Review: The Switch (2010)


Jennifer Aniston dan film komedi romantis sepertinya adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Walau begitu, pemilihan cerita yang monoton – dan sepertinya seringkali merefleksikan kehidupan nyata Aniston yang sering digambarkan di banyak tabloid gosip – membuat pilihan film Aniston banyak menerima kritikan, baik dari para kritikus film dunia hingga para penikmat film.

The Switch, yang diadaptasi dari tulisan pendek Jeffrey Eugenides berjudul Baster, sepertinya juga masih mencerminkan kepribadian Aniston yang sesungguhnya. Walau begitu, entah itu karena faktor naskah yang diadaptasi oleh Allan Loeb (Things We Lost in the Fire (2007), Wall Street: Money Never Sleeps (2010)), dukungan penampilan dari Jason Bateman atau arahan dari duo sutradara Josh Gordon dan Will Speck (Blades of Glory), yang jelas The Switch mampu tampil sebagai sebuah komedi romantis yang lebih baik dari beberapa film Aniston yang dirilis akhir-akhir ini.

Dalam sebuah satuan jalan cerita yang sedikit kurang konvensional – walaupun beberapa dari Anda akan langsung teringat dengan jalan cerita The Back-Up Plan yang telah dirilis sebelumnya – The Switch menghadirkan Aniston sebagai Kassie Larson, seorang wanita karir yang memasuki usia 40-an dan mulai khawatir dengan kemungkinan dirinya untuk bisa memperoleh seorang anak. Kassie akhirnya memutuskan untuk hamil… dengan bantuan seorang donor sperma.

Sahabat baiknya, yang sebenarnya telah lama memendam rasa sukanya pada Kassie, Wally Mars (Jason Bateman), tentu saja menolak ide tersebut. Namun mengingat betapa Kassie sangat menginginkan hal tersebut, Wally akhirnya tidak kuasa untuk mendukung tindakan Kassie. Akhirnya, dengan bantuan Roland (Patrick Wilson) sebagai sang pendonor sperma, keinginan Kassie pun terwujud. Hampir terwujud. Sebuah kejadian tak disengaja yang melibatkan Wally — yang dalam keadaan mabuk — membuat sperma Roland lenyap begitu saja. Tak ingin Kassie kecewa, Wally akhirnya mengganti sperma tersebut… dengan sperma miliknya.

Karena mabuk, Wally sama sekali tidak mengingat kejadian tersebut. Maka ketika tujuh tahun kemudian ketika ia kembali bertemu Kassie – yang semenjak kehamilannya memutuskan untuk pindah dari New York – Wally sedikit terkejut melihat Sebastian (Thomas Robinson), putera Kassie yang banyak memiliki kesamaan sifat dengan dirinya. Perlahan-lahan, Wally akhirnya mengingat kejadiamn malam tersebut. Tentu saja, mengungkapkan kebenaran akan menjadi suatu hal yang berat karena hal itu berarti kemungkinan ia akan kehilangan Kassie untuk selamanya.

Jujur saja, walau mendapatkan namanya berada di posisi pertama di credit list, namun The Switch sama sekali bukanlah film seorang Jennifer Aniston. Film ini murni adalah film milik Jason Bateman dan Thomas Robinson, yang berperan sebagai Sebastian, anak Kassie yang ternyata juga merupakan anak Wally. Karakter Aniston di sini hadir sebagai karakter pendukung dan penghubung antara Wally dan Sebastian. Walau begitu, Aniston melakukan tugasnya dengan sangat baik. Sebagai Kassie, Aniston terlihat sangat alami, lucu dan menarik, tidak melelahkan seperti karakter-karakter yang ia perankan di banyak filmnya sebelumnya. Pada satu titik, Anda akan berharap bahwa naskah film ini akan sedikit memberikan porsi lebih banyak pada Aniston karena keberhasilannya dalam menggunakan daya tariknya secara maksimal.

Tidak hanya Aniston, Jason Bateman juga tampil sangat menarik di film ini. Beberapa momen paling lucu di sepanjang jalan cerita The Switch juga datang dari karakter yang ia perankan. Chemistry yang tepat antara dirinya dan Aniston semakin menambah daya tarik film ini. Namun, tak satupun diantara Bateman maupun Aniston yang akan ampu mencuri perhatian seperti yang dilakukan oleh Thomas Robinson. Aktor cilik ini begitu berhasil tampil sebagai bentuk kecil dari Wally – dengan seluruh sikapnya yang moody dan selalu merasa terasing dari dunia. Keluguan yang berhasil diberikan Robinson membuat hubungannya dengan karakter yang diperankan oleh Bateman menjadi terlihat lebih alami dan sanggup membuat setiap penontonnya jatuh hati kepada dirinya. Karakter Sebastian yang diperankan oleh Robinson juga menjadi faktor pemicu bagi penonton dalam menyaksikan pendewasaan karakter Wally, sesuatu yang juga menjadi poin tersendiri bagi The Switch.

Selain ketiga pemeran utamanya, The Switch juga diisi dengan banyak nama-nama pemeran pendukung yang berhasil memberikan warna tersendiri bagi film komedi romantis ini. Well… mungkin jalan cerita film ini tidak memberikan kesempatan bagi Patrick Wilson untuk unjuk gigi, namun Jeff Goldblum dan Juliette Lewis berhasil mencuri perhatian lewat dialog-dialog nakal yang sering dilontarkan oleh karakter yang mereka perankan.

The Switch sendiri bukan hadir tanpa cela. Di dalam perjalanannya, di antara kisah kebingungan Wally untuk mengungkap rahasianya kepada Kassie dengan kisah cinta Kassie yang mulai berkembang dengan karakter Roland, The Switch kemudian terjebak dengan berbagai formula yang selalu diterapkan Hollywood di setiap film-film komedi romantis. Formula ini juga diikuti dengan menurunnya kualitas dialog dan tingkat komedi akibat jalan cerita yang beralih dan lebih berfokus pada kisah drama romantis. Sangat disayangkan, mengingat The Switch kemudian berubah menjadi sedikit membosankan.

Tampil meyakinkan semenjak jalan cerita dimulai, The Switch sayangnya harus kebingungan untuk menentukan bagaimana jalan cerita yang tepat untuk mengakhiri kisah yang telah dimulai dengan sangat dinamis dan menarik, yang akhirnya justru harus menyerah dengan pilihan ending a la film-film komedi romantis Hollywood yang kurang ‘mengikat’ tersebut. Sayang memang, namun chemistry apik yang diberikan Jennifer Aniston dan Jason Bateman, penampilan yang mencuri perhatian dari aktor cilik Thomas Robinson serta kehadiran Jeff Goldblum dan Juliette Lewis sebagai pemeran pendukung rasa-rasanya telah cukup untuk menghidupkan The Switch dan menjadikannya sebagai sebuah komedi romantis yang sangat menarik untuk disimak.

Rating: 3.5 / 5

The Switch (Mandate Pictures/Miramax Films/Lionsgate, 2010)

The Switch (2010)

Directed by Josh Gordon, Will Speck Produced by Jennifer Aniston, Nathan Kahane, Kristen Hahn, Albert Berger, Ron Yerxa Written by Allan Loeb (screenplay), Jeffrey Eugenides (short story) Starring Jennifer Aniston, Jason Bateman, Patrick Wilson, Juliette Lewis, Jeff Goldblum, Thomas Robinson Music by Alex Wurman Cinematography Jess Hall Editing by John Axelrad Studio Mandate Pictures Distributed by Miramax Films/Lionsgate Country United States Language English

2 thoughts on “Review: The Switch (2010)”

  1. sukaaa banget sama Sebastiann.. lucuuuuuu..

    hmm kalo saya sih sukaaa ama filmnya, soalnya ada connection Wally _ Sebastian yang soo sweet dan gak tau ya, bisa ngerasain aja gitu.. hiks.. *lebay yah*

    tapi setuju, film ini recommended kok..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s