Review: Red (2010)


Sebagai sebuah film yang diadaptasi dari sebuah komik, Red cukup mampu menawarkan sebuah daya tarik yang cukup kuat lewat barisan pemerannya yang terdiri dari para aktor dan aktris senior Hollywood. Nama-nama seperti Bruce Willis, Morgan Freeman dan John Malkovich sepertinya akan menjadi sebuah perpaduan yang unik untuk disatukan dalam sebuah film yang menggunakan action comedy sebagai garis besar haluan naskah ceritanya. Ditambah lagi dengan kehadiran Helen Mirren yang tak pernah mengecewakan, Red jelas menawarkan sebuah paket hiburan yang tidak mudah untuk ditolak.

Dalam bentuk komik sendiri, Red dikenal sebagai komik yang dipenuhi oleh berbagai adegan kekerasan penuh darah. Mungkin akan menjadi kekecewaan bagi sebagian pihak ketika mengetahui penulis naskah Jon dan Erich Hoeber (Whiteout, 2009) memangkas banyak adegan kekerasan tersebut yang kemudian membuat Red dapat memperoleh rating yang lebih lunak. Walau begitu, Red sebenarnya masih dapat menawarkan sebuah tontonan action yang jauh dari kata mengecewakan. Ditambah dengan unsur komedi yang juga mampu ditonjolkan oleh sutradara Robert Schwentke (The Time Traveler’s Wife, 2009), Red tampil sangat jauh memuaskan jika dibandingkan dengan film-film action yang dirilis di sepanjang tahun ini.

Plot cerita bukanlah keunggulan utama dari Red. Mengisahkan mengenai Frank Mouses (Willis), seorang pensiunan agen rahasia CIA, yang terpaksa mengakhiri masa pensiunnya ketika mengetahui sekelompok pembunuh memasuki rumahnya dan mencoba merenggut nyawanya. Hal ini ternyata juga membahayakan posisi wanita idaman Frank, Sarah Ross (Mary-Louise Parker), karena saluran teleponnya yang telah disadap menunjukkan betapa seringnya Frank menghubungi Sarah. Dan benar saja, di kantor CIA, seorang agen rahasia, William Cooper (Karl Urban), telah ditugaskan untuk mengawasi sekaligus membunuh Frank.

Sambil membawa Sarah, Frank menemui gurunya, Joe Matheson (Freeman), untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Dari Joe, Frank mengetahui bahwa dirinya dan sekumpulan orang lainnya berada dalam daftar untuk dilenyapkan atas keterlibatan mereka di sebuah peristiwa di masa lampau. Setelah menyelidiki lebih lanjut, Frank menghubungi beberapa temannya, Marvin Boggs (John Malkovich), Ivan Simanov (Brian Cox) dan Victoria (Helen Mirren), untuk kemudian bersama memecahkan sebuah misteri yang ternyata melibatkan seorang pejabat pemerintahan Negara Amerika Serikat.

Walau naskah ceritanya sendiri tidak dapat dikatakan berkualitas rendahan, tetap saja harus diakui jajaran pemeran film ini yang telah berhasil membuat Red menjadi sebuah film yang dapat dinikmati dengan nyaman. Willis, Freeman dan Malkovich memang bukan barisan aktor yang masih asing dengan dunia film yang melibatkan senjata api dan ledakan. Hal ini yang membuat mereka terlihat sangat nyaman dalam memerankan karakter mereka. Mirren juga tidak asing dengan genre ini. Walau lebih popular dengan film-film drama Inggris yang seringkali mengharuskannya terlihat lembut dan anggun, Mirren juga bermain sangat meyakinkan dalam memegang berbagai senjata api yang di berbagai adegan film ini.

Jika ada yang dapat mencuri perhatian dari sekelompok aktor dan aktris kaliber tersebut, jelas Mary-Louise Parker adalah orangnya. Love/hate relationship yang ia gambarkan bersama karakter yang diperankan oleh Willis terbukti berhasil memberikan unsur komedi yang menghibur di sepanjang film. Unsur komedi juga banyak datang dari karakter yang diperankan oleh Malkovich lewat berbagai dialog-dialog singkat serta mimik wajah yang sangat menggoda untuk ditertawakan.

Terlepas dari hal-hal diatas, Red sangat terasa memiliki sesuatu yang kurang di dalam penyajiannya. Naskahnya terlalu ringan sehingga para pemerannya terlihat tidak begitu berusaha untuk memerankan dan menghidupkan karakter mereka. Jalan cerita yang mengambil sudut pandang utama dari karakter Frank juga terkadang terasa menjemukan di bagian pertengahan film. Untungnya hal ini seringkali berhasil ditutupi dengan berbagai adegan action yang muncul dan tampil cukup memukau.

Berjalan dengan cepat, Red mampu memberikan tayangan yang cukup apik lewat dukungan para jajaran pemerannya yang tampil cukup baik dan berhasil menjalin sebuah chemistry lewat jalinan adegan action comedy yang hadir di sepanjang film.  Walau begitu, dengan jajaran pemeran yang sangat meyakinkan tersebut, Red tetap saja belum dapat menghilangkan perasaan bahwa film ini memiliki sebuah formula yang masih kurang – suatu hal yang mungkin datang dari kurang kuatnya naskah cerita film ini dan (mungkin) pengaruh dari dikuranginya berbagai adegan keras di film ini. Walau begitu, Red tampil cukup memuaskan dan tidak mengecewakan sama sekali.

Rating: 3.5 / 5

 

Red (di Bonaventura Pictures/DC Entertainment/Summit Entertainment/E1 Entertainment, 2010)

Red (2010)

Directed by Robert Schwentke Produced by Lorenzo di Bonaventura, Mark Vahradian Written by Jon Hoeber, Erich Hoeber (screenplay) Warren Ellis, Cully Hamner (comic) Starring Bruce Willis, Mary-Louise Parker, Morgan Freeman, John Malkovich, Helen Mirren, Karl Urban, Richard Dreyfuss, Brian Cox, Ernest Borgnine, Julian McMahon, James Remar, Rebecca Pidgeon Music by Christophe Beck Cinematography Florian Ballhaus Editing by Thom Noble Studio di Bonaventura Pictures/DC Entertainment Distributed by Summit Entertainment/E1 Entertainment Running time 111 minutes Country United States Language English

2 thoughts on “Review: Red (2010)”

  1. Bagi saya RED justru mengecewakan. Karena sebelum menontonnya kita sudah disuguhi nama-nama besar seperti Bruce Willis, Morgan Freeman dan Malkovich, sehingga kita mengharapkan sebuah cerita yang benar-benar menggigit dan sedikit lebih berat dari pada hanya sekedar dar-der-dor semata. Namun ternyata RED terlalu ringan untuk nama-nama itu. Ada sedikit unsur komedi, namun belum pantas disebut komedi. Semua serba nanggung. Mungkin saya lebih setuju RED diberi bintang 3 saja. Hehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s