The 89th Annual Academy Awards Winners List

Walau berhasil keluar sebagai film dengan raihan kemenangan terbanyak, film musikal arahan Damien Chazelle, La La Land, harus mengalah terhadap Moonlight yang akhirnya dinobatkan sebagai Best Picture di ajang The 89th Annual Academy Awards. Dalam seremoni yang diwarnai banyak pernyataan politis tentang kepemimpinan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, serta kesalahan pemberian amplop pengumuman nama pemenang Best Picture kepada pasangan aktor dan aktris Warren Beatty dan Faye Dunaway – yang menyebabkan Beatty dan Dunaway mengumumkan La La Land sebagai peraih Best Picture, film arahan Barry Jenkins tersebut juga berhasil memenangkan dua penghargaan lain, Best Actor in a Supporting Role untuk Mahershala Ali dan Best Adapted Screenplay yang dimenangkan Jenkins bersama penulis naskah, Tarell Alvin McCraney. Kemenangan Moonlight juga menjadi bersejarah karena film tersebut menjadi film bertema Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender and Questioning pertama yang berhasil memenangkan Best Picture. Continue reading The 89th Annual Academy Awards Winners List

Review: Lion (2016)

Diadaptasi dari buku berjudul A Long Way Home yang ditulis oleh Saroo Brierley berdasarkan kisah kehidupannya sendiri, Lion memulai perjalanan kisahnya ketika Saroo kecil (Sunny Pawar) secara tidak sengaja terpisah dari kakaknya, Guddu (Abhisek Bharate), di sebuah kota kecil di India. Setelah terombang-ambing selama beberapa waktu di jalanan India, Saroo akhirnya ditempatkan di sebuah panti asuhan. Disana, Saroo kemudian diadopsi oleh pasangan suami istri, John (David Wenham) dan Sue Brierley (Nicole Kidman), yang lantas membawa Saroo untuk tinggal di tempat tinggal mereka di Australia. Baik John dan Sue, yang juga mengadopsi anak laki-laki lain dari jalanan India, merawat Saroo layaknya anak mereka sendiri. Tahun demi tahun berlalu, Saroo dewasa (Dev Patel) masih belum dapat melupakan berbagai kenangan masa lalunya akan sang ibu, kakak dan adiknya di India. Perasaan itu secara perlahan mulai membebani Saroo dan membuat kehidupannya lantas berjalan tanpa arah yang jelas. Depresi, Saroo lantas memutuskan bahwa satu-satunya cara agar ia dapat berdamai dengan masa lalunya adalah dengan mencari dan menemui sendiri dimana keberadaan keluarga kandungnya di India. Continue reading Review: Lion (2016)

Review: Journey to the West: The Demons Strike Back (2017)

Empat tahun setelah meraih sukses sebagai produser, sutradara sekaligus penulis naskah bagi Journey to the West: Conquering the Demons – yang berhasil meraih pendapatan sebesar US$215 juta dan menjadikannya sebagai film produksi China tersukses sepanjang masa sebelum akhirnya ditumbangkan oleh Monster Hunt (Raman Hui, 2015), Stephen Chow kini menghadirkan sekuel bagi filmnya tersebut. Berjudul Journey to the West: The Demons Strike Back, Chow sendiri masih berperan sebagai produser dan penulis naskah meskipun kursi penyutradaraan kini diserahkan pada Tsui Hark (The Taking of Tiger Mountain, 2014). Seperti film pendahulunya, Journey to the West: The Demons Strike Back masih menyajikan sajian aksi komedi dalam balutan tata efek visual yang cukup mengagumkan. Sayangnya, Tsui gagal untuk menterjemahkan dengan baik elemen komedi garapan Chow yang seharusnya menjadi sajian dan daya tarik utama bagi film ini. Hal ini yang kemudian menyebabkan Journey to the West: The Demons Strike Back seringkali terasa kering akan hiburan yang benar-benar efektif bagi penontonnya. Continue reading Review: Journey to the West: The Demons Strike Back (2017)

Review: Split (2017)

Sutradara M. Night Shyamalan (After Earth, 2013) dan produser Jason Blum (Insidious: Chaper 3, 2015) pertama kali saling bekerjasama untuk The Visit pada tahun 2015 lalu. Film thriller yang dibuat dengan bujet minimalis sebesar US$5 juta itu ternyata mampu mengundang reaksi positif, baik dari kalangan kritikus yang menilai Shyamalan mulai bangkit dari keterpurukannya setelah mengarahkan The Last Airbender (2010) dan After Earth yang gagal total maupun dari kalangan penikmat film dunia yang membuat The Visit kemudian sukses meraih pendapatan sebesar US$98.5 juta dari perilisannya di seluruh dunia. Kesuksesan kerjasama Shyamalan dan Blum tersebut kini berlanjut dalam Split – sebuah psychological horror yang naskah ceritanya juga ditulis sendiri oleh Shyamalan. Dibantu dengan penampilan fenomenal James McAvoy, Split sekali lagi menunjukkan bahwa Shyamalan yang dahulu pernah dikagumi karena kemampuannya yang handal dalam mengontrol ritme pengisahan film-film dari genre horor dan thriller kini telah kembali dengan kemampuan pengarahannya yang bahkan semakin matang. Continue reading Review: Split (2017)

Review: John Wick: Chapter 2 (2017)

Langsung melanjutkan kisah yang berakhir di John Wick, seusai membalaskan dendam atas kematian anjingnya sekaligus mencari tahu siapa yang mencuri mobil kesayangannya, John Wick (Keanu Reeves) didatangi oleh Santino D’Antonio (Riccardo Scamarcio). Mafia kejahatan asal Italia tersebut datang untuk meminta John Wick untuk membunuh adiknya sendiri, Giana (Claudia Gerini), agar dirinya dapat menggantikan posisi Giana sebagai pimpinan para kriminal. Walau awalnya menolak permintaan tersebut karena dirinya telah mengundurkan diri dari profesinya terdahulu sebagai seorang pembunuh bayaran, John Wick tidak mampu berbuat apa-apa ketika Santino D’Antonio mengingatkan bahwa dirinya masih terikat ikatan di masa lampau dengan kelompok kriminal yang dipimpin Santino D’Antonio. John Wick akhirnya melaksanakan tugas tesebut. Sial, pilihan John Wick untuk membunuh Giana D’Antonio lantas menjadikannya sebagai manusia buruan baru bagi kelompok kriminal pimpinan mafia kejahatan wanita tersebut. Sekali lagi, John Wick harus bertarung melawan puluhan orang untuk mempertahankan kehidupannya. Continue reading Review: John Wick: Chapter 2 (2017)

Review: The LEGO Batman Movie (2017)

The LEGO Movie arahan Phil Lord dan Christopher Miller muncul menjadi salah satu film animasi terbaik yang dirilis pada tahun 2014 lalu dengan tampilannya yang begitu berwana, naskah cerita yang diisi dialog serta karakter yang jenaka serta sebuah lagu tema yang berhasil menempel di kepala setiap penontonnya – sekaligus membuahkan nominasi Best Original Song pada ajang The 87th Annual Academy Awards. Tahun ini, penonton mendapatkan sebuah subseri dari The LEGO Movie yang dibintangi oleh salah satu karakter pahlawan super yang sempat muncul di film tersebut, Batman. Diarahkan oleh Chris McKay – yang sebelumnya bertugas sebagai salah satu penata gambar pada The LEGO Movie, The LEGO Batman Movie menjanjikan pengalaman yang sama menyenangkannya dengan film pertama seri ini sekaligus kehadiran Batman serta rekan-rekan protagonis dan antagonisnya dalam nada penceritaan yang jauh dari kesan kelam seperti yang sering dibawakan film-film Batman selama ini. BecauseWhy so serious, right? Continue reading Review: The LEGO Batman Movie (2017)

Review: Boven Digoel (2017)

Boven Digoel adalah nama sebuah kabupaten yang lokasinya terletak di Provinsi Papua, Republik Indonesia. Namun, bagi masyarakat Indonesia, nama Boven Digoel jelas akan selamanya diingat sebagai lokasi bersejarah tempat tokoh-tokoh pergerakan nasional seperti Mohammad Hatta, Sutan Syahrir dan Sayuti Melik diasingkan oleh pemerintah kolonial Belanda pada masa penjajahan dahulu. Lokasinya yang jauh dan terpelosok jelas menjadi faktor utama mengapa pemerintah Belanda memilih tempat tersebut untuk mencegah para tokoh-tokoh tersebut dalam memberikan pengaruh lebih besar kepada rakyat Indonesia untuk terus berjuang dalam meraih kemerdekaan negara mereka. Di saat yang bersamaan, letak Boven Digoel yang terpencil itu pula yang membuat daerah tersebut mengalami ketertinggalan pembangunan yang cukup jauh dibandingkan dengan banyak wilayah lain bahkan bertahun-tahun setelah Indonesia meraih kemerdekaannya. Continue reading Review: Boven Digoel (2017)

Review: Pertaruhan (2017)

Setelah sebelumnya menjadi produser bagi film-film Indonesia seperti Coklat Stroberi (2007) dan Tarzan ke Kota (2008), Krishto Damar Alam melakukan debut pengarahannya melalui Pertaruhan yang naskah ceritanya ditulis oleh Upi – yang baru saja meraih sukses besar lewat My Stupid Boss (2016), Sebagai sebuah debutan, Alam harus diakui mampu menampilkan filmnya dengan ritme pengisahan yang tepat, kualitas produksi yang meyakinkan sekaligus berhasil menghadirkan penampilan prima dari jajaran pengisi departemen aktingnya yang diisi nama-nama seperti Tio Pakusadewo, Adipati Dolken, Aliando Syarief, Jefri Nichol dan Giulio Parengkuan. Film ini, sayangnya, kemudian harus takluk terhadap lemahnya penulisan naskah cerita yang akhirnya membuat Pertaruhan gagal untuk tampil untuk menjadi sebuah drama yang lebih mengesankan. Continue reading Review: Pertaruhan (2017)

Review: Raees (2017)

Bersinggungan dengan tema agama dan politik dalam jalan cerita filmnya bukanlah hal yang baru bagi sutradara Rahul Dholakia. Dua film yang ia arahkan sebelumnya membuktikan akan hal tersebut: Parzania (2007) yang mengangkat tentang kerusuhan antar umat beragama yang terjadi di Gujarat, India pada tahun 2002 dan Lamhaa (2010) yang berkisah tentang konflik perebutan wilayah Kashmir antara India dengan Pakistan. Dholakia bahkan berhasil memenangkan penghargaan Best Director untuk arahannya bagi Parzania dari ajang penghargaan film tertinggi di India, National Film Awards, pada tahun 2007. Untuk film terbarunya, Raees, Dholakia berkisah mengenai kehidupan seorang kriminal yang memiliki pengaruh yang begitu kuat sehingga banyak polisi dan politisi yang takluk pada perintahnya – sebuah alur kisah yang dikabarkan terinspirasi dari sosok kriminal asal Gujarat, India bernama Abdul Latif meskipun pernyataan tersebut kemudian dibantah oleh Dholakia. Continue reading Review: Raees (2017)

Review: Bleed for This (2016)

Bleed for This adalah film perdana arahan Ben Younger setelah sebelumnya mengarahkan Meryl Streep dan Uma Thurman dalam Prime di tahun 2005 lalu. Naskah ceritanya sendiri bercerita mengenai perjuangan seorang petinju untuk meraih kembali karirnya yang sempat terancam akibat kecelakaan fatal yang ia alami. Sounds familiar eh? Lalu apa yang membedakan Bleed for This dengan film-film sepantarannya? Well… film yang naskah ceritanya juga ditulis oleh Younger ini sendiri mendasarkan penceritaannya pada kisah nyata tentang sekelumit bagian dari kehidupan petinju Vinny Pazienza, seorang petinju asal Amerika Serikat yang sempat memegang gelar juara dunia beberapa kali. Didukung oleh performa meyakinkan Miles Teller dan Aaron Eckhart, Bleed for This tampil tidak mengecewakan sebagai sebuah drama olahraga. Walaupun, dengan material yang ditawarkan, film ini sebenarnya memiliki potensi untuk tampil jauh lebih mengesankan jika dihadirkan dengan pengarahan cerita yang lebih kuat. Continue reading Review: Bleed for This (2016)

Review: Kaabil (2017)

Dalam tradisi Zinda (2006) yang alur ceritanya terinspirasi dari Oldboy (Park Chan-wook, 2003), Musafir (2004) yang membasiskan pengisahannya pada U Turn (Oliver Stone, 1997) serta Kaante (2002) yang naskah ceritanya ditulis berdasarkan Reservoir Dogs (Quentin Tarantino, 1992), sutradara spesialis crime thriller, Sanjay Gupta, kali ini menghadirkan film terbarunya, Kaabil. Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Vijay Kumar Mishra dan Sanjay Masoom serta plot penceritaan yang terinspirasi dari Blind Fury (Phillip Noyce, 1989) dan Broken (Lee Jeong-ho, 2014), Kaabil berkisah tentang usaha seorang suami untuk mencari tahu dan membalaskan dendam kematian istrinya. Dipadukan dengan sentuhan drama romansa, Kaabil sebenarnya memiliki potensi yang kuat untuk tampil sebagai sebuah pengisahan yang memikat. Sayangnya, pengarahan Gupta atas ritme penceritaan Kaabil yang seringkali terasa goyah membuat film ini gagal untuk meninggalkan kesan emosional yang lebih kuat. Continue reading Review: Kaabil (2017)

Review: Resident Evil: The Final Chapter (2017)

Meskipun terus mendapatkan penilaian negatif dari banyak kritikus, seri film Resident Evil secara konsisten juga terus berhasil mendapatkan kesuksesan komersial dari para penontonnya. Bahkan, dengan lima film yang telah dirilis semenjak tahun 2002 dan berhasil meraih pendapatan komersial sebesar lebih dari US$900 juta dari perilisannya di seluruh dunia, Resident Evil kini tercatat sebagai seri film hasil adaptasi permainan video tersukses sepanjang masa. Lima tahun semenjak perilisan Resident Evil: Retribution, Paul W.S. Anderson kembali menghadirkan lanjutan kisah petualangan Alice dalam melawan Umbrella Corporation dalam seri keenam Resident Evil, Resident Evil: The Final Chapter, yang – sesuai dengan judulnya – dicanangkan akan menjadi penutup bagi seri film ini. Lalu apa yang akan ditawarkan Anderson kali ini? Continue reading Review: Resident Evil: The Final Chapter (2017)

The 89th Annual Academy Awards Nominations List

Film drama musikal arahan Damien Chazelle, La La Land berhasil memimpin daftar nominasi The 89th Annual Academy Awards dengan meraih 14 nominasi. Dengan raihan tersebut, La La Land berhasil menyamai pencapaian All About Eve (Joseph L. Mankiewicz, 1950) dan Titanic (James Cameron, 1997) sebagai film dengan raihan nominasi Academy Awards terbanyak di sepanjang sejarah. Film yang dibintangi Ryan Gosling dan Emma Stone – yang sama-sama berhasil meraih nominasi Academy Awards di kategori Best Actor dan Best Actress – tersebut akan bersaing dengan Arrival, Fences, Hacksaw Ridge, Hell or High Water, Hidden Figures, Lion, Manchester by the Sea dan Moonlight di kategori Best Picture. La La Land juga berhasil meraih nominasi di kategori Best Director dan Best Original Screenplay untuk Chazelle. Continue reading The 89th Annual Academy Awards Nominations List

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar