Diangkat dari novel berjudul sama karya Ninit Yunita yang pertama kali dirilis pada tahun 2005, Test Pack: You Are My Baby berkisah mengenai pasangan menikah, Rachmat (Reza Rahadian) dan Tata (Acha Septriasa), yang sedang berupaya untuk melengkapi susunan keluarga mereka dengan memperoleh seorang anak. Sebenarnya, kehadiran seorang anak dalam pernikahan Rachmat dan Tata bukanlah sebuah hal yang dirasa penting. Namun, setelah usia pernikahan yang telah mencapai tujuh tahun, Tata akhirnya merasa bahwa kehadiran seorang anak adalah sebuah hal yang wajib. Akibatnya, kini keseharian hidup pasangan itu dihiasi dengan berbagai eksperimen yang dinilai dapat membantu mereka untuk mendapatkan seorang penerus garis keturunan. Sayangnya… usaha tersebut sepertinya tidak kunjung berhasil.
Posts Tagged ‘Tora Sudiro’
Review: Test Pack: You’re My Baby (2012)
Posted: September 12, 2012 in Movies, ReviewTags: Acha Septriasa, Ade Habibie, Agung Hercules, Asian Cinema, Dwi Sasono, Endhita, Fitria Sechan, Gading Marten, Indonesian Cinema, Jaja Mihardja, Karissa Habibie, Meriam Bellina, Monty Tiwa, Movies, Oon, Poppy Sovia, Ratna Riantiarno, Renata Kusmanto, Review, Reza Rahadian, Test Pack: You're My Baby, Tora Sudiro, Uli Herdinansyah
Review: Kita Versus Korupsi (2012)
Posted: June 24, 2012 in Movies, ReviewTags: Aji Santosa, Alaxandra Natasha, Amanina Datau, Anto G, Asian Cinema, Chairun Nissa, Dominique Diyose, Emil Heradi, Icang S. Tisnamiharja, Indonesian Cinema, Ine Febriyanti, Kita Versus Korupsi, Lasja F. Susatyo, Medina Kamil, Movies, Nasha Abigail, Nicholas Saputra, Norman Akyuwen, Ranggani Puspandya, Revalina S Temat, Review, Ringgo Agus Rahman, Siska Selvi Dawsen, Teuku Rifnu Wikana, Tieneke Purnamasari, Tizza Radia, Tora Sudiro, Verdi Solaiman
Kita Versus Korupsi adalah sebuah film omnibus, yang berdasarkan judul yang digunakan oleh film ini, menceritakan mengenai berbagai hal yang menyinggung mengenai tindak kasus korupsi – sebuah penyakit sosial dan hukum yang saat ini sedang mewabah dengan begitu hebatnya di kalangan masyarakat Indonesia. Namun, mungkin akan jauh dari bayangan banyak orang, Kita Versus Korupsi tidaklah berniat untuk bercerita secara investigatif mengenai proses perlawanan terhadap kasus-kasus besar korupsi di negeri ini. Empat film pendek yang ada dalam satuan Kita Versus Korupsi lebih ingin menunjukkan bagaimana sebenarnya sebuah tindakan korupsi sebenarnya dapat berada di berbagai sudut kehidupan keseharian penontonnya.
Review: Arisan! 2 (2011)
Posted: December 2, 2011 in Movies, ReviewTags: Adinia Wirasti, Aida Nurmala, Amink, Asian Cinema, Atiqah Hasiholan, Cut Mini, Cynthia Lamusu, Edwan Handoko, Edward Gunawan, Indonesian Cinema, Isabelle Patrice, Iwet Ramadhan, Jajang C Noer, Keiko Marwan, Lily Harahap, Melissa Karim, Movies, Nia Dinata, Pong Hardjatmo, Rachel Maryam, Renny Sutiyoso, Review, Ria Irawan, Rinaldy A. Yunardi, Rio Dewanto, Salmaa, Salwaa, Sapto Soetarjo, Sarah Sechan, Shanty, Shelomita, Stephanie, Surya Saputra, Titi DJ, Tora Sudiro, Wilza Lubis
Di tahun 2003, Nia Dinata berhasil memberikan sebuah asupan tontonan yang sama sekali belum pernah dirasakan para pecinta film Indonesia sebelumnya. Lewat Arisan!, Nia, yang menulis naskah film tersebut bersama Joko Anwar, memberikan sebuah satir jujur mengenai kehidupan kaum kosmopolitan di Indonesia (baca: Jakarta), tentang bagaimana pergaulan mereka, orang-orang di sekitar mereka hingga hitam putih kehidupan yang menyeruak dalam keseharian mereka. Arisan! juga menjadi film pertama yang mendapatkan rekognisi nasional dalam mengangkat kehidupan kaum homoseksual – yang di kala itu jelas merupakan sebuah terobosan yang sangat berani. Hasilnya, Arisan! sukses menjadi sebuah kultur pop dalam dunia hiburan Indonesia, meroketkan nama Tora Sudiro dan berhasil memenangkan kategori Film Terbaik, Pemeran Utama Pria Terbaik, Pemeran Pendukung Pria Terbaik, dan Pemeran Pendukung Wanita Terbaik di ajang Festival Film Indonesia 2004.
Review: Perempuan-Perempuan Liar (2011)
Posted: October 14, 2011 in Movies, ReviewTags: Andries Munzier, Arief Rivan, Asian Cinema, Bedu, Dallas Pratama, Emmi Lemu, Gary Iskak, Ghozali, Indonesian Cinema, Maeeva Amin, Movies, Perempuan-Perempuan Liar, Rako Prijanto, Review, Rina Diana, Rusdi Syarif, Tora Sudiro, Torro Margens
Mengikuti Cewek Gokil dan Cowok Bikin Pusing yang telah dirilis terlebih dahulu pada tahun ini, Perempuan-Perempuan Liar adalah produksi lama dari rumah produksi Multivision Plus yang entah mengapa terpendam begitu lama di gudang mereka – mungkin karena kualitasnya yang memang sangat menyedihkan – dan akhirnya dirilis ke pasaran sekian tahun kemudian. Berbeda dengan Cewek Gokil dan Cowok Bikin Pusing yang masih cukup dapat dinikmati, film komedi yang disutradarai oleh Rako Prijanto sama sekali tidak memiliki alasan apapun untuk dirilis ke khalayak ramai. Dengan naskah yang begitu dangkal dan bodoh serta penampilan para jajaran pemerannya yang sangat mengecewakan, rasanya sudah sangat menjawab pertanyaan mengapa film ini dirilis jauh setelah proses produksinya selesai bertahun-tahun lalu.















