Review: The Sorcerer’s Apprentice (2010)


Sukses besar dengan franchise National Treasure ternyata membuat Walt Disney Pictures kembali membentuk kerjasama dengan produser Jerry Bruckheimer dan sutradara Jon Turteltaub. Tak lupa turut membawa juga aktor Nicolas Cage untuk duduk di kursi pemeran utama, Walt Disney akhirnya memilih The Sorcerer’s Apprentice, yang merupakan sebuah adaptasi bebas dari salah satu segmen di film animasi buatan mereka, Fantasia (1940), untuk dapat dikembangkan sebagai sebuah franchise film baru di masa yang akan datang.

Seperti halnya National Treasure, yang memiliki jalan cerita yang familiar dengan kisah-kisah petualangan Indiana Jones, The Sorcerer’s Apprentice juga menawarkan plot cerita yang dapat dikatakan sangat familiar dengan banyak kisah-kisah sejenis yang pernah ditampilkan sebelumnya: seorang pria penyendiri yang menemukan dirinya memiliki sebuah kemampuan khusus yang kemudian membantunya untuk mencapai sesuatu yang selama ini hanya ia impi-impikan. Jay Baruchel, yang berperan sebagai pria penyendiri tersebut di film ini, bahkan telah memerankan karakter yang memiliki sifat yang sama sebanyak dua kali dalam film She’s Out of My League dan How to Train Your Dragon sepanjang tahun ini.

Tentu saja, perlu seorang karakter lain yang membantu karakter sang pria penyendiri tersebut untuk mengetahui potensi dirinya. Disinilah cerita tersebut melibatkan aktor Nicolas Cage, yang berperan sebagai Balthazar Blake, seorang penyihir yang telah hidup sekian lama untuk melindungi dunia dari serangan Maxim Horvath (Alfred Molina), sekaligus mencari seorang pemuda yang seperti menurut informasi dari gurunya, Merlin (James A Stephens), memiliki kemampuan khusus untuk melenyapkan Morgana le Fay (Alice Krige), penyihir penjahat yang menjadi musuh besar Merlin selama ini.

Takdir kemudian membawa Balthazar pada Dave Stutler (Jay Baruchel), yang walau dengan penampilannya yang sangat biasa, ternyata merupakan seorang pemuda yang telah dicari-cari oleh Balthazar selama ini. Balthazar akhirnya menjadikan Dave sebagai muridnya, mengajarkannya berbagai kemampuan teknik sihir sekaligus mempersiapkan dirinya untuk menghadapi berbagai serangan dari Maxim yang berusaha membentuk kekuatan kembali bersama Morgana.

Untuk menambah besar daya tarik film ini ke pangsa pasar yang lebih luas, tentu saja, The Sorcerer’s Apprentice tidak lupa turut menyisipkan kisah romansa dari dua karakter utamanya. Jika Dave dikisahkan berusaha kembali mengejar cinta dari teman semasa kecilnya, Becky Barnes (Teresa Palmer), maka Balthazar juga memiliki misi tersembunyi yakni berusaha untuk menolong Veronica (Monica Bellucci), seorang penyihir wanita yang juga murid dari Merlin yang kini sedang terjebak di dalam sebuah guci akibat usahanya untuk melindungi Balthazar.

Walau The Sorcerer’s Apprentice pada awalnya berputar pada karakter-karakter di kehidupan Balthazar di masa lampau, secara perlahan film ini memberikan porsi yang lebih banyak kepada karakter Dave. Sayangnya, di tangan Jay Baruchel, karakter Dave sama sekali tidak terlihat menarik dan mampu menarik simpati penontonnya. Tentu saja, karakterisasi Dave yang penyendiri dengan fisik yang sama sekali tidak menunjukkan bakat sebagai seorang pahlawan merupakan karakterisasi yang telah tertulis dan harus diperankan oleh Baruchel. Namun, apa yang ditampilkan oleh Baruchel di sepanjang film ini ternyata malah membuat karakter Dave terlihat lemah dan seringkali menyebalkan dengan segala keterbatasannya.  Baruchel tidak memiliki daya tarik dan kharisma yang kuat untuk ditempatkan sebagai aktor utama dalam film yang membutuhkan banyak penampilan dari sang aktor utama.

Lemahnya sisi penulisan naskah sangat dapat dirasakan dari banyaknya dialog-dialog dangkal yang hadir di sepanjang film serta berbagai dialog yang seharusnya mampu terdengar lucu namun ternyata gagal dieksekusi dengan baik dan berakhir menjadi terdengar aneh. Alur cerita film ini juga berjalan sangat tidak teratur. Penonton dapat merasakan bahwa mereka dibawa dalam sebuah alur cerita yang berjalan cukup cepat pada satu adegan, namun secara tiba-tiba alur cerita tersebut melambat dan akhirnya buyar dengan akhir yang tidak jelas sebelum memulai sebuah alur cerita adegan baru.

Sama seperti hal yang terjadi pada Percy Jackson and the Lightning Thief, The Sorcerer’s Apprentice juga mendapatkan keunggulannya dari para jajaran pemeran pendukungnya, yang terdiri dari jajaran aktor dan aktris senior, yang tampil tidak dalam durasi yang lama namun mampu memanfaatkan kehadiran mereka dengan sangat baik. Entah apa jadinya jika film ini hadir tanpa kehadiran Nicolas Cage dan Alfred Molina, yang mampu menghidupkan suasana setiap kali karakter mereka muncul di dalam jalan cerita. Tampilan visual effect di film ini juga dapat dimasukkan di dalam daftar keunggulan The Sorcerer’s Apprentice. Walau hanya banyak digunakan secara maksimal ketika dalam setiap adegan pertarungan antara Balthazar-Dave dengan Maxim, serta di beberapa menit penghujung film, namun hasil tampilan visual effect film ini tidak mengecewakan.

Sama sekali tidak ada yang baru di The Sorcerer’s Apprentice. Berbagai adegan dan jalan cerita yang hadir di sini sangat patuh pada aturan Hollywood mengenai jalan cerita sebuah film petualangan yang dihadirkan untuk pangsa pasar keluarga dan penonton muda. Namun dengan apa yang ditampilkan di film ini, dialog yang kelewat dangkal dan akting yang sama sekali jauh dari mengesankan, The Sorcerer’s Apprentice tampil sangat membosankan, tanpa arti dan sepertinya benar-benar hanya akan dapat dinikmati oleh para penonton muda.

Rating: 2.5 / 5

The Sorcerer's Apprentice (Jerry Bruckheimer Films/Saturn Films/Walt Disney Pictures, 2010)

The Sorcerer’s Apprentice (2010)

Directed by Jon Turteltaub Produced by Jerry Bruckheimer Written by Doug Miro, Carlo Bernard, Matt Lopez (screenplay), Matt Lopez, Lawrence Konner, Mark Rosenthal (screen story), Johann Wolfgang von Goethe (poem) Starring Nicolas Cage, Jay Baruchel, Alfred Molina, Monica Bellucci, Teresa Palmer, Alice Krige, Toby Kebbell, James A Stephens Music by Trevor Rabin Cinematography Bojan Bazelli Editing by William Goldenberg Studio Jerry Bruckheimer Films/Saturn Films Distributed by Walt Disney Pictures Running time 110 mins. Country United States Language English

3 thoughts on “Review: The Sorcerer’s Apprentice (2010)”

  1. Saya terhibur sih dengan film ini, but just like you said, Baruchel isn’t a perfect guy for this role because he just being himself gak sih?
    pemeran dave kecil malah jauh lebih bisa act, sayang banget deh, padahal skripnya lumayan lucu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s