Review: The Roommate (2011)


Lebih dari satu dekade lalu, Wes Craven berhasil membangkitkan kembali tren film-film slasher remaja di Hollywood dengan merilis Scream (1996). Craven sebenarnya hanya melakukan reproduksi berbagai formula horor remaja yang sebenarnya telah lama ada, namun secara cerdas tetap memberikan beberapa perubahan dan sentuhan modern, termasuk dengan menggunakan beberapa aktor dan aktris dari beberapa serial televisi ternama, yang terbukti berhasil untuk menarik minat banyak penonton. Tahun ini, sutradara peraih nominasi Academy Awards asal Denmark, Christian E. Christiansen, mencoba menggunakan formula horor remaja tersebut dalam film yang menjadi debut penyutradaraannya di Hollywood, The Roommate. Christiansen boleh saja menggunakan formula tersebut, namun, sayangnya, Christiansen lupa bahwa ketegangan adalah faktor utama yang membuat sebuah thriller begitu menyenangkan untuk disaksikan.

Untuk sebuah alasan yang terlalu mengada-ada, dan cenderung mudah untuk ditertawakan, The Roommate seperti ingin mengingatkan para mahasiswa, khususnya mereka yang memilih tinggal di sebuah asrama selama masa perkuliahannya, bahwa teman satu kamar yang mereka dapatkan bisa saja merupakan seorang yang memiliki kepribadian yang… well… kurang menyenangkan. Setidaknya pembelajaran itu yang dapat diperoleh dari kisah Sara Matthews (Minka Kelly) ketika ia menginjakkan kakinya di asrama perkuliahan tempat ia akan mengejar mimpinya sebagai seorang fashion designer dan berkenalan dengan teman seruangannya, Rebecca Evans (Leighton Meester).

Awalnya, Sara dan Rebecca menjadi teman yang dekat satu sama lain. Walau kurang menyukai kegemaran Sara untuk berpesta bersama teman satu asramanya yang lain, Tracy Morgan (Aly Michalka), Rebecca tetap berusaha untuk mendekati Sara dan mengenalnya secara lebih jauh. Tidak hanya menjadi seorang teman dekat, Rebecca terkadang terlihat berusaha untuk menjadi saudara – bahkan terkadang terlihat bahwa ia berusaha untuk menjadi seorang kekasih – bagi Sara dan melindungi dirinya dari orang-orang yang menurutnya memberikan pengaruh buruk baginya, membahayakan dirinya atau mantan kekasihnya, Jason (Matt Lanter), yang terus menerus mengganggu kehidupan pribadi Sara. Sahabat sejati? Tidak ketika Rebecca justru menyingkirkan orang-orang tersebut dan berusaha menjadikan Sara sebagai miliknya seorang.

The Roommate memang menawarkan premis cerita yang sepertinya telah dilalui dan diceritakan oleh banyak film-film bertema sama sebelumnya. Sayangnya, seperti yang dialami kebanyakan film-film bertema sama lainnya tersebut, The Roommate gagal untuk mengembangkan premis horor yang telah disajikan di awal cerita yang justru menjadikan jalan cerita film ini terasa sangat datar secara keseluruhan. Tidak hanya itu, jika film-film bertema sama lainnya mampu menghadirkan ketegangan pada penontonnya lewat sejumlah visualisasi berdarah yang seringkali menjadi satu-satunya faktor keunggulan film tersebut, The Roommate malah terkesan tampil terlalu sopan dengan tidak menyelipkan satupun adegan yang mampu dikategorikan sebagai sebuah adegan horor nan berdarah, terlepas dari premis yang menjanjikan adanya kehadiran adegan-adegan tersebut.

Tidak adanya hal yang istimewa yang mampu dihadirkan dari naskah cerita film ini semakin diperburuk dengan jeleknya kapasitas akting yang ditampilkan jajaran pemeran film ini. Yang paling buruk, tentu saja, akan disematkan pada aktris Minka Kelly yang memegang peran utama di film ini. Kelly bermain sangat datar di sepanjang film, tanpa kehadiran adanya sebuah aliran emosi yang mampu ia tampilkan di wajahnya untuk mendukung setiap adegan yang ia perankan. Bersama Kelly masih ada aktor Cam Gigandet yang mampu menampilkan kemampuan akting yang sama datarnya. Jangan heran jika nama dua pasangan ini akan muncul dalam nominasi Razzie awards tahun mendatang.

Well… setidaknya alumni Gossip Girl dapat berbangga. Setelah Blake Lively yang semakin menunjukkan kematangan kemampuan aktingnya di layar lebar, Leighton Meester juga mampu menampilkan permainan yang cukup tidak mengecewakan di film ini. Hal ini mungkin terjadi karena faktor karakter Rebecca yang ia mainkan memang cukup berwarna. Namun tetap saja, kemampuan Meester dalam menghidupkan karakter Rebecca-lah yang membuat karakter tersebut, setidaknya, menjadi karakter yang masih dapat ditoleransi kehadirannya di film ini. Dua pemeran Titanic (1998), Billy Zane dan Frances Fisher, bertemu kembali dan mendapatkan peran yang cukup kecil di film ini. Pun begitu, dua aktor senior ini terbukti mampu menunjukkan bahwa kemampuan akting mereka memang telah berada jauh di atas para juniornya yang bermain di film ini.

Lagi-lagi sebuah horor remaja yang mencoba untuk menakuti para penontonnya namun terbukti sangat gagal dalam melakukannya. Tidak hanya The Roommate memiliki naskah cerita yang demikian buruk, sutradara, Christian E. Christiansen gagal mengarahkan para jajaran pemerannya untuk memberikan permainan akting terbaik mereka. Hasilnya, di sepanjang film, penonton akan menikmati jalan cerita yang sama datarnya dengan ekspresi wajah yang ditampilkan Minka Kelly dan Cam Gigandet. Akting Leighton Meester, dan sejumlah pemeran pendukung lainnya, masih dapat dinikmati, namun hal tersebut tidak lantas membuat The Roommate dapat dikategorikan sebagai sebuah film yang cukup layak untuk dinikmati.

The Roommate (Vertigo Entertainment/Screen Gems, 2011)

The Roommate (2011)

Directed by Christian E. Christiansen Produced by Roy Lee, Doug Davison, Irene Yeung, Sonny Mallhi Written by Sonny Mallhi Starring Leighton Meester, Minka Kelly, Cam Gigandet, Aly Michalka, Katerina Graham, Nina Dobrev, Matt Lanter, Billy Zane, Frances Fisher, Thomas Arana Music by John Frizzell Cinematography Phil Parmet Editing by Randy Bricker Studio Vertigo Entertainment Distributed by Screen Gems Running time 93 minutes Country United States Language English

3 thoughts on “Review: The Roommate (2011)”

  1. Film ini emg nuansax datar2 aja. Tp cukup diselamatkan oleh akting Leighton Meester yang ckup mnarik. Di film ini pula ada 2 pemeran yg dipertemukan sebelumnya dalam film Easy-A, yaitu Cam Gigandet & Alyson Michalka. Difilm ini mnurut aq pemeran yg plg buruk adalh Minka Kelly & Cam Gigandet. Nice repost!

  2. Film nie rating’e kogh dikit ya…pdhal aqu cukup suka…Kelly Minka cantik, apalagi senyum’e ithu,,,
    Nice repost ugha,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s