Review: After.Life (2010)


Menyaksikan After.Life, sebuah film yang menjadi debut penyutradaraan dari sutradara Agnieszka Wojtowicz-Vosloo, akan memberikan dua pemikiran yang berbeda bagi penontonnya. Beberapa orang akan memandang kagum atas kemampuan Wojtowicz-Vosloo dalam mengarahkan dua bintangnya, Liam Neeson dan Christina Ricci, untuk bermain sangat bagus dan menciptakan sebuah film horror yang memiliki atmosfer gelap dan cukup mencekam. Sementara itu, sebagian lagi akan meragukan kualitas film ini dan meletakkannya sebagai sebuah film yang terlalu absurd untuk diterima akal sehat.

Penilaian itu tergantung dari bagaimana penonton menilai penggambaran berbagai hal yang terjadi pada karakter Anna Taylor (Christina Ricci) setelah ia tahu bahwa ia telah dinyatakan meninggal dunia akibat sebuah kecelakaan. Tentu saja, Anna langsung menyangkal bahwa dirinya telah meninggal dunia. Maksudnya, jika ia telah meninggal dunia, mengapa ia bisa berinteraksi dan berkomunikasi dengan Eliot Deacon (Liam Neeson), seorang pria yang mengaku sebagai seorang pengurus rumah pemakaman dan saat ini bertugas untuk menangani jenazah tubuh Anna.

Eliot sendiri menyatakan bahwa bukan Anna yang masih memiliki kehidupan, namun dirinyalah yang memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan mereka yang sedang berada pada fase perpindahan menuju alam kematian. Walau terus menerus mencoba melawan dan menyangkal, perlahan-lahan Anna mulai menerima bahwa dirinya memang telah meninggal dunia. Anna justru kemudian merasa bersyukur bahwa kehidupannya telah usai mengingat betapa dirinya sangat menderita ketika ia masih hidup.

Di saat yang sama, kekasih Anna, Paul Coleman (Justin Long), mulai mencurigai keberadaan Eliot yang misterius. Ia curiga bahwa Anna sebenarnya belum meninggal dunia namun ditahan oleh Paul di ruang bawah tanah rumah pemakaman yang ia miliki. Paul akhirnya mencoba segala cara untuk dapat menemui jenazah Anna dan membuktikan pada semua orang bahwa kekasihnya sebenarnya masih belum meninggal dunia.

Jadi… apakah sebenarnya Anna masih hidup? Pertanyaan inilah yang terus berputar di sepanjang After.Life berjalan. Wojtowicz-Vosloo, yang menulis naskah film ini bersama Paul Vosloo dan Jakub Korolczuk, mencoba mempermainkan pemikiran para penontonnya untuk dapat mengira bahwa Anna sebenarnya masih hidup dan dijebak oleh Paul lewat beberapa detil dan petunjuk yang diberikannya di dalam jalan cerita film ini. Namun, di lain pihak, penonton tidak diberikan bukti yang cukup untuk membuktikan opini mereka tentang nasib Anna.

Sayangnya, premis yang awalnya terlihat cukup menarik ini kemudian lama-kelamaan semakin terlihat tidak mampu dikembangkan dengan cukup baik. Beberapa detil yang pada awalnya telah dipaparkan di awal film — seperti hubungan Anna dengan ibunya, latar belakang Eliot yang sebenarnya, hingga alasan Eliot untuk terus ‘mempertahankan’ Anna — justru menghilang di tengah-tengah penceritaan film dan tidak mendapatkan penjelasan yang cukup. Ini membuat jalan cerita After.Life menjadi seperti menggantung dan mengurangi intensitas cerita yang ingin ditampilkan.

Walau Justin Long sepertinya melakukan pengulangan peran yang pernah ia lakukan sebelumnya di film thriller Drag Me To Hell, namun dua pemeran utama lainnya, Liam Neeson dan Christina Ricci benar-benar menjadi nyawa utama film ini. Neeson, walaupun tidak banyak melakukan dialog, mampu memberikan tingkat ‘kengerian’ sendiri dari karakternya  sebagai seorang pengurus rumah jenazah. Dingin, kaku dan menyimpan misteri yang akan membuatnya menjadi salah satu karakter yang mungkin tidak ingin Anda temui di dunia nyata.

Sementara Ricci sepertinya semakin tenggelam dengan peran-peran yang memiliki karakter gelap, seperti yang juga pernah ia tunjukkan dari awal karirnya di film The Addams Family (1991) hingga film, Black Snake Moan (2006). Bahkan, seperti halnya di film terakhir, Ricci semakin nyaman untuk tampil berkeliaran tanpa busana di sepanjang film. Bukan sekedar tampil tanpa busana, karena Ricci sendiri di film ini mampu tenggelam dengan karakter Anna yang tampil kebingungan untuk membedakan dunia nyata dan dunia arwah di sepanjang film.

Cukup disayangkan memang ketika mengetahui premis film ini yang terdengar cukup menjanjikan ternyata hanya mampu tereksekusi dengan benar hingga separuh dari durasi film. Sutradara Agnieszka Wojtowicz-Vosloo kemudian terlihat kebingungan dalam memilih untuk mempertahankan alur cerita yang sedang atau meningkatkannya untuk menambah intensitas film. Wojtowicz-Vosloo kemudian memilih untuk meningkatkannya, yang dilakukan dengan banyak adegan yang justru merusak kerapian cerita yang telah terbentuk sejak awal. Walau begitu, sebagai sebuah karya pertama, After.Life cukup menjanjikan bagi seorang Wojtowicz-Vosloo, yang mampu mengarahkan dua bintang utamanya, Liam Neeson dan Christina Ricci, dengan sangat baik serta memberikan tampilan gelap yang cukup mencekam di sepanjang film.

Rating: 3 / 5

After.Life (Lleju Productions/Harbor Light Entertainment/Plum Pictures/Anchor Bay Entertainment, 2010)

After.Life (2010)

Directed by Agnieszka Wojtowicz-Vosloo Produced by Bill Perkins, Brad Michael Gilbert, Celine Rattray Written by Agnieszka Wojtowicz-Vosloo, Paul Vosloo, Jakub Korolczuk Starring Christina Ricci, Liam Neeson, Justin Long, Josh Charles, Celia Weston, Chandler Canterbury Music by Paul Haslinger Cinematography Anastas N. Michos Editing by Niven Howie Studio Lleju Productions/Harbor Light Entertainment/Plum Pictures Distributed by Anchor Bay Entertainment Running time 104 mins Country United States Language English

7 thoughts on “Review: After.Life (2010)”

    1. @go_gle dan @wahyoo:

      Hmmm… premis itu seperti ‘apa yang ditawarkan sebuah film’ jika diceritakan secara singkat. Film ini menawarkan premis mengenai ‘seseorang yang terjebak di antara dunia kehidupan dan kematia dan berusaha menentukan apakah dirinya benar-benar telah mati.’

      Seperti itu deh, kira-kira…😀

  1. klo menurut saya dari judulnya yaitu after.life dapat disimpulkan bhw anna ketika tiba di rumah jenazah hidup kembali setelah dokter menyatakan meninggal, jika anna meninggal di rumah jenazah dan seolah2 dia merasa masih hidup (dalam kondisi hantu) maka kemungkinan judulnya adalah after dead…dan pria pengurus jenazah adalah seorang psikopat, anna sebenarnya hidup kembali setelah dia di dalam peti bercermin dan ternyata nafsnya menyisakan tanda di cermin, jika anna adalah hantu maka tdk ada nafas meskipun seolah2 hidup.

  2. betul bro….lagian jg pria pengurus jenazah itu memakai obat2an untuk membius anna,klo kita fikir ngapain pengurus jenasah melakukan itu,secara dia mengatakan hax dia yang bisa melihat anna berbicara…pengurus jenasah itu seorang psikopat bro….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s