Posts Tagged ‘Wulan Guritno’

So… here we go again. Setelah beberapa waktu yang lalu mengumumkan 15 film yang berhasil lolos dari seleksi awal, Senin (26/11), Festival Film Indonesia 2012 resmi mengumumkan daftar film yang berhasil meraih nominasi di ajang penghargaan film tertinggi bagi kalangan industri film Indonesia tersebut. Dan secara mengejutkan… sebuah film kecil berjudul Demi Ucok mampu mencuri perhatian dan menguasai perolehan nominasi, termasuk meraih nominasi di kategori Film Bioskop Terbaik, Sutradara Terbaik, Pemeran Utama Wanita Terbaik serta Penulis Skenario Terbaik. Walau telah dirilis secara terbatas melalui berbagai ajang festival di beberapa daerah di Indonesia selama kurun waktu satu tahun terakhir, Demi Ucok baru akan dirilis secara luas pada bulan Januari 2013 mendatang.

(more…)

Empat orang sutradara muda film Indonesia menulis dan menyutradarai lima film pendek yang mencoba untuk menggambarkan kelamnya sisi-sisi kehidupan di kota Jakarta. Tidak seperti kebanyakan film-film omnibus lain yang akhir-akhir ini banyak diproduksi di Indonesia – yang semoga hanya merupakan menjadi sebuah alternatif bentuk kreativitas lain dari para insan film Indonesia dan bukan karena terlalu malas atau ketidakmampuan untuk memproduksi sebuah film panjang – lima kisah pendek yang dihantarkan dalam Dilema tidak diceritakan secara bergantian. Kelima kisah pendek tersebut berjalan beriringan satu sama lain hingga membentuk satu benang merah yang akhirnya mampu menghubungkan kelima cerita tersebut.

(more…)

Well… dengan dirilisnya pengumuman nominasi Festival Film Indonesia 2011, Minggu (27/11), membuktikan kalau Festival Film Indonesia memiliki selera penilaian yang berbeda dari mereka yang memilih untuk mengirimkan Di Bawah Lindungan Ka’bah sebagai perwakilan Indonesia ke seleksi kategori Best Foreign Language Film di ajang Academy Awards mendatang. Di Bawah Lindungan Ka’bah sama sekali tidak mendapatkan nominasi di ajang Festival Film Indonesia 2011! Pun begitu, ketiadaan judul Di Bawah Lindungan Ka’bah dalam daftar nominasi Festival Film Indonesia 2011 tidak lantas membuat ajang penghargaan tertinggi bagi insan perfilman Indonesia tersebut menjadi lebih prestisius dibandingkan dengan Academy Awards. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Festival Film Indonesia 2011 masih meninggalkan beberapa film dan penampilan yang seharusnya mendapatkan rekognisi yang tepat. Dan seperti yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya pula, Festival Film Indonesia 2011 masih menominasikan film dan penampilan yang sebenarnya banyak mendapatkan kritikan tajam dari para kritikus film nasional.

(more…)

Seorang pria remaja bernama Vino (Axel Andaviar) suatu hari datang ke hadapan Tommy (Ferdy Taher), seorang mantan vokalis grup musik rock papan atas di Indonesia, The Boxis, dan kemudian mengaku bahwa dirinya adalah anak kandung dari Tommy. Terdengar seperti jalan cerita dari sebuah film Indonesia yang pernah dirilis sebelumnya? Memang, (Masih) Bukan Cinta Biasa adalah sekuel dari film drama, Bukan Cinta Biasa, yang secara mengejutkan cukup mampu tampil menghibur penontonnya ketika dirilis pada tahun 2009 lalu. Masih menghadirkan jajaran pemeran yang sama, dengan naskah dan arahan yang masih datang dari Benni Setiawan, (Masih) Bukan Cinta Biasa dapat dipandang sebagai versi kisah alternatif dari film pendahulunya. Tergarap dengan cukup baik pada kebanyakan bagian, (Masih) Bukan Cinta Biasa tetap saja kekurangan banyak faktor esensi pembeda yang dapat memberikan penjelasan mengenai eksistensi dari perilisan film ini. Kecuali faktor keuntungan komersial, tentu saja.

(more…)

Demi Dewi adalah sebuah film drama yang disutradarai oleh Charles Ghazali. Dibintangi oleh Wulan Guritno dan Winky Wiryawan, Demi Dewi sepertinya mencoba untuk menggabungkan antara sebuah kisah drama keluarga dengan menyisipkan beberapa adegan action di dalamnya.

(more…)