Review: A Nightmare on Elm Street (2010)


Freddy Krueger is back! Setelah terakhir kali difilmkan oleh sutradara Ronny Yu lewat Freddy vs. Jason pada tahun 2003, kini Michael Bay dengan perusahaan produksinya, Platinum Dunes, kembali memfilmkan salah seorang karakter horror paling populer di Hollywood ini dengan maksud melakukan reboot terhadap franchise A Nightmare on Elm Street yang pertama kali dirilis pada tahun 1984 dengan Wes Craven sebvagai sutradaranya.

Memilih Samuel Bayer, yang sebelumnya lebih dikenal sebagai seorang sutradara video musik, untuk duduk di kursi sutradara, versi teranyar dari A Nightmare on Elm Street ini melakukan langkah yang cukup besar dengan menggantikan pemeran karakter Freddy Krueger. Posisi yang biasa diperankan oleh Robert Englund semenjak tahun 1984, kini akhirnya digantikan oleh aktor peraih nominasi Academy Award, Jackie Early Haley. Untuk naskah cerita, draft naskah cerita awal film ini dikerjakan oleh Wesley Strick (Doom, The Glass House) sebelum akhirnya direvisi oleh Eric Heisserer.

Masih menggunakan formula yang sama seperti yang telah diterapkan versi awal dari film ini, A Nightmare on Elm Street dibuka dengan adegan Dean Russell (Kellan Lutz) yang mengalami berbagai mimpi menyeramkan mengenai seorang pria yang hendak membunuhnya dan membuatnya telah tidak tidur dalam beberapa hari terakhir. Tentu saja, seperti orang normal lainnya, kekasihnya, Kris Fowles (Katie Cassidy), mengatakan bahwa hal tersebut hanyalah sebuah bunga tidur yang tidak berarti apa-apa. Namun kenyataannya, beberapa menit kemudian, ketika Dean tertidur, ia terbunuh dengan cara, yang bagi orang lain, terlihat seperti ia menggorok lehernya sendiri.

Hal ini, tentu saja memberikan trauma tersendiri bagi Kris. Ketika pemakaman Dean, Kris melihat sebuah foto dirinya bersama Dean ketika masa kecil, sebuah hal yang bagi Kris terasa sangat aneh karena ia merasa tidak mengenal Dean di masa kecilnya. Ketika dirinya mulai dihantui oleh mimpi yang sama seperti yang dialami oleh Dean, Kris kemudian ditemani oleh mantan kekasihnya, Jesse Braun (Thomas Dekker). Sayangnya, hal tersebut tak mencegah Kris untuk dapat terbunuh dalam mimpinya.

Berada di lokasi kejadian, tentu saja Jesse yang menjadi tersangka pembunuhan Kris. Sebelum akhirnya ia ditangkap oleh pihak kepolisian, Jesse melarikan diri ke rumah Nancy Holbrook (Rooney Mara), yang pernah mengatakan bahwa ia mengerti apa maksud mimpi Dean. Disana, Jesse mengungkapkan bahwa dirinya juga telah ditemui oleh pria yang sama dalam mimpinya, yang mengaku bernama Freddy (Jackie Earle Haley). Nancy, yang telah lama mengalami mimpi tersebut, bersama temannya, Quentin Smith (Kyle Gallner), harus berusaha memecahkan misteri mengenai siapa pria yang ada di dalam mimpi tersebut dan mengapa mereka dijadikan sasaran pembunuhannya.

Jauh sebelum melakukan reboot terhadap A Nightmare on Elm Street, rumah produksi Platinum Dunes milik Michael Bay juga telah melaukan hal yang sama terhadap beberapa franchise horror lainnya seperti The Texas Chainsaw Massacre, The Amytiville Horror dan Friday the 13th, yang kebanyakan mendapatkan banyak kritikan tajam dari kritikus film dunia. A Nightmare on Elm Street sepertinya akan memiliki nasib kualitas yang tak jauh berbeda dari film-film tersebut.

Mengingat ini adalah sebuah versi reboot, dimana kisah film ini akan dimulai dari awal, maka A Nightmare on Elm Street sepertinya juga turut ingin sedikit memfokuskan diri pada karakter Freddy Krueger, dan hal yang menyebabkan menjadi seorang pembunuh berdarah dingin. Tampilan Jackie Earle Haley, yang ditutupi oleh sekian bvanyak lapisan tata rias, sebagai Freddy, harus diakui lebih gelap daripada apa yang telah ditampilkan oleh Robert Englund sebelumnya. Walau begitu, karena secara keseluruhan film ini tidak hanya berfokus pada karakter dirinya, kemampuan Haley dalam membawakan karakter Freddy sepertinya menjadi tidak terlalu dapat dirasakan perubahannya.

Dari sisi naskah cerita, film ini sepertinya tidak mengalami perubahan banyak. Sepertinya A Nightmare on Elm Street sendiri telah memiliki pangsa pasar tersendiri, yang telah tahu apa yang akan mereka dapatkan ketika menyaksikan film ini. Untuk mereka, yang hanya ingin menyaksikan sekelompok pemuda mati secara sadis secara bergiliran, tanpa mementingkan sisi lain dari cerita, A Nightmare on Elm Street cukup menjanjikan. Namun bagi sebagian lainnya tentu akan menganggap formula film ini sudah sangat ketinggalan dan tidak begitu layak lagi untuk diangkat kembali pada saat ini.

Jika ingin mencari kredit lebih untuk film ini, tampilan visual A Nightmare on Elm Street di sepanjang filmnya dapat diberikan penilaian khusus. Memberikan nuansa gelap dan terkesan lebih misterius, beberapa adegan ternyata cukup berhasil memberikan kesan menyeramkan. Ditambah dengan tata musik dari Steve Jablonsky yang cukup tertata dengan baik, beberapa adegan tersebut menjadi lebih efektif bagi para penontonnya.

Tidak menawarkan hal yang baru bagi penontonnya selain, mungkin, tampil dengan visualisasi yang lebih elegan dari film-film sebelumnya, A Nightmare on Elm Street tidak akan mampu berbuat banyak bagi mereka yang mengharapkan adanya perubahan baru dan sebuah horror tersendiri bagi franchise ini. Untungnya, jajaran pemeran film ini tidak tampil dengan sangat buruk dalam memerankan karakternya. Bagi mereka yang hanya ingin menyimak sebuah cerita horror ringan tanpa mengindahkan faktor-faktor kualitas lainnya, A Nightmare on Elm Street mungkin masih dapat bekerja dengan baik. Tidak lebih.

Rating: 2.5 / 5

A Nightmare on Elm Street (Platinum Dunes/New Line Cinema, 2010)

A Nightmare on Elm Street (2010)

Directed by Samuel Bayer Produced by Michael Bay, Andrew Form, Brad Fuller Written by Wesley Strick, Eric Heisserer (screenplay), Wes Craven (original characters) Starring Jackie Earle Haley, Kyle Gallner, Rooney Mara, Katie Cassidy, Thomas Dekker, Kellan Lutz Music by Steve Jablonsky, Charles Bernstein (themes) Cinematography Jeff Cutter Editing by Glen Scantlebury Studio Platinum Dunes Distributed by New Line Cinema Running time 95 minutes Country United States Language English

5 thoughts on “Review: A Nightmare on Elm Street (2010)”

  1. pdhl pgn liat freddy krueger nya neh…

    krn reboot dr PH horror nya si michael bay gw tau deh bakal kek apa😀. soal nya kmrn2 film2 nya gt2 molo seh…

    tp se enggak nya kangen2an ama freddy krueger lah yaaa…

    hahahahahaha…

  2. Katie Cassidy kayaknya langganan horor remake. Setelah When Stranger Calls dan Black Christmas, kali ini Nightmare On Elm Street. Kira2 nanti dia ikut proyek remake apa lagi?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s