Review: When In Rome (2010)


Pertanyaan: Apakah membuat sebuah film romantic comedy yang benar-benar lucu namun tetap romantis adalah sebuah hal yang sangat sulit dilakukan di zaman kemajuan internet seperti saat ini? Mungkin saja. Namun yang jelas, Hollywood sepertinya semakin kesulitan untuk menghasilkan film-film romantic comedy berkelas yang mampu menyaingi kualitas While You Were Sleeping (1995), When Harry Met Sally… (1989) atau mungkin Notting Hill (1999).

Penonton juga seharusnya tidak berharap banyak dari When In Rome. Selain menawarkan para pemeran utama yang bertampang tampan dan jelita, film ini nyaris tidak memberikan kontribusi apa-apa selain hanya menambah panjang daftar film-film romantic comedy berkualitas kurang memuaskan (baca: buruk). Penyebabnya sendiri dapat dengan mudah ditemukan pada naskah film ini yang tidak memiliki plot cerita yang jelas, tidak memiliki karakterisasi yang kuat hingga well… tidak memiliki tujuan yang jelas mengenai apa yang ingin disampaikan film ini sendiri.

When In Rome sendiri mengisahkan perjuangan Beth (Kristen Bell), seorang kurator museum yang begitu ambisius sehingga hampir tidak menyadari bahwa ada dunia lain selain dunia pekerjaan yang selalu ia geluti. Kejutan datang ketika adiknya, Joan (Alexis Dziena), memberi tahu Beth bahwa dirinya akan segera menikah. Walau berpendapat bahwa pernikahan Joan dengan Umberto (Luca Calvani), pria Italia yang baru ia kenal itu, adalah sebuah tindakan yang terburu-buru, Beth akhirnya menyetujui rencana pernikahan yang akan dilangsukngkan di Roma, Italia tersebut.

Perasaan bahwa cinta adalah suatu hal yang tak mungkin dapat ia raih seakan sirna ketika Beth bertemu Nick (Josh Duhamel), pria tampan yang menjadi pendamping Umberto. Perkenalan singkatnya dengan Nick telah cukup meyakinkan hati Beth bahwa ia mampu untuk jatuh cinta lagi. Namun, sesingkat itu pula perasaan cinta itu kemudian hilang ketika ia melihat Nick mencium seorang wanita lain. Sambil mabuk, Beth kemudian mengutip lima koin yang terdapat di dasar  sebuah fountain of love dan kemudian membawanya pulang.

Sekembalinya ke New York, Nick sendiri mencoba kembali mendekati Beth. Setelah Nick meyakinkan bahwa wanita yang ia cium bukanlah seseorang yang spesial, Beth akhirnya mulai merasakan chemistry yang tepat kembali hadir diantara dirinya dan Nick. Sialnya, Beth secara tiba-tiba diikuti oleh empat pria asing, Antonio (Will Arnett), Lance (Jon Heder), Gale (Dax Shepard) dan Al Russo (Danny DeVito), yang keempatnya mengaku jatuh cinta dengan Beth. Ternyata empat pria tersebut adalah empat pria yang koinnya telah diambil oleh Beth dari dasar fountain of love. Kini, Beth harus menemukan cara bagaimana agar keempat pria tersebut dapat menyadari bahwa mereka telah melakukan kesalahan dengan mengejar cinta Beth.

Tentu, semua orang tahu bagaimana sebuah film romantic comedy akan berakhir. Namun, tentu saja ending cerita bukanlah sebuah hal yang paling dinantikan ketika menyaksikan film-film bergenre ini. Perjalanan menuju bagian ending itulah yang menjadi daya tarik utama dari sebuah film romantic comedy. Perjalanan dimana penontonnya dapat merasa terhibur dengan guyonan-guyonan segar dari dialog yang terlontar, merasa jatuh cinta dengan karakter yang ada di dalam ceritanya serta terhanyut mengikuti kisah cinta dua tokoh utamanya. Dalam kasus When In Rome, satupun diantara hal tersebut tersebut sama sekali tidak terjadi.

Yang paling dapat dirasakan semenjak awal adalah Kristen Bell bukanlah pasangan yang paling tepat untuk dipasangkan dengan aktor Josh Duhamel. Selain faktor tinggi badan yang terlampau jauh — sehingga seringkali terlihat mengganggu — chemistry keduanya benar-benar tidak tampak di sepanjang film. Bell dan Duhamel terlihat hanya sekedar memainkan peran mereka berdua tanpa berusaha agar kedua karakter yang mereka perankan dapat terlihat saling menggilai satu sama lain.

Dan tentu saja, di perjalanan ketika menyaksikan film ini, beberapa penonton akan mulai merasakan bagaimana dangkalnya naskah cerita film ini. Mulai dari seluruh karakter yang terdapat di dalam cerita yang benar-benar tidak memiliki daya tarik untuk dapat mempertahankan fokus para penontonnya, hingga plot cerita yang cenderung merumitkan permasalahan yang sebenarnya dapat diselesaikan dengan mudah menyebabkan When In Rome benar-benar melelahkan, bahkan dengan durasi 91 menit yang disediakan untuk menceritakan kisahnya. Film ini pada dasarnya hanya mengisahkan karakter Beth yang dikejar-kejar oleh empat orang pria asing — yang bahkan tanpa kehadiran pria setampan Nick-pun pasti akan ditolak oleh wanita manapun, ketika Beth mulai mempelajari bahwa dirinya dapat jatuh cinta kembali. Plot itulah yang terus menerus diceritakan film ini berulang kali dengan cara yang berbeda di sepanjang film ini.

Menghibur? Sama sekali tidak. Bahkan kehadiran sederetan akor yang memiliki reputasi komedi yang cukup baik seperti Will Arnett, Dax Shepard, Jon Heder dan Danny DeVito, tidak mampu mengangkat dialog-dialog komikal cheesy di film ini untuk menjadi lebih terdengar berkualitas. Aktris Anjelica Huston juga tampil sebagai pendukung di film ini. Juga tidak berpengaruh banyak. Perannya sebagai bos yang kejam bagi Beth — ditambah dengan minimnya waktu bagi Huston untuk mengembangkan karakternya — sepertinya akan langsung dianggap sebagai tiruan murahan dari akting Meryl Streep sebagai Miranda Priestly di The Devil Wears Prada.

Naskah cerita When In Rome yang sangat dangkal sepertinya telah benar-benar menghancurkan peluang film ini untuk mengembangkan diri dan memberikan sajian hiburan tersendiri bagi para penontonnya. Tidak pernah benar-benar romantis dan memang benar-benar tidak pernah menawarkan sebuah sajian komedi yang menghibur, When In Rome tersudut menjadi sebuah film yang tidak menawarkan apa-apa selain menawarkan keindahan tampang dua pemerannya serta sesekali keindahan latar belakang lokasi pengambilan gambar yang dilakukan di Roma, Italia. Shame on!

Rating: 2 / 5

When In Rome (Touchstone Pictures, 2010)

When In Rome (2010)

Directed by Mark Steven Johnson Produced by Mark Steven Johnson, Gary Foster, Andrew Panay Written by Mark Steven Johnson, David Diamond, David Weissman Starring Kristen Bell, Josh Duhamel, Will Arnett, Jon Heder, Dax Shepard, Danny DeVito, Anjelica Huston, Don Johnson, Lee Pace, Alexis Dziena, Luca Calvani Music by Christopher Young Cinematography John Bailey Editing by Ryan Folsey Distributed by Touchstone Pictures Running time 91 minutes Country United States Language English

One thought on “Review: When In Rome (2010)”

  1. kalo menurut saya,romantic comedy terbagus dan smart so far cuma when harry met sally dan….definitely maybe!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s