Review: Menebus Impian (2010)


Menebus Impian adalah sebuah film drama terbaru karya sutradara pemenang Piala Citra, Hanung Bramantyo. Film ini sendiri sempat menjadi pembicaraan hangat di beberapa forum internet karena kabar yang mengatakan pendanaan film ini berasal dari sebuah perusahaan Multi Level Marketing yang ingin menjadikan film ini sebagai bagian promosinya.

Terlepas benar atau tidaknya berita tersebut, naskah cerita Menebus Impian memang sedikit banyak mengisahkan mengenai kehidupan para karakternya yang menjalani usaha di bidang Multi Level Marketing (atau yang disebut sebagai personal franchise di sepanjang film) tersebut.

Dikisahkan, Nur (Acha Septriasa), adalah seorang mahasiswi yang menjalani kehidupan keras bersama ibunya, Sekar (Ayu Diah Pasha), yang bekerja sehari-hari sebagai seorang buruh cuci. Walau saling menyayangi satu sama lain, mereka berdua memiliki pandangan yang sangat berbeda mengenai bagaimana meraih kehidupan yang lebih baik. Sang ibu memilih agar anaknya memfokuskan diri pada kuliahnya, sedangkan Nur berpikir bagaimana bisa secepatnya bekerja dan memperoleh penghasilan untuk membantu nafkah mereka.

Dalam perjalanannya, Nur kemudian bertemu dengan Dian (Fedi Nuril), seorang mahasiswa yang walaupun masih sepantarannya namun sudah mulai mapan akibat usahanya yang keras di bidang personal franchise (yang dikenal banyak orang sebagai Multi Level Marketing). Melihat kesungguhan Dian dalam berusaha, Nur akhirnya memilih untuk bergabung dan mencoba sendiri peruntungannya.

Namun, tentu saja, meraih kesuksesan tidaklah semudah untuk membalikkan telapak tangan. Setelah beberapa kali jatuh bangun dalam usahanya, Nur mulai merasa ragu terhadap mimpi miliknya yang tampak mustahil untuk diraih. Sekali lagi, Dian mulai memberikan semangatnya pada Nur agar Nur tidak gampang menyerah terhadap berbagai cobaan dan selalu bangkit untuk terus mencoba lagi dalam kehidupannya.

Ditilik dari naskah cerita yang ditawarkan film ini, Menebus Impian memang terkesan menjadi ajang propaganda dari sebuah usaha Multi Level Marketing dalam mengenalkan kepada penonton mengenai cara kerja dan hasil yang ditawarkan dari usah tersebut. Namun, jika hal tersebut dikesampingkan, Menebus Impian tidaklah lebih dari sekedar sebuah film drama biasa mengenai usaha dari masing-masing karakternya dalam mencapai tujuan hidupnya. Bagusnya, naskah yang ditulis oleh Titien Wattimena ini berjalan cukup lancar di tangan Hanung Bramantyo. Walaupun beberapa adegan terkesan sedikit berlebihan, namun secara keseluruhan, Hanung dapat menyampaikan pesan yang ingin diberikan oleh film ini kepada setiap penontonnya.

Bagian terlemah dari film ini mungkin berada di bagian penghujung film. Titien sepertinya memilih untuk memberikan sebuah jalan yang singkat untuk mengakhiri kisah yang dijalani setiap karakternya. Memang, cerita yang diberikan relevan dengan jalan cerita yang telah dibentuk sebelumnya. Namun penggambaran mengenai akhir cerita seperti yang diberikan Hanung terkesan sedikit berlebihan dan menjadikan kisah ini menjadi hanya sekedar menjual cerita mengenai mimpi belaka.

Yang membuat jalan cerita tersebut mudah untuk diterima sebagian besar disebabkan oleh para pemeran film ini yang mampu menerjemahkan dan menghidupkan setiap karakter yang mereka perankan dengan baik. Acha Septriasa yang berperan sebagai Nur mampu berperan menjadi seorang gadis yang rapuh namun perlahan-lahan dapat bertahan dan berjuang mempertahankan impiannya. Hal yang sama juga berlaku bagi Fedi Nuril. Walaupun karakter yang ia perankan tidak membutuhkan kemampuan akting yang dalam, namun Fedi cukup berhasil membawakan karakter Dian dengan baik. Jajaran pemeran lain seperti Ayu Diah Pasha, Jaja Mihardja, Cici Tegal, Haykal Kamil, Joshua Suherman, Ayu Diana dan Eric Scada juga menambah kekuatan posisi departemen akting dari film ini.

Benar atau tidaknya bahwa film ini memiliki misi tertentu dibalik jalan cerita yang ditawarkan sebenarnya bukanlah sebuah masalah penting. Toh banyak produk-produk lain juga telah memanfaatkan film sebagai bagian dari kampanye promosi produk mereka. Menebus Impian sendiri, sebagai sebuah film, cukup mampu menunjukkan kualitasnya. Jalan cerita yang solid dengan didukung akting para pemerannya yang tidak mengecewakan, menjadikan Menebus Impian sebagai sebuah film drama yang berkualitas cukup memuaskan.

Rating: 3.5 / 5

Menebus Impian (Dapur Film Production, 2010)

Menebus Impian (2010)

Directed by Hanung Bramantyo Produced by Bernhard Subiakto Written by Titien Wattimena  Starring Acha Septriasa, Fedi Nuril, Ayu Diah Pasha, Jaja Mihardja, Cici Tegal, Haykal Kamil, Joshua Suherman, Ayu Diana, Eric Scada Music by Tya Subiakto Satrio Cinematography Faozan Rizal Editing by Wawan I Wibowo Studio Dapur Film Production Running time 90 minutes Country Indonesia Language Indonesian

3 thoughts on “Review: Menebus Impian (2010)”

  1. wah kk sam jadi banyak nonton pelem indonesia nih.. ikut senang saya🙂
    tadi mau nonton MI tapi kepala pusing :(( akan ditonton sesegera mungkin..

    1. Iya nih, kaka Kania… Semua ini berkat dorongan dan do’a kaka Kania…😮
      Kalau film Indonesia semua berstandar seperti yang dirilis akhir-akhir ini, saya khan dengan senang hati jadinya mendatangi bioskop. Gak seperti dulu. Satu bulan yang dirilis sampah semua…😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s