Review: The Last Exorcism (2010)


Terlihat sebagai sebuah perpaduan The Exorcist (1973) dengan The Blair Witch Project (1999), The Last Exorcism adalah sebuah film yang menggunakan teknik mockumentary dalam penyampaian ceritanya yang menyinggung mengenai proses pengusiran setan yang dilakukan oleh seorang pendeta terhadap seorang gadis. Disutradarai oleh sutradara film indie asal Jerman, Daniel Stamm, walaupun kualitasnya sama sekali belum mampu mendekati The Exorcist maupun The Blair Witch Project, namun The Last Exorcism adalah sebuah tayangan horror yang cukup mampu untuk memberikan ketegangan pada siapapun yang menontonnya.

The Last Exorcism mengisahkan mengenai kehidupan pendeta Cotton Marcus (Patrick Fabian). Cotton adalah salah seorang pendeta yang sering melakukan proses pengusiran setan terhadap siapapun yang meminta bantuannya. Walau begitu, kepercayaannya sendiri terhadap dunia spiritual sebenarnya telah lama hilang ketika ia membaca sebuah artikel yang menggambarkan bagaimana sebuah proses pengusiran setan menyebabkan kematian seorang anak yang menderita penyakit autis, yang mengingatkan Cotton akan putranya yang juga mengidap autis. Setelah itu, perlahan-lahan Cotton lebih mempercayai bahwa proses pengobatan seharusnya dilakukan oleh tim medis daripada dipercayakan kepada para pendeta atau mereka yang mengatakan dapat melakukan pengusiran terhadap setan.

Ketidakpercayaannya pada dunia spiritual ini pula yang menyebabkan Cotton setuju pada ajakan Iris (Iris Bahr) dan Daniel (Adam Grimes) untuk memfilmkan proses pengusiran setan untuk membuktikan pada dunia luar bahwa kebanyakan proses tersebut hanyalah berisi kepura-puraan belaka. Secara acak, Cotton lalu memilih sebuah surat yang meminta bantuannya untuk mengusir setan. Ia bersama kedua kru film dokumenter tersebut akhirnya berangkat menuju tempat tinggal Louis Sweetzer (Louis Herthum), yang memiliki seorang putri, Nell (Ashley Bell), yang ia percaya telah kerasukan setan.

Seperti yang biasa ia lakukan, Cotton lalu berpura-pura melakukan proses pengusiran setan terhadap Nell, yang kemudian dipercaya oleh Louis telah berhasil menyembuhkan putrinya. Tidak ada yang menyangka bahwa ketika malam menjelang, Nell telah berada di kamar hotel Cotton. Kelakuan Nell sendiri menunjukkan kondisi yang semakin menakutkan – suatu hal yang akhirnya memaksa Cotton untuk benar-benar melakukan proses pengusiran setan yang berpeluang untuk berakhir dengan kematian Nell.

Walau bukan film pertama yang mengangkat mengenai tema pengusiran setan, namun The Last Exorcism sendiri memiliki keunikan sendiri di dalam jalan ceritanya. Jika pada film-film lainnya sang pendeta pengusir setan merupakan seorang yang mungkin memiliki masalah kepada kepercayaannya terhadap Tuhan, maka The Last Exorcism sendiri menghadirkan karakter Cotton Marcus yang telah benar-benar kehilangan kepercayaannya. Ini yang membuat karakter Cotton Marcus begitu kuat dan cukup menarik.

Penggunaan teknik mockumentary di dalam penceritaan sendiri terbukti cukup berhasil dalam memberikan tambahan atmosfer menegangkan yang dibutuhkan oleh jalan cerita film ini – terlepas dari beberapa gangguan yang terjadi akibat teknik pencahayaan minimalis yang digunakan di beberapa adegan. Jalan cerita The Last Exorcism sendiri berjalan dengan alur menengah — yang terkadang terasa cukup lambat berjalan – namun berhasil memberikan beberapa adegan menegangkan yang sangat baik di beberapa titik ceritanya. Dengan durasi penceritaan selama 87 menit, The Last Exorcism juga menawarkan ending yang cukup mampu dihadirkan sebagi puncak ketegangan cerita.

The Last Exorcism juga mendapatkan dukungan yang sangat baik dari para jajaran pemerannya, khususnya Patrick Fabian dan Ashley Bell. Sebagai seorang pendeta yang kehilangan kepercayaannya secara total kepada Tuhan, Fabian tampil dengan sangat sempurna, khususnya di momen ketika ia akhirnya mulai memperoleh kepercayaannya kembali. Tantangan berat akan karakter yang memiliki perubahan kepercayaan mampu diemban Fabian dengan sangat baik. Aktris Ashley Bell juga secara khusus mampu tampil baik sebagai seorang gadis yang kerasukan setan. Momen-momen dimana karakternya diceritakan sedang berada dalam kuasa setan adalah momen-momen terbaik Bell di sepanjang cerita film ini dimana ia mampu tampil dengan sangat meyakinkan.

Berjalan dengan alur yang benar-benar tertata dengan baik, The Last Exorcism mampu tampil menyegarkan dari sebuah tema cerita yang sepertinya telah banyak dikupas di banyak film-film Hollywood sebelumnya. Sutradara Daneil Stamm memanfaatkan dengan sangat baik teknik mockumentary untuk menciptakan dan menjaga intensitas ketegangan jalan cerita film ini. Ditambah dengan kehadiran para jajaran pemerannya yang tampil dengan sangat baik, The Last Exorcism menjadi satu dari sedikit rilisan film horror yang muncul dengan kualitas yang sangat memuaskan.

Rating: 3.5 / 5

 

The Last Exorcism (Strike Entertainment/StudioCanal/Lionsgate, 2010)

The Last Exorcism (2010)

Directed by Daniel Stamm Produced by Marc Abraham, Thomas Bliss, Eli Roth, Eric Newman Written by Huck Botko, Andrew Gurland Starring Patrick Fabian, Iris Bahr, Louis Herthum, Ashley Bell, Caleb Landry Jones, Adam Grimes Music by Nathan Barr Cinematography Zoltan Honti Editing by Daniel Stamm Studio Strike Entertainment/StudioCanal Distributed by Lionsgate Running time 87 minutes Country United States, France Language English

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s