Disajikan dengan gaya interwoven, dimana setiap cerita dihadirkan dalam satu lini masa yang sama walaupun tidak pernah benar-benar saling bersinggungan antara satu dengan yang lain, Rectoverso mencoba untuk menghadirkan lima buah cerita berbeda dengan satu tema cerita yang sama: cinta yang tak terucap, yang kisahnya diangkat dari novel berjudul sama karya Dewi Lestari (Perahu Kertas, 2012). Rectoverso sendiri digarap oleh lima nama sutradara wanita pemula namun merupakan nama-nama yang cukup popular di kalangan dunia seni peran Indonesia: Olga Lydia, Rachel Maryam, Cathy Sharon, Happy Salma dan Marcella Zalianty.
Posts Tagged ‘Widyawati’
Review: Rectoverso (2013)
Posted: February 19, 2013 in Movies, ReviewTags: Acha Septriasa, Amanda Soekasah, Asian Cinema, Asmirandah, Cathy Sharon, Dewi Irawan, Dwi Sasono, Fauzi Baadilla, Hamish Daud, Happy Salma, Indonesian Cinema, Indra Birowo, Lukman Sardi, Marcell Domits, Marcella Zalianty, Movies, Olga Lydia, Priangga Adiyatama, Prisia Nasution, Rachel Maryam, Rangga Djoned, Rectoverso, Review, Sophia Latjuba, Tetty Liz Indriati, Tio Pakusadewo, Widyawati, Yama Carlos
Review: Di Bawah Lindungan Ka’bah (2011)
Posted: August 29, 2011 in Movies, ReviewTags: Ajun Perwira, Akhmad Setyadi, Asian Cinema, Di Bawah Lindungan Ka'bah, Didi Petet, Hanny R Saputra, Herjunot Ali, Indonesian Cinema, Jenny Rachman, Laudya Cynthia Bella, Leroy Osmani, Movies, Niken Anjani, Review, Tarra Budiman, Widyawati
MD Pictures, rumah produksi yang sempat meraih sukses besar ketika merilis Ayat-Ayat Cinta (2008), yang kemudian memulai tren perilisan film-film drama bernuansa reliji di industri film Indonesia, sepertinya sangat berhasrat untuk mengadaptasi novel karya Buya Hamka, Di Bawah Lindungan Ka’bah, menjadi sebuah tayangan film layar lebar. Mereka bahkan rela menghabiskan waktu selama dua tahun untuk menyelesaikan proses produksi dan dana sebesar Rp25 miliar untuk menampilkan tata produksi terbaik untuk mendukung pembuatan versi film dari salah satu karya paling populer di dunia sastra Indonesia tersebut. Hasilnya, Di Bawah Lindungan Ka’bah menjadi sebuah film bertemakan kasih tak sampai dengan tampilan komersial yang sangat akut… seperti yang telah diduga banyak orang ketika nama Hanny R Saputra dilibatkan sebagai sutradara bagi film ini.
Review: Satu Jam Saja (2010)
Posted: October 8, 2010 in Movies, ReviewTags: Andhika Pratama, Ario Rubbik, Asian Cinema, Imei Liem, Indonesian Cinema, Marini, Movies, Rano Karno, Revalina S Temat, Review, Rima Melati, Rini Yulianti, Satu Jam Saja, Vino G. Bastian, Widyawati
Ada yang salah dalam Satu Jam Saja. Sebagai sebuah film drama romantis, dengan jajaran aktor dan aktris yang harus diakui cukup menjanjikan, film ini ternyata tidak terlalu mampu banyak berbicara dalam menuturkan kisahnya untuk dapat menyentuh setiap penontonnya. Satu Jam Saja malah berakhir sebagai sebuah drama percintaan antara tiga karakter yang cenderung membosankan dan terlalu melelahkan untuk diikuti.
Review: Demi Dewi (2010)
Posted: May 7, 2010 in Movies, ReviewTags: Asian Cinema, Bella Graceva, Bulan Ayu, Demi Dewi, Indonesian Cinema, Linawati Halim, Movies, Ray Sahetapy, Review, Robertino, Sendy Taroreh, Volland Humonggio, Widyawati, Winky Wiryawan, Wulan Guritno
Demi Dewi adalah sebuah film drama yang disutradarai oleh Charles Ghazali. Dibintangi oleh Wulan Guritno dan Winky Wiryawan, Demi Dewi sepertinya mencoba untuk menggabungkan antara sebuah kisah drama keluarga dengan menyisipkan beberapa adegan action di dalamnya.
















