Review: Animal Kingdom (2010)


Dalam adegan pembukaan Animal Kingdom, Joshua Cody (James Frecheville), sedang duduk di sofa dan menonton sebuah acara televisi berdua bersama ibunya… hingga akhirnya ia menyadari bahwa ibunya telah meninggal dunia akibat heroin yang ia konsumsi. Saat pihak paramedis datang, Joshua menjawab setiap pertanyaan yang ditanyakan kepadanya mengenai kematian sang ibu, walau matanya masih terfokus pada acara televisi yang sedang ia saksikan. Kehidupan Joshua dan ibunya memang tidak pernah berjalan menyenangkan. Namun, kehidupan bersama ibunya tersebut masih tergolong jauh lebih baik dengan kehidupan yang akan ia hadapi setelah kematian sang ibu.

Animal Kingdom sendiri merupakan film yang menjadi debut penyutradaraan penulis sekaligus sutradara Australia, David Michôd, yang kisahnya diinspirasi oleh kisah nyata mengenai perseteruan sebuah keluarga kriminal dengan pihak kepolisian yang terjadi di Australia pada tahun 1980-an. Sebagai seorang sutradara debutan, Michôd dengan meyakinkan mampu menunjukkan bahwa ia memiliki insting yang cukup baik dalam menjaga intensitas jalan cerita film yang sedang ia arahkan. Walau memiliki alur cerita yang berjalan dalam tempo menengah, dan terkadang cukup lamban, Michôd berhasil menuturkan Animal Kingdom menjadi sebuah jalan cerita yang mampu begitu memikat setiap penontonnya.

Perjalanan kehidupan Joshua sendiri berjalan menegangkan setelah ia menghubungi neneknya, Janine Cody (Jacki Weaver), yang sebenarnya telah lama dijauhkan sang ibu dari diri Joshua mengingat keluarga mereka yang terdiri dari para kriminal. Setelah dijemput Janine, Joshua pun berkenalan dengan ketiga anak Janine, yang ia panggil sebagai paman: seorang buronan polisi, Andrew ‘Pope’ Cody (Ben Mendelsohn), seorang pengedar obat-obatan terlarang, Craig Cody (Sullivan Stapleton), dan seorang lainnya yang masih mencoba mengikuti jejak kedua kakaknya, Darren Cody (Luke Ford). Di bawah kepemimpinan Janine, keluarga Cody menjadi kumpulan penjahat yang cukup disegani di wilayah tersebut.

Catatan kelam keluarga Cody dengan pihak kepolisian bergerak semakin dalam ke arah kegelapan setelah rekan kerja Pope, Barry ‘Baz’ Brown (Joel Edgerton), tewas setelah ditembak oleh dua orang oknum polisi. Merasa hal tersebut merupakan sebuah ancaman, Pope lalu mengajak kedua adiknya untuk melakukan balas dendam kepada polisi dengan kembali membunuh dua orang anggotanya. Peristiwa ini memicu sebuah investigasi yang dipimpin seorang detektif, Nathan Lackie (Guy Pearce), yang kemudian memanfaatkan keluguan Joshua sebagai alat untuk menjerat ketiga pamannya.

Bagian yang menjadi elemen keberhasilan terbesar dari Animal Kingdom adalah film ini didukung oleh deretan pemeran yang begitu mampu untuk menghidupkan aura setiap peran yang merekamainkan. Walaupun tampil hanya pada 20 menit pertama film ini berjalan, Joel Edgerton berhasil memanfaatkan setiap momen yang diberikan kepada perannya. Aktor muda, James Frecheville, yang perannya menjadi sudut pandang utama dalam penceritaan ini, menghabiskan seluruh bagian perannya dengan tampil datar dan dengan mata yang kosong sebagai kompensasi dari gejolak jiwa perannya akan situasi lingkungan baru yang sedang dihadapi. Karakter tersebut kemudian berubah total menjadi seorang yang penuh rasa sakit hati dan dendam pada bagian terakhir film ini, yang mampu diterjemahkan Frecheville dengan sangat baik melalui tatapan matanya.

Namun, tak ada yang tampil lebih mengesenakan di sepanjang jalan cerita Animal Kingdom selain aktor Brad Mendelsohn dan aktris Jackie Weaver. Sebagai Pope, yang disegani setiap anggota keluarganya karena sifatnya yang beringas, Mendelsohn tampil dengan jiwa dan ekspresi yang begitu menakutkan. Anda akan sangat membenci karakter ini dengan seluruh hati Anda dan berharap bahwa seseorang akan segera membunuhnya di film ini. Sementara itu, walaupun karakternya terlihat sangat keibuan, tak ada yang dapat meragukan bahwa Janine Cody adalah seorang wanita yang dapat melakukan apa saja yang ia mau. Ini terjadi karena permainan ekspresi Jacki Weaver yang begitu mendalam terhadap karakternya. Janine terlihat sebagai wanita yang bersahabat, namun jelas bukan seorang yang akan Anda cari masalah dengannya. Penampilan Mendelsohn dan Weaver begitu dalam dan akan terus menempel di ingatan setiap penonton film ini.

Animal Kingdom menghadirkan kisahnya dengan ritme cerita yang menengah, terkadang melamban, dengan beberapa bagian terasa datar dan kurang mampu dieksplorasi dengan baik. Sebagai film yang membawakan tema kriminalitas, beberapa adegan film ini tentu akan memuat deretan adegan kontak senjata, yang walaupun berhasil dihadirkan dengan cukup intense, namun tidak pernah sampai pada kualitas yang cukup memuaskan. Secara perlahan, Animal Kingdom juga berusaha untuk menyusun momentum demi momentum sebelum akhirnya menghadirkan sebuah kisah yang berakhir di meja pengadilan, yang sayangnya, disajikan cukup mengecewakan ketika Michôd memilih untuk tidak menghadirkan adegan tersebut. Namun, sebuah ‘ledakan emosi’ yang terjadi di akhir cerita cukup berhasil menjadi sebuah ending yang cukup memikat.

Animal Kingdom berhasil menyusun tiap dramatisasi yang ada di dalam jalan ceritanya dengan cukup berhasil: cukup berhasil dalam menghadirkan dan mengenalkan sebuah keluarga kriminal serta berhasil menjalin tiap peristiwa dan tragedi yang terjadi di dalamnya. Sayang memang, sutradara David Michôd kurang begitu menggali beberapa bagian cerita film ini dengan baik, yang membuat bagian-bagian tersebut terasa datar dan kurang menarik. Namun, dengan dukungan jajaran pemeran yang sangat luar biasa, khususnya dari Ben Mendelsohn dan Jackie Weaver, Animal Kingdom tampil cukup memikat sebagai sebuah film drama kriminal modern.

Animal Kingdom (Screen Australia/Porchlight Films/Film Victoria/Screen NSW/Fulcrum Media Finance/Showtime Australia/Madman Entertainment/Sony Pictures Classics, 2010)

Animal Kingdom (2010)

Directed by David Michôd Produced by Liz Watts Written by David Michôd Starring Ben Mendelsohn, Joel Edgerton, Guy Pearce, Luke Ford, Jacki Weaver, Sullivan Stapleton, James Frecheville, Dan Wyllie, Anthony Hayes, Laura Wheelwright Music by Antony Partos Cinematography Adam Arkapaw Editing by Luke Doolan Studio Screen Australia/Porchlight Films/Film Victoria/Screen NSW/Fulcrum Media Finance/Showtime Australia Distributed by Madman Entertainment/Sony Pictures Classics Running time 112 minutes Country Australia Language English

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s