Review: And Soon the Darkness (2010)


Mendengar premis And Soon the Darkness yang bercerita mengenai dua orang gadis yang berliburan ke sebuah tempat terpencil dan kemudian menyadari bahwa tempat tersebut mungkin akan menjadi tempat terakhir yang akan mereka kunjungi dalam kehidupan mereka mungkin akan mengingatkan banyak orang pada… well… banyak film horror remaja Hollywood lainnya. Walau begitu, And Soon the Darkness tidaklah sedangkal yang akan dibayangkan banyak orang. Dari segi kualitas memang masih cukup mengecewakan, namun setidaknya And Soon the Darkness berhasil menghindarkan para karakternya dari berbagai klise film horror remaja yang mengharuskan mereka untuk terjebak dalam berbagai jenis penyiksaan secara fisik dan seksual yang cukup mengganggu.

Merupakan versi remake dari film horror Inggris berjudul sama yang pernah dirilis pada tahun 1970, And Soon the Darkness berkisah mengenai dua sahabat, Stephanie (Amber Heard) dan Ellie (Odette Yustman), yang melakukan perjalanan ke daerah terpencil di Argentina. Walau bersahabat, Stephanie dan Ellie adalah dua karakter yang saling bertolak belakang. Stephanie adalah seorang gadis yang selalu mematuhi seluruh peraturan yang ada, sementara Ellie adalah gadis yang… well… selalu berusaha untuk melanggar setiap peraturan yang dibuat. Berdasarkan deskripsi tersebut, penonton sepertinya dapat dengan mudah untuk menebak karakter mana yang akan terjebak dalam masalah dan menyeret karakter lainnya untuk kemudian berusaha menyelamatkannya ketika beberapa orang berusaha melakukan penculikan terhadap salah satu karakter tersebut.

Dengan plot cerita yang begitu sederhana, And Soon the Darkness kemudian memanfaatkan dialog-dialog yang berlangsung antara karakternya untuk mampu membawakan ritme film ini dengan baik. Cukup berhasil pada beberapa adegan, namun cukup membosankan secara keseluruhan ketika cukup banyak adegan dihadirkan dengan durasi yang terkesan terlalu dipanjang-panjangkan untuk memenuhi kuota waktu penayangan di layar lebar. Cerita yang dihadirkan juga tidak pernah berlangsung begitu mendalam, mengalir dengan cepat dengan tanpa memberikan kesempatan yang cukup bagi para penonton untuk merasa terhubung dengan jalan cerita tersebut.

Kedangkalan yang sama juga dapat ditemukan dari setiap karakter di film ini. Untuk melapisi jalan cerita yang terlalu mudah ditebak, penulis naskah, Marcos Efron dan Jennifer Derwingson, menghadirkan deretan karakter pendukung yang dihadirkan secara misterius untuk dapat menambah rasa penasaran penonton mengenai siapa pelaku sebenarnya. Sayangnya, kemisteriusan yang diletakkan pada setiap karakter tersebut justru berakhir kegagalan setelah karakter-karakter tersebut gagal untuk dibangun menjadi deretan peran yang menarik. Hal yang sama juga berlaku pada dua karakter utama, yang diciptakan dengan karakterisasi yang akan susah untuk dapat dengan mudah disukai penontonnya.

Dari departemen akting, Amber Heard dan Odette Yustman terlihat cukup mumpuni untuk terlibat dalam sebuah pembuatan film horror. Setidaknya mereka terlihat meyakinkan ketika berlari dan berteriak dalam suasana ketakutan yang mendalam. Selebihnya, tidak ada yang dapat diharapkan. Khususnya dari Yustman, yang beberapa kali terlihat hanya membacakan dialognya tanpa mau berusaha memberikan arti dari dialog yang ia sampaikan. Sementara itu, And Soon the Darkness meletakkan Karl Urban dan Adriana Barazza pada karakter pendukung. Urban dan Barazza, seperti biasa, cukup dapat diandalkan dari kualitas akting. Sayang hal tersebut tak terlalu berpengaruh ketika karakter yang mereka perankan hanya sebatas karakter yang mengucapkan beberapa patah dialog tanpa dilibatkan langsung di dalam jalan cerita secara lebih mendalam.

Apakah buruk untuk mengharapkan bahwa kedua karakter utama di film ini menghadapi sebuah tantangan yang lebih sadis dan mengenaskan jika dibandingkan dengan apa yang telah ditampilkan dalam And Soon the Darkness? Mungkin tidak juga, jika mengingat datarnya jalan cerita yang dihadirkan di sepanjang film ini. Sama sekali tidak menawarkan suatu jalan cerita yang baru maupun istimewa, ditambah dengan deretan karakter yang sama sekali tidak menimbulkan rasa ketertarikan penonton dalam mengikuti kisah mereka, sulit rasanya untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya menjadi daya tarik film ini. Sebuah poin tambahan untuk keberhasilan dalam menghindari berbagai hal klise yang biasa ditampilkan dalam deretan film horror remaja Hollywood lainnya, namun sama sekali tidak memberikan pengaruh besar terhadap datar dan tidak menariknya hasil akhir yang diberikan And Soon the Darkness.

And Soon the Darkness (Abandon Pictures/RedRum Films/Sandbar Pictures/StudioCanal/Utópica Cine/Canal+/RTBF/CinéCinéma/Anchor Bay Entertainment/Optimum Releasing, 2010)

And Soon the Darkness (2010)

Directed by Marcos Efron Produced by Chris Clar, Lizzie Friedman, Karen Lauder, Deborah Marcus Written by Marcos Efron, Jennifer Derwingson Starring Amber Heard, Odette Yustman, Karl Urban, Adriana Barazza, Gia Mantegna Music by tomandandy Cinematography Todd E. Miller Editing by Gabriel Beristain Studio Abandon Pictures/RedRum Films/Sandbar Pictures/StudioCanal/Utópica Cine/Canal+/RTBF/CinéCinéma Distributed by Anchor Bay Entertainment/Optimum Releasing Running time 91 minutes Country United States Language English

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s