Review: No Strings Attached (2011)


Dan Anda mengira dengan kehadiran Natalie Portman di sisinya dan Ivan Reitman di kursi penyutradaraan akan membuat Ashton Kutcher akan menjadi seorang aktor yang lebih baik? Not a chance, unfortunately. Kutcher sebenarnya bukan seorang aktor yang buruk. Untuk seseorang yang terus menerus merasa nyaman untuk bermain di film-film drama komedi romantis, Kutcher sebenarnya terlihat cukup lumayan. Namun, seperti Katherine Heighl, penampilan Kutcher perlahan-lahan mulai terasa datar dan tak menunjukkan perkembangan sama sekali. No Strings Attached kembali membuktikan hal itu.

Tapi, kegagalan film yang menjadi karya Reitman setelah My Super Ex-Girlfriend (2006) ini tidak dapat sepenuhnya diembankan pada Kutcher. Seperti halnya berjuta film drama komedi romantis Hollywood lainnya, naskah cerita No Strings Attached terlihat terlalu nyaman dalam menggunakan berbagai formula khas yang sama, yang membuat film ini gagal menghadirkan suatu hal yang dapat membedakannya dari film-film sejenis. Baiklah, eksplorasi tema seks dengan penanganan yang cukup dewasa mungkin memberi sedikit kesegaran. Namun dua karakter utama yang kurang begitu lovable, chemistry minimalis antara Kutcher dan Portman serta beberapa karakter pendukung yang mengganggu juga tak memberikan banyak kesempatan bagi No Strings Attached untuk menjadi sebuah film yang lebih baik.

No Strings Attached berjalan sesuai dengan apa yang Anda perkirakan begitu mendengar premis film ini. Kutcher dan Portman berperan sebagai Adam, seorang asisten produser sebuah acara televisi, dan Emma, seorang dokter yang bekerja begitu keras sehingga merasa bahwa jalinan kisah cinta hanya akan merusak tatanan hidupnya saat ini. Dalam 15 tahun terakhir, keduanya sering dipertemukan secara tidak sengaja oleh nasib yang sepertinya berusaha untuk menjodohkan mereka. Dalam pertemuan terakhir, Emma, yang merasa kalau ia butuh seseorang untuk menemaninya di ranjang ketika ia pulang bekerja namun tak menuntut dirinya untuk menghabiskan waktu sarapan bersama (baca: memiliki komitmen), mengusulkan pada Adam agar mereka menjadi pasangan yang hanya bersama untuk kepentingan seks semata, tanpa ada keterikatan emosional. Layaknya seorang pria sejati, Adam tentu saja menerima usulan ini. Namun, seperti yang dapat dengan mudah ditebak, salah satu dari mereka akan mulai merasakan keterikatan emosional dengan yang lain.

Sangat sukar untuk merasa jatuh cinta dengan No Strings Attached. Penulis naskah, Elizabeth Merriwether, hampir tidak mampu untuk memberikan sentuhan baru apapun terhadap formula drama komedi romantis yang telah digunakan berulang-ulang dan mulai terasa mengganggu itu. Mulai dari jalan cerita hingga guyonan yang disampaikan, semuanya merupakan elemen yang setidaknya pernah Anda lihat sekali dalam film sejenis lainnya. Memang, Merriwether menggunakan karakterisasi yang terbalik untuk dua karakter utama di film ini: karakter wanita lebih memilih karir daripada cinta, sementara karakter pria yang secara tidak diduga jatuh pada perangkap cinta dan komitmen. Namun, bukankah film-film drama komedi romatis Judd Apatow dan Katherine Heighl selalu menggunakan stereotype karakter wanita yang sama? Hanya saja, No Strings Attached menggunakan karakter sang pria sebagai sudut pandang jalan ceritanya, dan bukan dari sudut pandang sang karakter wanita.

Sialnya, pemilihan sudut pandang ini justru membuat penonton akan sukar untuk merasa jatuh hati dengan kedua karakter utama film ini. Karakter Emma terkesan sebagai seorang karakter wanita yang dingin dan tak dapat menentukan keputusannya, sementara karakter pria, yang pada awalnya digambarkan sebagai seorang pria yang sangat sadar akan kelebihan fisik dan aura seksualnya, menjadi terkesan begitu lemah dan menjadi datar dengan kedatangan satu orang wanita. Ini masih diperparah dengan minimnya chemistry yang terjalin antara dua pemeran karakter tersebut, Ashton Kutcher dan Natalie Portman. Bahkan, ada kala dimana timbul kesan Portman sama sekali tidak nyaman ketika disandingkan dengan Kutcher. Padahal, dengan jalan cerita yang familiar, seharusnya karakter utama yang sangat mudah untuk disukai menjadi senjata andalan bagi sebuah film drama komedi romantis untuk tetap dapat memikat hati penontonnya.

No Strings Attached juga menyertakan banyak karakter pendukung untuk menyertai jalan cerita yang terjadi pada dua karakter utamanya. Kebanyakan, para karakter pendukung ini tidak terlalu berhasil memberikan sesuatu yang berarti pada jalan cerita No Strings Attached, dengan kehadiran Greta Gerwig, Olivia Thirlby, Lake Bell dan Kevin Kline terasa sangat kurang mampu dimanfaatkan dengan baik. Sementara itu, beberapa orang akan merasa heran mengenai apa sebenarnya manfaat seorang karakter yang diperankan Chris “Ludacris” Bridges dalam film ini. Tidak hanya karakternya digambarkan begitu singkat, namun Ludacris juga tampil tidak maksimal untuk peran tersebut.

Masalah dari kebanyakan film-film drama komedi romantis adalah film-film tersebut sepertinya sangat patuh dengan berbagai pakem dan formula yang telah ditetapkan, dan sangat jarang untuk memberikan sesuatu yang baru dalam ceritanya. Ini yang membuat genre drama komedi romantis terlihat begitu mudah untuk disepelekan. No Strings Attached, sayangnya, bukan film yang akan mampu merubah pandangan tersebut. Jalan cerita yang datar dan jajaran karakter yang kurang menarik membuat film ini gagal dalam memberikan sebuah sajian yang istimewa. Walau cukup menyenangkan melihat Natalie Portman beraksi sedikit gila dalam beberapa adegan, namun No Strings Attached tetap terasa terlalu datar untuk dapat dinikmati.

No Strings Attached (Paramount Pictures, 2011)

No Strings Attached (2011)

Directed by Ivan Reitman Produced by Jeffrey Clifford, Joe Medjuck, Ivan Reitman Written by Elizabeth Meriwether (screenplay), Elizabeth Meriwether, Mike Samonek (story) Starring Ashton Kutcher, Natalie Portman, Jake M. Johnson, Cary Elwes, Mindy Kaling, Kevin Kline, Greta Gerwig, Chris Bridges, Olivia Thirlby, Lake Bell, Olivia Lovibond, Talia Balsam Music by John Debney Cinematography Rogier Stoffers Editing by Dana E. Glauberman Studio Paramount Pictures Running time 110 minutes Country United States Language English

9 thoughts on “Review: No Strings Attached (2011)”

  1. Untuk saya, chemistry antara Adam dan Emma justru begitu terasa, karena memang Emma merupakan seorang wanita yang takut akan komitmen.
    Cuma saya setuju dengan pendapat bapak bahwa Emma merupakan karakter yang sedikit sulit untuk disukai. Sosok Natalie Portman lah yang membuat saya tidak membenci karakter Emma.
    Adegan terakhir antara Adam dan Emma dengan kalimat,(kalau tidak salah) “If you move one step closer, im not letting you go” takes all the girl breath away. Cukup menyenangkan walaupun mudah dilupakan =D

    1. Serius kalimat itu sebegitu dahsyatnya? Hmmm… mungkin saya sudah habis ‘kesabaran’ ketika nonton bagian itu, dan jadinya malah terdengar cheesy. Padahal biasanya saya gemar banget sama film-film sejenis.

  2. ASHTON KUTCHER… Nama aktor yang satu ini bagi saya merupakan kutukan. Tidak peduli apapun judul filmnya dan siapa saja bintang yang main di dalamnya, jika nama A.K muncul, maka saya tidak perlu membaca sinopsis, review atau informasi dan kritik apapun tentang film tersebut, karena saya 99.9% meyakini film tersebut pasti tidak menarik. Mungkin pendapat saya terlalu subjektif, tapi entah mengapa, semua film A.K yang pernah saya tonton benar-benar membosankan. Terakhir, ketika menyaksikan The Killer, saya menetapkan tidak akan pernah menonton film-film yang dibintangi A.K. ^_^

  3. Mas Amir dan Joe salam kenal =D
    terlepas dari baik atau tidaknya jalan cerita, Ashton Kutcher tetap menjadi daya tarik tersendiri buat kaum hawa. Unutk masalah akting memang jauh kualitasnya dari aktor-aktor lain. Tapi ini saya ngomongnya dari sudut pandang film untuk fun saja. Untuk kaum awam yang mungkin tidak terlalu peduli dengan cerita atau embel-embel lainnya.

    dan kalimat “if you move one step closer..” itu, waktu pertama film itu muncul di twitter saya langsung banyak yg post kalimat itu. Sounds cheesy but it might works for some girls, yang memang merupakan target audience dari No Strings Attached =)

  4. film bagus buat yang single….trik-trik jebaknya, seperti waktu si Ema membiarkan si adam mencari wanita lagi, dan si adam yang penurut, dan akhirnya ketangkep si emma dan balik lagi ke emma, juga saat emma kecewa dengan adam yang manjelain dengan perempuan lain hanya bapaknya di rawat menyebabklan dia balik lagi ke emma

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s