Review: Poetry (2010)


Tiga tahun setelah kesuksesan filmnya, Secret Sunshine (2007), sutradara yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Korea Selatan, Lee Chang-dong, kembali lagi dengan film terbarunya, Poetry. Dengan durasi yang berjalan hingga 139 menit dan alur cerita lamban yang disajikan tanpa kehadiran berbagai adegan menegangkan seperti yang banyak dihasilkan oleh sineas Korea Selatan lainnya belakangan, Lee berhasil merangkai Poetry layaknya seperti sebuah puisi yang indah: tidak semua orang akan mampu menghargainya namun merupakan sebuah mahakarya yang akan sangat mampu menyentuh setiap sisi emosional penontonnya.

Dibuka dengan adegan penemuan mayat seorang gadis remaja di sebuah sungai, Poetry kemudian berkisah mengenai keseharian dari Yang Mi-ja (Yun Jeong-heui), seorang wanita berusia 66 tahun yang tinggal bersama cucunya yang bermasalah, Park Jong-wook (Lee David). Walau kehidupan kesehariannya hanya disokong uang pensiun yang diberikan pemerintah serta uang tambahan yang ia dapatkan dari hasil menjaga seorang pria cacat, Gang (Kim Heui-ra), Yang tetaplah seorang wanita yang sangat optimis dalam memandang hidupnya. Bahkan, untuk memperluas cakrawalanya, ia kemudian mencoba mengikuti kelas apresiasi puisi yang dilaksanakan sebuah pusat kebudayaan.

Yang tentu saja tidak akan menyangka bahwa sifat pelupa yang mulai menerpanya selama bulan terakhir ternyata kemudian divonis oleh dokter sebagai sebuah gejala awal dari penyakit Alzheimer. Tidak hanya itu, ia kemudian menemukan bahwa cucunya, yang sepertinya tidak pernah mempedulikan fakta bahwa neneknya telah mencurahkan seluruh cinta dan perhatian kepada dirinya, ternyata memiliki keterkaitan dengan tewasnya sang gadis yang mayatnya ditemukan di sungai beberapa waktu sebelumnya. Poetry kemudian mengisahkan bagaimana usaha Yang untuk dapat menyelamatkan cucunya tersebut dari kehancuran masa depan akibat kesalahan fatal yang telah ia perbuat.

Seperti banyak drama yang berasal dari Korea Selatan lainnya, begitu banyak metafora yang terdapat dalam Poetry. Berbicara mengenai rasa bersalah serta tanggung jawab, sekaligus berbagai hal buruk yang dapat dilakukan oleh manusia dan hal-hal spiritual yang dapat mendadak muncul dari deretan kejadian tersebut, Lee Chang-dong menggarap Poetry dengan penuh kelembutan dan kehati-hatian yang tercermin dari berbagai pilihan warna yang ia tampilkan di sepanjang penceritaan film ini. Penampilan aktris senior Korea Selatan, Yun Jeong-heui, sebagai Yang Mi-ja juga menjadi faktor penentu keberhasilan film ini dalam menghantarkan kisahnya ketika Yun dengan sangat gemilang menampilkan seluruh rasa pedih dan depresi yang dieasakan karakternya, baik karena ketidakmampuannya dalam menuliskan sebuah puisi maupun karena tindakan buruk yang baru saja dilakukan cucunya.

Terlepas dari berbagai kepedihan yang begitu dapat dirasakan setiap penontonnya dari Poetry, tidak ada yang akan dapat menyangkal bahwa Lee Chang-dong juga terlihat terlalu mengeksploitasi beberapa bagian film ini – terutama adegan kelas puisi – sementara itu meninggalkan beberapa bagian penting lainnya. Yang paling fatal, Lee seperti tidak mengindahkan plot cerita mengenai keterlibatan cucu Yang Mi-ja dalam kematian seorang gadis di sekolahnya yang membuat plot tersebut hanya muncul di awal kisah untuk kemudian menghilang di bagian pertengahan dan muncul kembali di bagian akhir cerita. Tidak adanya konsistensi cerita di bagian tersebut juga membuat beberapa karakter gagal dapat dibali kedalaman emosionalnya dengan baik.

Poetry juga begitu terfokus pada pengisahan cara pandang hidup seorang Yang Mi-ja sehingga melupakan beberapa karakter yang sebenarnya menjadi bagian penting dari beberapa plot cerita yang sedang berjalan. Hubungan antara Yang Mi-ja dan cucunya, Park Jong-wook, tak pernah dapat ditampilkan dengan layak dan emosional. Hubungan Yang Mi-ja dengan kumpulan orangtua pelaku kejahatan di sekolah cucunya juga tidak pernah mendapatkan intensitas cerita yang dibutuhkan untuk membuat bagian tersebut dapat terkesan penting. Diselimuti dengan beberapa plot cerita, Poetry lebih memilih untuk  mengutamakan perjalanan emosional Yang Mi-ja dalam usahanya untuk menulis sebuah puisi, pilihan yang akan membuat beberapa penonton kurang mampu dalam menjalin hubungan emosional dengan setiap karakter yang ada di jalan cerita film ini.

Perjalanan karakter Yang Mi-ja dalam Poetry mampu digambarkan sutradara, Lee Chang-dong, dengan begitu sempurna. Ini tak lain berkat dukungan penuh kemampuan akting aktris Yun Jeong-heui yang sangat luar biasa: karakter Yang Mi-ja begitu mampu menyerap setiap emosi kepedihan dan kesedihan hidup dalam setiap ekspresi wajah yang diberikan Yun Jeong-heui. Sayang memang Poetry gagal menggali lebih dalam berbagai potensi emosional yang sebenarnya dapat diraih film ini akibat kurangnya eksplorasi yang terjadi pada beberapa sub cerita dan karakter. Walau begitu, dengan segala kelembutan warna yang dipilihkan Lee Chang-dong, keindahan sinematografi rancangan Kim Hyeon-seok dan permainan kelas atas aktris Yun Jeong-heui tetap tidak dapat disangkal berhasil membawa Poetry menjadi sebuah kisah yang cukup pedih untuk disaksikan.

Poetry (Pine House Film/UniKorea Culture & Art Investment/Diaphana Distribution/Next Entertainment World/KTB Capital/KT Capital, 2010)

Poetry (Shi) (2010)

Directed by Lee Chang-dong Produced by Lee Jun-dong Written by Lee Chang-dong Starring Yun Jeong-heui, Lee David, Kim Heui-ra, Ahn Nae-sang, Kim Yong-taek, Park Myeong-shin, Kim Jong-gu, Kim Hye-jeong, Min Bok-gi, Kim Gye-seon, Han Su-yeong, Cho Mun-sun, Lee Jong-yeol, Park Woo-yeol, Park Jung-shin Cinematography Kim Hyeon-seok Editing by Kim Hyeon Studio Pine House Film/UniKorea Culture & Art Investment/Diaphana Distribution Distributed by Next Entertainment World/KTB Capital/KT Capital Running time 139 minutes Country South Korean Language Korean

2 thoughts on “Review: Poetry (2010)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s