Review: Takers (2010)


Tidak banyak sebenarnya yang dapat ditawarkan oleh Takers. Tentu saja, sebagai sebuah film yang menawarkan cerita mengenai sekelompok perampok bank profesional, Takers masih sempat menawarkan beberapa adegan action yang dibumbui dengan beberapa adegan ledakan yang mungkin cukup untuk memacu adrenalin beberapa penontonnya. Namun hanya hal itulah yang dapat ditawarkan oleh film yang menjadi karya kedua sutradara John Luessenhop setelah Lockdown (2000) ini. Tidak lebih.

Takers akan memperkenalkan penonton kepada sekelompok perampok bank: Gordon (Idris Elba), John (Paul Walker), A.J. (Hayden Christensen) serta dua bersaudara, Jake (Michael Ealy) dan Jesse (Chris Brown). Sebagai sekelompok perampok bank, gerombolan ini memiliki sebuah teknik agar tindakan mereka tidak dapat dicium oleh pihak kepolisian, yakni dengan hanya melakukan satu perampokan setiap tahunnya. Namun teknik tersebut sepertinya mendapat godaan yang cukup besar ketika Ghost (Tip ‘T.I.’ Harris), anggota kelompok tersebut yang baru saja lepas dari masa tahanan 5 tahunnya, menawarkan sebuah rencana perampokan dengan jumlah uang yang sangat besar.

Godaan untuk meraih jumlah hasil perampokan yang sangat besar akhirnya diterima oleh Gordon dan teman-temannya. Padahal, mereka sendiri masih kurang yakin dengan janji-janji yang diberikan Ghost, mengingat semenjak lama Ghost terlihat seperti menyimpan dendam kepada mantan rekan-rekannya akibat penjeblosan dirinya ke penjara. Dengan masa perampokan yang kurang dari seminggu, Gordon dan teman-temannya pun menyiapkan seluruh perlengkapan mereka untuk perampokan terbesar yang pernah mereka lakukan.

Tentu saja, Takers tidak hanya akan memperkenalkan para perampok tanpa memperkenalkan anggota tim kepolisian yang bersiap untuk meringkus mereka. Disinilah posisi dua detektif, Jack Welles (Matt Dillon) dan Eddie Hatcher (Jay Hernandez) berada. Walau berada dalam deraan masalah pribadi yang cukup pelik, banyaknya kasus perampokan bank yang tak kunjung selesai membuat baik Welles dan Hatcher bertekad untuk menyelesaikannya. Dan tekad tersebut ternyata perlahan-lahan membuahkan hasil ketika baik Welles dan Hatcher mulai mendapatkan titik terang siapa perampok yang selama ini mereka cari.

Bagi para penggemar film-film action bertema perampokan bank, Takers mungkin cukup menjanjikan pada awalnya. Belum apa-apa film ini telah dibuka dengan adegan perampokan bank yang mampu dikelola dengan cukup baik. Menawarkan banyak adegan keras walau masih belum mampu terasa sangat menegangkan. Sayangnya, adegan action di bagian pembuka kemudian diikuti dengan berbagai drama yang meliputi para karakter-karakter yang ada di film ini. Terasa lemah karena harus diakui selain naskah ceritanya yang memang sangat tidak dapat diandalkan — dengan beberapa garis dialog yang sangat mudah untuk ditertawakan, akting para pemerannya juga jauh dari kata mengesankan ketika mereka harus berperan dalam sebuah adegan drama.

Intensitas jalan cerita yang terasa mulai memudar seiring dengan masuknya deretan adegan drama lemah tadi kemudian mulai meningkat kembali di bagian penghujung film, dimana gerombolan perampok diceritakan melakukan aksi mereka kembali serta ditambah beberapa adegan kejar-kejaran antara mereka dengan pihak kepolisian. Tidak terlalu istimewa, namun setidaknya mampu tampil ‘membangunkan’ penonton yang tadinya hampir tertidur akibat deretan adegan drama yang lemah tadi. Namun, jangan terlalu senang dulu. Takers secara perlahan kemudian kembali beralih kepada sebuah drama ‘dialog’ pada 15 menit terakhir film ini. Pemilihan ending yang digambarkan juga tidak memberikan sebuah hasil yang memuaskan.

Terdengar kasar untuk dituliskan, namun setelah menyaksikan deretan akting yang ditampilkan para pemeran film ini, sepertinya sangat wajar untuk memasukkan Takers ke dalam deretan film dengan kapasitas akting paling lemah sepanjang tahun ini. Tidak semua aktornya memang tampil mengecewakan — Anda dapat mengatakan Matt Dillon, Hayden Christensen dan Idris Elba menampilkan akting yang lumayan — namun apa yang ditampilkan oleh Chris Brown dan Tip Harris di film ini cukup mampu untuk menuliskan kesan bahwa Anda akan berfikir dua kali sebelum menonton film-film yang memuat nama kedua ‘aktor’ tersebut di masa yang akan datang.

Mudah untuk memandang sebelah mata kepada Takers. Jalan cerita yang sederhana dengan barisan dialog yang jauh dari kesan berkelas memang akan membuat siapapun yang menyaksikan film ini mempertanyakan mengapa seorang nominator Academy Awards seperti Matt Dillon mau bermain di film seperti ini. Belum lagi jajaran pemeran lainnya yang tampil biasa saja, bahkan beberapa pemerannya dapat dikatakan berpenampilan buruk. Mereka yang gemar akan film-film yang berkisah mengenai perampokan bank dengan latar belakang cerita yang klise dan sedikit sempalan adegan action akan menyenangi film ini. Selebihnya… ada baiknya untuk menjauh dari Takers.

Rating: 3 / 5


Takers (Rainforest Films/Grand Hustle Films/Screen Gems, 2010)

Takers (2010)

Directed by John Luessenhop Produced by William Packer, Michael Ealy, T.I., Tom Lassally, Jason Geter, Gary Gilbert Screenplay by Peter Allen, Gabriel Casseus, John Luessenhop, Avery Duff Story by Gabriel Casseus, Peter Allen, John Rogers Starring Matt Dillon, Paul Walker, Idris Elba, Jay Hernandez, Michael Ealy, T.I., Chris Brown, Hayden Christensen, Marianne Jean-Baptiste, Zoe Saldana, Johnathon Schaech Music by Paul Haslinger Cinematography Michael Barrett Editing by Armen Minasian, Colby Parker, Jr. Studio Rainforest Films/Grand Hustle Films Distributed by Screen Gems Country United States Language English

2 thoughts on “Review: Takers (2010)”

  1. Film perampokan yang sama sekali tidak berkelas. Screenplay yang buruk diperparah dengan kehadiran aktor yang tidak kalah buruk. Melihat akting Chris Brown di film ini, serasa melihat Delon di Dawai 2 Asmara. Hahaha! Mungkin karena berperan sebagai Executive Producer, Chris Brown dapat jatah ‘eksklusif’ di film ini: ngacir dari kejaran polisi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s