Review: The Girl with the Dragon Tattoo (2009)


Di tahun 2009, film thriller asal Swedia, The Girl with the Dragon Tattoo menjadi film terlaris di Eropa di sepanjang tahun tersebut. Selain sukses secara komersial, film ini juga sempat menerima banyak penghargaan di berbagai ajang festival film Eropa. Kabar kemudian menyebutkan bahwa sutradara David Fincher (Seven) telah bekerjasama dengan penulis naskah Steven Zaillan (Schindler’s List) untuk membuat versi Hollywood dari film ini dan dirilis pada tahun 2012 mendatang.

Melihat apa yang telah Fincher lakukan terhadap Seven (atau Zodiac), sepertinya wajar saja jika ia tertarik dengan The Girl with the Dragon Tattoo. Dua film ini sama-sama memiliki jalan cerita yang sama: mengungkap berbagai rentetan misteri pembunuhan. Di Eropa, film ini menjadi terkenal karena merupakan adaptasi dari sebuah novel laris berjudul sama karya almarhum Stieg Larsson. The Girl with the Dragon Tattoo sendiri merupakan seri pertama dari tiga novel Larsson yang dikenal sebagai Millennium Trilogy.

The Girl with the Dragon Tattoo sendiri mengisahkan mengenai seorang jurnalis, Mikael Blomkvist (Michael Nyqvist), yang disewa oleh seorang pengusaha kaya, Henrik Vanger (Sven-Bertil Taube), untuk menyelidiki kasus hilangnya keponakannya, Harriett Vanger (Julia Sporre), yang ia duga telah tewas terbunuh. Kebetulan, karena ayah Mikael pernah bekerja di perusahaan Henrik, Harriett dulunya pernah mengasuh Mikael di saat kecil. Henrik sendiri mencurigai keluarga besarnya sebagai dalang pembunuhan Harriett atas dasar perebutan harta keluaraga mereka.

Kasus hilangnya Harriett sendiri telah berada di tangan kepolisian selama 40 tahun. Namun karena tidak menemukan bukti dan perkembangan lebih lanjut, kasus ini akhirnya mengendap begitu saja. Mikael sendiri menemukan kesulitan pada awalnya karena bukti dan bahan penyelidikan yang ia miliki sangatlah minim. Henrik sendiri mengaku tidak tahu menahu mengenai siapa anggota keluarganya yang paling ia curigai, namun bersikeras bahwa pembunuh Harriett ada di salah satu dari mereka.

Di tangan Mikael, kasus ini sempat menemui jalan buntu. Hingga akhirnya Mikael mendapatkan sebuah e-mail dari Lisbeth Salander (Noomi Rapace). Wanita yang bermasalah ini merupakan seorang hacker profesional yang dulunya sempat memata-matai kegiatan Mikael atas sewaan Henrik Vanger. Setelah selesai, ternyata Lisbeth terus mengawasi kegiatan Mikael dan menemukan bahwa Mikael sedang berusaha memecahkan kasus pembunuhan Harriett. Berdasarkan e-mail yang ia terima, Mikael akhirnya mengajak wanita yang memiliki sebuah tato naga di punggungnya ini untuk bekerjasama.

Keterlibatan Lisbeth ternyata sangat membantu perkembangan penyelidikan yang dilakukan oleh Mikael. Ia kini menemukan fakta bahwa Harriett kemungkinan dibunuh karena ia mengetahui beberapa kasus pembunuhan yang juga tidak pernah diselesaikan oleh pihak kepolisian. Penyelidikan kasus yang dilakukan Mikael dan Lisbeth sendiri ternyata tidak disukai oleh seseorang. Lewat beberapa kali percobaan, ia mencoba untuk menggagalkan penyelidikan dan menghilangkan nyawa Mikael. Kini, Mikael tidak hanya harus berusaha memecahkan persoalan tersebut. Ia juga harus menyelamatkan hidupnya dari seseorang yang tak ingin kasus tersebut terselesaikan.

Walau berasal dari Eropa, The Girl with the Dragon Tattoo yang diarahkan oleh sutradara Niels Arden Oplev ini sendiri sepertinya tidak akan menemukan kesulitan untuk dinikmati mereka yang terbiasa dengan film-film thriller bertema kejahatan karya Hollywood. Ini karena The Girl with the Dragon Tattoo memanfaatkan cara penceritaan Hollywood di dalam proses penceritaan filmnya. Dengan durasi 152 menit, memang, membutuhkan sedikit kesabaran untuk dapat menikmati film ini. The Girl with the Dragon Tattoo sendiri seperti mulai terasa hidup setelah film ini berjalan selama 30 menit dan baru benar-benar bergerak maju setelah mencapai kira-kira 60 menit durasi penayangannya.

Walau begitu, bukan berarti film ini akan membuat Anda merasa jenuh sebelum masa tayangnya mencapai durasi yang disebutkan diatas. Anda akan diberikan beberapa sub plot mengenai kehidupan Lisbeth Salander, khususnya mengenai perlawananannya terhadap polisi pengawasnya yang ternyata memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan seks-nya.

Penampilan Noomi Rapace sebagai Lisbeth Salander juga merupakan sebuah hal yang sangat mengagumkan di sepanjang film ini, Lisbeth bukanlah seorang karakter yang banyak berbicara. Dengan penampilannya yang gothic, ia lebih banyak menunjukkan sikapnya melalui berbagai ekspresi tubuhnya. Dan Rapace, sebagai pemaran Lisbeth, mampu melakukan hal tersebut dengan sangat baik. Lewat Rapace, Lisbeth bukan hanya seorang wanita yang tampil dengan dandanan eksentrik untuk menutupi masa lalunya. Rapace membuat Lisbeth mampu terlihat rapuh lewat ekspresi wajahnya walauoun dengan penampilan yang sangat tangguh tersebut.

Sama dengan bukunya, versi film The Girl with the Dragon Tattoo juga menampilkan beberapa adegan yang mungkin cukup mengganggu para penontonnya. Namun, hal tersebut bukanlah akan mengurangi penilaian baik akan film ini. Berbagai adegan mengganggu tersebut justru memperkuat posisi The Girl with the Dragon Tattoo sebagai sebuah film thriller kejahatan yang berbeda dengan film-film lainnya. Film ini dengan pintarnya berhasil memadukan gaya penceritaan yang pintar dengan sisi komersial yang mungkin selama ini telah ada di film-film ber-genre sama sebelumnya. Hasilnya, tentu saja The Girl with the Dragon Tattoo menjadi sebuah film pintar yang dapat menghibur para penontonnya.

Seks, adegan sadis, Nazi dan hmmm… mengambil beberapa bagian Injil dalam penceritaannya, membuat penonton akan dapat dengan mudah melupakan durasi 152 menit film ini.  Membutuhkan sedikit kesabaran untuk dapat menikmati film ini di bagian awal, namun setelahnya, The Girl with the Dragon Tattoo akan membawa Anda pada petualangan pintar menyibak rahasia kelam sebuah keluarga dengan aksi yang memikat dari Mikael Blomkvist dan pasangannya yang eksentrik, dan menjadi pusat perhatian film ini, Lisbeth Salander. Beberapa bagian drama memang sedikit mengurangi kenikmatan itu, namun secara keseluruhan, Anda menjadi tidak akan sabar melihat apa yang akan dilakukan David Fincher pada film yang sepertinya memang menjadi genre jagoannya ini.

Rating: 4 / 5

The Girl with the Dragon Tattoo (Music Box Films, 2009)

The Girl with the Dragon Tattoo (2009)

Directed by Niels Arden Oplev Produced by Søren Stærmose Written by Nikolaj Arcel, Rasmus Heisterberg (screenplay), Stieg Larsson (novel) Starring Michael Nyqvist, Noomi Rapace, Sven-Bertil Taube, Peter Haber, Marika Lagercrantz, Björn Granath, Ingvar Hirdwall, Peter Andersson, Michalis Koutsogiannakis, Ewa Fröling, Gunnel Lindblom, Gösta Bredefeldt, Stefan Sauk, Jacob Ericksson, Sofia Ledarp, David Dencik, Georgi Staykov, Julia Sporre Music by Jacob Groth Cinematography Eric Kress, Jens Fischer Editing by Anne Østerud Distributed by Music Box Films Running time 152 minutes Country Sweden, Denmark, Germany Language Swedish

3 thoughts on “Review: The Girl with the Dragon Tattoo (2009)”

  1. aku uda baca 2 novel trilogi ini, dan bener-bener jatuh cinta ma 2 tokoh utamanya, terutama Salander. Sayang belum sempet nonton filmnya, semoga sama bagusnya dengan novelnya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s