Your JIFFest Needs You!


Pada tahun pelaksanaannya yang ke-12, Jakarta International Film Festival (JIFFest), yang awalnya direncanakan akan diadakan pada tanggal 27 November hingga 3 Desember 2010, sedang menghadapi krisis keuangan serius. Festival film internasional pertama dan terunggul internasional di Indonesia, dan salah satu festival paling populer di Asia Tenggara, sayangnya, saat ini berada pada titik yang menggelisahkan semua penggemarnya.

Sejak awal pertama tahun 1999, JIFFest memainkan peranan penting dalam membawa kembali penonton film ke bioskop setelah masa ‘tidur panjang’-nya perfilman Indonesia pada era 1990-an. Secara konsisten, JIFFest telah mengeluarkan film-film kualitas internasional terkemuka yang kebanyakan tidak diputar di bioskop reguler. Sampai dengan tahun 2009, JIFFest telah dihadiri oleh lebih dari 350.000 penonton, dan telah menampilkan hampir 1.500 film dari sekitar 40 negara.

Melalui program diskusi terbukanya, lokakarya dan kelas master, JIFFest menjadi ajang kelahiran untuk generasi baru pembuat film Indonesia. Di antara mereka adalah Salman Aristo (penulis naskah dari dua film terlaris Indonesia sampai saat ini: Ayat-ayat Cinta, Laskar Pelangi), Lucky Kuswandi (sutradara, Madame X), Hanny R. Saputra (Heart), dan banyak nama-nama besar lainnya yang memulai karier mereka di JIFFest.

Unsur “internasional” festival ini terbukti dari kualitas para tamu internasional yang berpartisipasi dalam diskusi panel. Nominator Oscar untuk Best Art Direction, Aline Bonetto, hadir pada tahun 2005. Archie Panjabi, aktris yang baru saja memenangkan Emmy Awards untuk Best Supporting Actress dalam seri The Good Wife juga hadir di tahun yang sama. Sutradara Iran, yang saat ini ditahan oleh pemerintahnya, Jafar Panahi, hadir di JIFFest 2001. Bahkan pemimpin bangsa seperti Xanana Gusmao, Presiden Timor Timur, juga hadir di JIFFest 2006.

Ditengah gemerlapnya pelaksanaan JIFFest, mengorganisir sebuah festival film internasional bukanlah tugas yang mudah. “Kami pikir, sudah waktunya kita membuat panggilan kepada masyarakat untuk mendukung JIFFest. Lagipula, sebuah festival dibuat untuk masyarakat pada umumnya,” kata Lalu Roisamri, co-director JIFFest.

Di antara banyak alasan mengapa JIFFest terus berjuang dalam memperoleh dana adalah kenyataan pahit bahwa biaya untuk membawa berbagai film yang ditayangkan tidak pernah diperoleh kembali dari penjualan tiket di pemutaran terbatas dengan jumlah kursi yang juga terbatas. Harga masuk, yang selalu lebih murah daripada harga tiket masuk untuk screening rutin, masih dianggap yang terendah di antara sejenis festival film lainnya di seluruh dunia. Kurangnya fasilitas pendukung yang terjangkau dan nyaman juga merupakan salah satu alasan mengapa festival ini membutuhkan biaya yang besar.

Dukungan dan peraturan dari pemerintah pusat dan negara terbukti seringkali hanya diucapkan daripada dilakukan. Mereka lebih sering menolak daripada menerima tawaran untuk bekerjasama, termasuk kali ini. Padahal, selama 11 tahun terakhir, JIFFest terbukti telah menempatkan Jakarta dan Indonesia dalam peta industri film internasional.

Sumber utama pendanaan JIFFest berasal dari donor asing, dan setelah 10 tahun, dukungan tidak lagi ada. Sekarang, JIFFest harus mengandalkan dukungan dari sponsor pemerintah dan lokal. Itulah sebabnya JIFFest ingin membuat panggilan untuk mereka yang menikmati film-film berkualitas dari seluruh dunia, dan mereka yang percaya pada pentingnya acara budaya yang merayakan keragaman budaya, untuk meminjamkan tangan dalam menyelamatkan JIFFest. Sebuah festival hanya dapat berlangsung selama lebih dari satu dekade karena dukungan dari penonton setia dan pendukung: Anda.

Donasi Anda akan digunakan sepenuhnya untuk kegiatan operasional JIFFest, untuk memastikan bahwa JIFFest akan tetap berjalan dan membawa keanekaragaman budaya ke Jakarta. Sebagai Friend of JIFFest, nama Anda akan dimasukkan dalam berbagai media komunikasi JIFFest seperti, website katalog dan trailer.

Untuk info lebih lanjut, email kami di info@jiffest.org atau jiffest@gmail.com. Sumbangan dapat dilakukan untuk:

Yayasan Masyarakat Mandiri Film Indonesia
No 7420030091
Percetakan Negara BCA

Silahkan kirim bukti transfer melalui alamat di atas e-mail kami atau Anda dapat fax ke 021-31925360.

Sebagai catatan, anggaran festival tahun ini diperkirakan akan membutuhkan dana sekitar Rp 2 miliar. Pada saat penulisan, JIFFest masih kekurangandana sebesar Rp 1,5 miliar. Jika JIFFest tidak dapat mengumpulkan dana sekitar Rp1 miliar sampai dengan 1 November 2010, maka JIFFest terpaksa menunda pelaksanaannya tahun ini sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Dengan menyelamatkan JIFFest, Anda telah mengambil bagian dalam membuat Jakarta menjadi tempat yang lebih dinamis.

JIFFest is ours!

Save Our JIFFest!

2 thoughts on “Your JIFFest Needs You!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s