Review: 6:66 Death Happen (2009)


Bagaimana jika Anda ditawarkan sebuah kemampuan dimana Anda dapat mengetahui tanggal kematian Anda dan orang lain? Bagaimana jika kemudian Anda juga ditawarkan sebuah kekuatan dimana Anda dapat mengatur jadwal kematian sehingga Anda dapat memperlambat tanggal terjadinya kematian tersebut? Apakah Anda akan menerimanya? Mungkin dua hal tersebut terdengar sangat menggiurkan. Namun, tentu saja, di balik tawaran yang menggiurkan tersebut, beberapa konsekuensi dari rusaknya garis alamiah kehidupan manusia secara perlahan akan tercipta dan berusaha untuk memperbaiki kembali kerusakan tersebut. Tema itulah yang ingin diangkat dan disampaikan oleh sutradara asal Thailand, Takeaw Ruengratana, dalam filmnya, 6:66 Death Happen.

Mengisahkan mengenai seorang jurnalis foto, Dao (Susie-Susira Angelina Nanna), yang dalam sebuah peliputan tugas yang ia lakukan berhasil terhindar dari kematian yang hampir merenggut jiwanya. Dao awalnya tentu saja merasa hal tersebut hanyalah sebuah kebetulan belaka, dan dirinya sedang berada di bawah lindungan Dewi Fortuna. Namun, secara perlahan, Dao mulai menemukan berbagai keanehan yang terjadi pada orang-orang di sekitarnya. Dimulai dengan sang ayah, Professor Din (Yodchai Meksuwan), yang ditemukan bunuh diri dengan cara menembak kepalanya namun ternyata mampu selamat dan hidup kembali.

Dan kasus Professor Din ternyata tidak sendirian. Dao kemudian mulai menemukan bahwa semakin banyak orang-orang yang mengalami kecelakaan aneh, dan seharusnya meninggal karenanya, namun seperti tertahan di dunia dan berhasil hidup kembali. Berbagai keanehan ini kemudian mengarahkan dirinya untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai apa hal yang sebenarnya terjadi. Bersama dengan seorang teman lamanya, yang juga seorang polisi, Wut (Jason Young), Dao mulai mengumpulkan satu demi satu lembaran misteri yang melingkupi kehidupannya. Tanpa ia sangka, Dao kemudian menemukan bahwa sang ayah-lah yang menjadi awal malapetaka tersebut. Berpacu dengan waktu, Dao kemudian berusaha untuk memecahkan misteri tersebut sekaligus, di saat yang sama, berusaha untuk menyelamatkan dirinya dari seorang pembunuh (Sakda Kaewbuadee) yang mengincar kehidupannya.

Sayangnya, untuk sebuah film yang menawarkan premis yang terdengar cukup menjanjikan, 6:66 Death Happen sama sekali bukanlah sebuah film yang menarik untuk disaksikan. Berjalan dengan alur yang seperti sengaja diperlama untuk menahan keberadaan beberapa potongan misteri yang sebenarnya sangat sederhana, ditambah dengan kelemahan yang cukup fatal dari jajaran departemen akting film ini, membuat kebanyakan penonton film ini akan terlebih dahulu untuk merasa bosan dengan kisah yang dihadirkan sebelum akhirnya ditawarkan beberapa adegan horor yang cukup berhasil dan sebuah twist ending yang cukup memuaskan. Dan bagian-bagian tersebut adalah satu-satunya sisi yang menarik dari film yang berdurasi 76 menit ini.

Kelemahan terbesar tentu saja dari jalan cerita film ini yang berjalan semakin absurd di setiap menitnya. Tidak masalah sebenarnya jika penulis naskah film ini ingin memberikan banyak fantasi baru mengenai dunia horor yang sama sekali tidak dapat dijangkau dengan logika wajar, namun ketika ia gagal untuk memberikan penjelasan yang dapat dimengerti penontonnya, maka saat itulah 6:66 Death Happen menjadi sebuah tayangan yang monoton. Tidak ada yang istimewa pula dari tampilan akting para pemeran film ini, dengan Jason Young malah tampil dengan ekspresi yang nyaris sama pada setiap adegan yang menampilkan dirinya. Jelas bukan sebuah suatu hl yang mampu mengangkat kualitas film ini.

6:66 Death Happen adalah sebuah film yang mencoba untuk menelusuri tentang misteri kematian, bagaimana cara memperkirakan kapan kematian tersebut akan terjadi serta bagaimana cara menghambatnya. Penulis naskah, Phanlop Sincharoen dan Saritrong Yongstar, mencoba memasukkan beberapa sentuhan religius dalam pembahasannya. Sayangnya, dengan pola yang sangat tidak beraturan, cerita film ini berakhir membingungkan dan sama sekali tidak masuk akal. Beberapa adegan horor, twist ending dan tata sinematografi yang cukup baik membuat 6:66 Death Happen masih layak untuk disaksikan. Selebihnya, film ini sepertinya akan membuat para penontonnya merasa sedikit kesulitan untuk menahan rasa kantuknya ketika sedang menyaksikannya.

6:66 Death Happen (Work Point Entertainment/Sahamongkol Film International, 2009)

6:66 Death Happen (6:66 Tai Mai Dai Tai) (2009)

Directed by Takeaw Ruengratana Produced by Phanich Sodsee Written by Phanlop Sincharoen, Saritrong Yongstar Starring Susira Angelina Nanna, Yodchai Meksuwan, Jason Young, Sakda Kaewbuadee Music by Ground Co., Ltd. Cinematography Somkid Phukphong Editing by Smith Timsawat Studio Work Point Entertainment Distributed by Sahamongkol Film International Running time 76 minutes Country Thailand Language Thai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s