidak menawarkan sebuah jalan penceritaan baru dalam hal kisah drama persidangan. Bahkan, alur persidangan yang ditampilkan dalam film ini juga terkesan biasa saja, kurang begitu mampu dalam membangkitkan intensitas emosional para penontonnya. Para karakter yang terlibat dalam persidangan dihadirkan dan menjalankan tugasnya masing-masing: para pengacara sibuk menggali informasi untuk dapat memenangkan klien-nya, para saksi dan terdakwa memberikan testimonial mereka sementara para aparat pengadilan menyimak seluruh proses pengadilan sebelum akhirnya memberikan keputusan akhir. Dua pihak pengacara yang seharusnya saling bersaing dan mencoba untuk menunjukkan kelemahan pihak lain ditampilkan dengan begitu datar dan konvensional.

The Lincoln Lawyer justru lebih menarik ketika fokus cerita film ini dialihkan pada usaha pribadi Mickey Haller dalam memecahkan kasus yang sedang ia hadapi, khususnya ketika jalan cerita The Lincoln Lawyer telah menempatkan karakter Haller pada posisi yang tersudut. Intrik yang terbentuk cukup mampu untuk menambah energi film ini ketika sutradara Brad Furman menghadirkannya dalam alur penceritaan yang cukup cepat. Kejutan demi kejutan yang dihadirkan pada paruh kedua film memang seperti membuat penulis naskah, John Romano, cukup terburu-buru dalam mengemasnya. Namun, harus diakui pula kalau beberapa dari kejutan tersebut mampu tampil sebagai pemberi nafas segar dalam jalan cerita The Lincoln Lawyer.

Banyaknya karakter yang termuat dalam jalan cerita juga membuat The Lincoln Lawyer tampil sedikit melelahkan dalam penceritaan sub plot ceritanya. Masalahnya, kebanyakan karakter tersebut ditampilkan dengan porsi yang cukup terbatas dan dengan keterlibatan dalam cerita yang kurang begitu esensial. Yang paling terasa mungkin adalah kisah romansa yang terbentuk antara Haller dan mantan istrinya, Margaret McPherson (Marisa Tomei). Ditampilkan secara sepotong demi sepotong, bagian ini sepertinya dibentuk hanya untuk menjadi bagian pelengkap cerita bahwa Haller juga adalah seorang karakter yang memiliki problema dalam kehidupan cintanya. Sayangnya, dengan penyajian yang terbatas dan kurang mendalam, sub plot cerita yang satu ini justru menjadi semacam kerikil yang cukup mengganggu dalam jalan penceritaan The Lincoln Lawyer.

Pun begitu, The Lincoln Lawyer harus diakui memiliki jajaran pengisi departemen akting yang sangat solid. Matthew McConaughey tampil prima dan menjadikan The Lincoln Lawyer sebagai film yang ia miliki sepenuhnya. Daya tarik McConaughey sebagai seorang pria dengan rasa percaya diri yang sangat tinggi berhasil berpadu sempurna dengan karakter Mickey Haller yang ia mainkan. William H. Macy, yang berperan sebagai partner kerja Haller juga tampil memuaskan, terlepas dari sedikitnya waktu peran yang diberikan padanya. Jajaran pemeran pendukung lainnya seperti Marisa Tomei, Ryan Phillippe, Josh Lucas, Michael Pena, Bryan Cranston dan Frances Fisher juga mampu menambahkan variasi rasa tampilan tersendiri setiap kali mereka hadir dalam adegan mereka.

Walau sama sekali tidak menawarkan sesuatu yang baru dalam penceritaan drama persidangannya, dan beberapa sub plot cerita yang cukup melelahkan, The Lincoln Lawyer sebenarnya masih mampu tampil menarik dengan kehadiran jajaran pemeran yang hadir dengan kemampuan akting yang solid dan beberapa kejutan yang dihadirkan di beberapa bagian cerita. Kehadiran beberapa lagu berirama hip-hop yang ditampilkan di beberapa adegan juga memberikan energi  dan mampu menyuntikkan energi kesenangan tersendiri di dalam jalan cerita. Sebuah film drama persidangan yang menghibur, namun seharusnya mampu tampil lebih mengesankan lagi. Sebuah sekuel, mungkin?

The Lincoln Lawyer (Lionsgate/Lakeshore Entertainment/Sidney Kimmel Entertainment/Stone Village Pictures, 2011)

The Lincoln Lawyer (2011)

Directed by Brad Furman Produced by Sidney Kimmel, Tom Rosenberg, Gary Lucchesi, Richard Wright, Scott Steindorff Written by John Romano (screenplay), Michael Connelly (novel) Starring Matthew McConaughey, Marisa Tomei, Ryan Phillipe, Josh Lucas, John Leguizamo, Michael Peña, Bob Gunton, Bryan Cranston, William H. Macy, Margarita Levieva, Trace Adkins, Frances Fisher, Michael Paré, Shea Wigham Music by Cliff Martinez Cinematography Lukas Ettlin Editing by Jeff McEvoy Studio Lakeshore Entertainment/Sidney Kimmel Entertainment/Stone Village Pictures Distributed by Lionsgate Running time 120 minutes Country United States Language English

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s