Review: The Hole (2010)


Lama tak terdengar karena kesibukannya menjadi seorang sutradara bagi banyak acara televisi, Joe Dante  kembali lagi dengan The Hole, sebuah film fantasy horror keluarga yang mungkin akan membawa kembali para penggemar Dante ke masa keemasannya ketika berhasil mengarahkan The Howling (1981) dan Gremlins (1984). Harus diakui, sebagai seorang sutradara yang telah banyak mengarahkan film horor untuk pangsa pasar keluarga dan remaja, Dante tahu banyak mengenai bagaimana cara mengeksplorasi sebuah tema cerita yang sebenarnya cukup sederhana menjadi sebuah tontonan yang tidak terlihat pasaran. Bahkan, dengan atmosfer yang tepat, The Hole beberapa kali akan sukses mengeluarkan ketakutan dari setiap penontonnya.

Plot cerita dari The Hole sendiri cukup sederhana: Dua bersaudara, Dane (Chris Massoglia) dan Lucas Thompson (Nathan Gamble), baru saja pindah ke sebuah rumah bersama ibu mereka, Susan (Teri Polo). Secara tak sengaja, Dane dan Lucas menemukan sebuah lubang di lantai dasar rumah mereka yang terkunci dengan rapat. Penasaran, keduanya lalu membuka penutup lubang tersebut. Dan semenjak itulah berbagai misteri mulai melingkupi keseharian Dane dan Lucas. Bersama dengan gadis tetangga yang baru saja mereka kenal, Julie Campbell (Haley Bennett), mereka mulai mencari tahu misteri apa yang saat ini menghadapkan mereka pada berbagai hal yang selama ini mereka takuti.

Sederhana, namun mampu dieksekusi lewat jalan yang berkelas, jalan cerita The Hole memang terasa bagaikan sebuah kisah yang disusun untuk memberikan pelajaran sekaligus hiburan bagi anak-anak dalam mencoba untuk menghadapi rasa takut mereka. Cerdas, tidak hanya dari sisi cerita namun dari cara Dante untuk menghantarkan cerita tersebut dengan tidak melalui eksplorasi efek khusus yang berlebihan. Tahu bahwa kalangan anak-anak dan keluarga adalah pangsa pasar utama film ini, Dante lebih memilih untuk menceritakan kisahnya dengan santai pada awal film, untuk kemudian secara perlahan membangun intensitas cerita dan menghantarkan satu persatu ketegangannya dengan baik.

Ketika penonton akhirnya berhasil mengetahui apa yang terjadi di dalam lubang misterius tersebut, Dante kemudian melanjutkan kisah The Hole dengan deretan teror yang cukup ampuh beberapa kali untuk menakuti penontonnya. Adalah sebuah hal yang cukup menyegarkan untuk dapat merasakan ketakutan tidak dari adegan yang penuh darah atau penuh sadisme seperti yang banyak dilakukan banyak sutradara baru lewat film-film horor mereka yang beradar akhir-akhir ini. Dalam masa penceritaan itu pula. Dante berhasil memadukan kisah misteri, komedi dan tak lupa drama keluarga yang cukup menghibur.

Untuk departemen akting sendiri, jajaran pemeran yang terdiri dari tiga aktor dan aktris muda yang kurang dikenal, cukup mampu menghidupkan kisah ini dengan sangat baik. Akting yang ditampilkan terasa sangat alami, tidak pernah terasa menyebalkan atau dihadirkan secara berlebihan. Ketiganya juga mampu berpadu satu sama lain, sehingga rasa ketertarikan mereka ketika menemukan sebuah misteri yang hendak dipecahkan menjadi terasa sangat nyata. Ketiganya juga dibantu beberapa aktor dan aktris dewasa, yang walaupun hadir tidak dengan kapasitas peran yang besar, namun tetap mampu menghadirkan kapasitas akting yang tidak mengecewakan.

Jika ada beberapa bagian yang patut dikeluhkan dari The Hole adalah ketika beberapa bagian cerita film ini yang terasa sedikit tidak konsisten dalam penceritaannya. Hal ini yang kemudian membentuk beberapa lubang pada plot cerita film ini. Beberapa plot cerita tambahan – seperti kisah Creepy Carl serta sejarah mengenai apa sebenarnya lubang itu dan mengapa lubang tersebut dapat terbentuk – juga gagal mendapatkan penggalian yang lebih dalam. Tetap saja, Dante berhasil memberikan kisah yang menarim terlepas dari kelemahan-kelemahan tersebut.

Daripada membuat sebuah film yang merupakan remake film ’80-an seperti yang banyak dilakukan para pembuat film Hollywood lainnya, sutradara Joe Dante justru berhasil membawakan The Hole, sebuah kisah fantasy horror yang ditujukan untuk pangsa pasar keluarga dan remaja serta mampu membawakan atmosfer film-film ’80-an dengan sangat baik. Sederhana dan diceritakan tidak dengan cara yang berlebihan, dan berhasil menghadirkan efek horor dengan sempurna dengan didukung tata teknis dan jajaran pemeran yang kuat, The Hole adalah sebuah hiburan yang cukup berhasil terlepas dari beberapa kelemahan yang terdapat pada penceritaannya.

The Hole (BenderSpink/The Hole/Bold Films, 2010)

The Hole (2010)

Directed by Joe Dante Produced by Claudio Fäh, Michel Litvak, Vicki Sotheran, David Lancaster Written by Mark L. Smith, Guillermo Del Toro Starring Teri Polo, Chris Massoglia, Haley Bennett, Nathan Gamble, Bruce Dern Music by Javier Navarrete Cinematography Theo van de Sande Editing by Marshall Harvey Studio Bold Films/BenderSpink/The Hole Distributed by Bold Films Running time 98 minutes Country United States Language English

One thought on “Review: The Hole (2010)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s