Review: Cinta 2 Hati Dilema… (2010)


Terjadi sedikit kebingungan mengenai bagaimana urutan judul film ini sebenarnya. Lembaga Sensor Film menuliskan film ini sebagai Dilema Cinta 2 Hati, sementara situs resmi film ini sendiri memuatnya sebagai Cinta 2 Hati Dilema… Film ini sendiri merupakan debut akting dari vokalis pria, Afgan, yang sepertinya juga dimanfaatkan sebagai ajang promosi bagi album terbarunya yang baru saja rilis, The One.

Disutradarai oleh Benni Setiawan, yang juga berperan sebagai penulis naskah bagi film ini, Cinta 2 Hati Dilema… sepertinya memang mendasarkan tokoh Alfa, yang diperankan oleh Afgan, pada karakter dan posisi Afgan selama ini di mata para penggemarnya. Sama seperti Afgan, Alfa adalah seorang vokalis muda yang tenar yang memiliki banyak penggemar setia, bahkan diantaranya tampil sebagai seorang penggemar fanatik.

Cerita film ini sendiri dimulai ketika salah satu penggemar fanatik Alfa, Jane (Olivia Lubis Jensen), nekat ingin lompat dari sebuah gedung tinggi ketika Alfa tidak ingin bertemu dengannya. Sang kakek, Bakti Hasan (Deddy Mizwar), yang merupakan seorang pengusaha ternama, terus membujuk cucunya agar mau turun. Setelah mengetahui kalau yang diinginkan sang cucu adalah kehadiran Alfa, sang kakek akhirnya mendatangkan Alfa untuk menyelamatkan Jane, sebuah peristiwa yang diliput oleh banyak media dan wartawan. Di sebuah sudut lain kota, Laras (Tika Putri), pacar Alfa saat ini, menyaksikan liputan kejadian tersebut di televisi, dan adegan Jane memeluk Alfa jelas-jelas membuat Laras menjadi sedikit jengah. Disinilah konflik antara 3 hati dimulai.

Jane ternyata adalah seorang gadis telah lama ditinggal mati oleh kedua orangtuanya. Satu-satunya bagian keluarganya yang tersisa adalah sang kakek, Bakti Hasan. Wajar, jika selama dalam pengasuhannya, Bakti seringkali menuruti seluruh keinginan Jane, yang membuatnya menjadi seorang gadis yang manja dan kerapkali memberontak jika keinginannya ditolak. Keinginan Jane untuk mendapatkan Alfa juga membuat Bakti kelimpungan. Bakti akhirnya membayar Alfa — ditolak oleh Alfa — untuk selalu menemani Jane dan bersedia untuk datang dan dihubungi oleh Jane kapan saja.

Walau menuruti keinginan Bakti, bukan berarti Alfa dapat dengan mudah menerima sikap Jane padanya. Hati Alfa tetap mencintai Laras. Laras juga masih berusaha untuk memihak pada sang pacar dengan pengertian bahwa itu dilakukan Alfa demi karirnya sebagai seorang selebritis. Hingga akhirnya, melalui Bakti, Larasa mengetahui bahwa Jane menderita sebuah penyakit yang sulit disembuhkan. Ini membuat Laras kemudian mulai menjauhi Alfa dan menyuruhnya untuk berada selalu di sisi Jane.

Yah… memang Cinta 2 Hati Dilema… ini menghadirkan plot cinta khas film-film remaja umumnya. Alur ceritanya sendiri harus diakui sangat gampang untuk ditebak kemana akan berjalan, walaupun pada beberapa adegan akhir diberikan sedikit sudut pandang lain yang mungkin maksudnya untuk membuat agar jalan film ini tidak terlalu mudah ditebak, namun malah menjadikan film ini sedikit kehilangan arah dalam penggambarannya. Karakter-karakter yang ada di film ini juga sangat khas film-film romansa percintaan remaja. Ada seorang pria yang menjadi idola dan rebutan. Pacar yang merasa kekasihnya mulai terbagi perhatiannya. Dan seorang wanita yang berusaha masuk ke kehidupan sang pria idaman. Klise.

Bagusnya penampilan jajaran pemeran film ini tidak lantas ditampilkan sangat klise pula. Dibawah arahan Deddy Mizwar, sebagai acting couch, para aktor dan aktris muda di film ini terbukti cukup piawai dalam membawakan karakternya. Lihat saja Olivia Jensen dengan karakternya Jane. Entah bagaimana, Olivia mampu membawakan karakter Jane sebagai sebuah karakter yang sangat mengesalkan di awal film. Namun, di pertengahan film hingga menjelang akhir, penonton mulai dapat merasakan apa yang selama ini dirasakan oleh Jane, yakni kesepian dan kesedihan akibat tidak adanya karakter orangtua dalam kehidupannya.

Akting Afgan, sebagai seorang pendatang baru, juga tidak begitu buruk. Namun patut diragukan juga apakah Afgan benar-benar berakting karena karakter yang ia perankan sepertinya tidak jauh dari karakter dirinya sendiri di kehidupan sehari-hari. Tika Putri dan Deddy Mizwar-lah yang mungkin patut mendapatkan highlight penilaian akting di sepanjang film ini, walaupun sepertinya peran Deddy Mizwar di film  ini tidak terlalu berubah dari peran-peran yang telah banyak ia bawakan. Seorang pria dewasa kalem, penuh kasing sayang dan kebijaksanaan.

Tidak pernah benar-benar standout dalam penceritaannya, kadang dipenuhi dengan dialog-dialog yang luar biasa cheesy, Cinta 2 Hati Dilema… akan tetap mampu menghibur para penontonnya, khususnya bagi mereka yang benar-benar telah dibidik perusahaan pembuat film ini sebagai pangsa penontonnya. Tidak pernah benar-benar standout bukan lantas menjadikan film ini buruk. Setidaknya Cinta 2 Hati Dilema… tidak memaksakan dirinya menjadi film yang berusaha terlihat sangat berkualitas dengan menampilkan tata akting dan tata teknis yang berlebihan. Cinta 2 Hati Dilema… tampil seadanya, namun disitu dapat ditemukan daya tarik film ini sesungguhnya.

Rating: 3 / 5

Cinta 2 Hati Dilema... (Wanna-B Pictures, 2010)

Cinta 2 Hati Dilema… (2010)

Directed by Benni Setiawan Produced by Zairin Zain Written by Benni Setiawan Starring Olivia Jensen, Afgan, Tika Putri, Deddy Mizwar, Dwi Yan, Ayu Diah Pasha, Jaja Mihardja, Jody Sumantri, Roy Tobing, Dalton Music by Thoersi Argeswara Cinematography Roy Lolang Editing by Cesa David Lukmansyah Studio Wanna-B Pictures  Running time 100 minutes Language Indonesian

2 thoughts on “Review: Cinta 2 Hati Dilema… (2010)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s