Review: Drive Angry (2011)


Oh, Nicolas Cage! Salah satu aktor termuda yang pernah menjadi pemenang Academy Awards — dan dahulu sering dipandang sebagai salah satu aktor paling berbakat di generasinya — sepertinya terus berusaha untuk merendahkan talenta akting yang ia miliki dengan membintangi film-film dengan kualitas yang… well… tidak sebanding dengan bakat yang ia miliki. Setelah Season of the Witch di awal tahun – yang kembali mencetak catatan buruk baru dalam filmografi Cage, aktor berusia 47 tahun itu kini membintangi Drive Angry. Nicolas Cage dan sebuah film dalam format 3D memang terdengar sebagai sebuah cara yang buruk dalam menghabiskan uang Anda, namun Drive Angry merupakan sebuah film action yang cukup menyenangkan untuk disaksikan. Plus, dengan teknologi 3D yang cukup memuaskan. Shocking!

Ketika berkenalan dengan John Milton (Nicolas Cage) dan kemudian memberikannya sebuah tumpangan ke sebuah tempat yang sedang dituju oleh John, Piper (Amber Heard) mungkin tidak mengira kalau John adalah bagian dari salah satu hari terburuk dalam hidupnya, setelah sebelumnya ia berhenti dari tempat kerjanya sebagai pelayan dan mengetahui bahwa pacarnya berselingkuh dengan wanita lain. Well… Piper kemudian menyadari kalau John sebenarnya adalah seorang kriminal yang telah… errr… mati, dan kini sedang berada dalam pelariannya dari neraka. Hari yang sangat buruk bagi seorang gadis secantik Piper.

Kembalinya John Milton ke Bumi sendiri bukan tanpa alasan yang jelas. Ia kembali ke dunia fana untuk mengejar seorang pemimpin aliran sesat, Jonah King (Billy Burke), yang telah membunuh puterinya dan kini sedang menahan cucunya yang masih bayi untuk dijadikan sebuah tumbal dalam salah satu ritual kepercayaannya. Usaha John tentu saja tidak akan berjalan semudah itu. Selain harus berusaha menemukan dimana keberadaan Jonah King sekarang, ia juga harus malrikan diri dari The Accountant (William Fichtner), seorang petugas yang dikirimkan oleh setan untuk menjemputnya kembali ke neraka. Dengan menggunakan mobil yang dimiliki oleh Piper, John pun mulai berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan cucunya. Ghost Rider Gone in 60 Seconds?

Dengan naskah yang cukup dangkal, Drive Angry memang telah ditakdirkan untuk menjadi sebuah film kelas B. Sutradara Patrick Lussier (My Bloody Valentine, 2009) sadar sekali akan hal tersebut, dan untungnya, membuat Lussier sama sekali tidak ragu-ragu dalam mengeksploitasi segala hal yang berhubungan dengan film-film sejenis. Seks, kekerasan, adegan telanjang, black comedy hingga hal-hal yang berbau supernatural dimanfaatkan Lussier untuk menjadikan Drive Angry bekerja dengan baik. Dan benar saja, Drive Angry mampu memenuhi seluruh ekspektasi mengenai sebuah film kelas B berkualitas… bahkan beberapa kali mampu memberikan sesuatu yang lebih pada penontonnya.

Rasanya, hanya sedikit aktor yang dapat bermain dalam sebuah film berkualitas “rendahan,” namun tetap mampu menjadikannya perannya tampak sangat memikat. Cage adalah salah satu dari sedikit aktor tersebut. Film-film seperti Bangkok Dangerous (2008), The Sorcerer’s Apprentice (2010) dan Season of the Witch membuktikan hal tersebut. Walau sama sekali tidak istimewa, peran Cage di Drive Angry juga cukup memuaskan. Mungkin, hanya waktu yang akan menjawab kapan Cage akan diberikan sebuah tawaran film dengan naskah brilian yang akan mampu dijawabnya dengan baik dan mengembalikan reputasinya sebagai seorang aktor watak bagi banyak orang.

Namun, departemen akting Drive Angry tidak sepenuhnya dimiliki oleh Cage. Beberapa kali, perhatian penuh penonton pada Cage akan berhasil dicuri dengan baik oleh Amber Heard dan William Fichtner. Sebagai Piper, Amber Heard tampak luar biasa — dan itu bukan merupakan sebuah pujian yang ditujukan pada keindahan fisik yang ia tampilkan di sepanjang film ini. Semenjak lama, dalam setiap perannya Heard selalu tampak sebagai seorang aktris dengan bakat akting yang selalu tertahan. Tidak untuk kali ini. Karakter Piper tampak sangat hidup berkat kemampuan Heard untuk menjadikan karakter tersebut tampak tangguh, cerdas namun tetap tak kehilangan sisi kelembutannya sebagai seorang wanita. Sementara itu, William Fichtner mencuri perhatian dengan perannya sebagai “seorang akuntan dari neraka” yang memiliki kemampuan untuk menghancurkan yang cukup menakutkan, namun dengan sisi humor yang cukup tajam. Fichtner mampu membawakan karakter tersebut dengan baik dan menjadikannya sangat menyenangkan untuk dilihat.

Berpengalaman dalam mengelola format 3D dalam My Bloody Valentine, Patrick Lussier kembali menggunakan format tersebut untuk Drive Angry. Baiklah, kata-kata 3D mungkin terdengar sebagai sesuatu hal yang cukup menakutkan akhir-akhir ini: membuat harga tiket menjadi lebih mahal dengan entah-apa-kelebihan yang dapat diberikan pada penontonnya. Sangat menyenangkan untuk mengatakan format 3D pada Drive Angry bekerja dengan sangat baik! Tidak berlebihan namun mampu membuat banyak adegan di film ini terkesan lebih hidup. Bravo!

Drive Angry adalah sebuah film dengan jangkauan kualitas yang mungkin tidak pernah diperkirakan banyak orang akan berhasil diraih oleh film ini sebelumnya. Memang, film ini memiliki kualitas naskah yang sangat dangkal dan dipenuhi dengan berbagai hal “murahan” yang mampu membuat setiap orang memandang sebelah mata film ini. Namun, sutradara, Patrick Lussier, ternyata mampu mengeksplorasi setiap elemen film ini dengan cukup baik. Drive Angry tetap terlihat sebagai sebuah film kelas B yang konyol, namun Lussier menjadikan kekonyolan tersebut sebagai suatu hal yang akan mampu menghibur setiap penontonnya. Mereka yang gila akan adegan-adegan aksi kelas berat akan jatuh cinta dengan film ini. Dan, tentu saja, format 3D yang diberikan Lussier untuk Drive Angry memberikan sebuah poin tambahan lain untuk film yang bukan menjadi bagian dari daftar film buruk yang dibintangi Nicolas Cage ini.

Drive Angry (Nu Image/Millennium Films/Eagle Films/Summit Entertainment, 2011)

Drive Angry (2011)

Directed by Patrick Lussier Produced by Michael De Luca Written by Todd Farmer, Patrick Lussier Starring Nicolas Cage, Amber Heard, William Fichtner, David Morse, Billy Burke Music by Michael Wandmacher Cinematography Brian Pearson Editing by Patrick Lussier, Devin C. Lussier Studio Nu Image/Millennium Films/Eagle Films Distributed by Summit Entertainment Country United States Language English

One thought on “Review: Drive Angry (2011)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s