Mempertemukan kembali sutradara asal Australia, John Hillcoat (The Road, 2009), dengan penulis naskah Nick Cave (The Proposition, 2005) serta aktor langganannya, Guy Pearce, Lawless merupakan kisah yang diadaptasi dari novel berjudul The Wettest County in the World yang ditulis oleh Matt Bondurant dan berkisah mengenai kehidupan kakeknya, Jack Bondurant, serta dua kakaknya, Forrest dan Howard Bondurant, yang sempat menjadi pembuat dan penyelundup minuman keras secara ilegal di Amerika Serikat ketika negara tersebut melarang adanya segala bentuk produksi, penjualan serta distribusi minuman beralkohol pada tahun 1920 hingga tahun 1933. Sayangnya, meskipun menawarkan premis cerita dengan kapasitas dunia kejahatan serta kekerasan yang begitu kental, Lawless justru terasa… lifeless akibat pengembangan narasi yang terlalu datar serta penggalian karakter yang begitu dangkal.
Posts Tagged ‘Tom Hardy’
Review: Lawless (2012)
Posted: May 5, 2013 in Movies, ReviewTags: Alex Van, Bill Camp, Chris McGarry, Dane DeHaan, Gary Oldman, Guy Pearce, Jason Clarke, Jessica Chastain, John Hillcoat, Lawless, Lew Temple, Marcus Hester, Mia Wasikowska, Movies, Noah Taylor, Review, Shia LaBeouf, Tim Tolin, Tom Hardy
Review: The Dark Knight Rises (2012)
Posted: July 22, 2012 in Movies, ReviewTags: Aidan Gillen, Alon Abutbul, Anne Hathaway, Batman, Ben Mendelsohn, Brett Cullen, Burn Gorman, Chris Ellis, Christian Bale, Christopher Judge, Christopher Nolan, Cillian Murphy, Desmond Harrington, Gary Oldman, Joseph Gordon-Levitt, Josh Pence, Juno Temple, Liam Neeson, Marion Cotillard, Matthew Modine, Michael Caine, Morgan Freeman, Movies, Nestor Carbonell, Review, Rob Brown, The Dark Knight Rises, Tom Conti, Tom Hardy
Ketika dirilis pada tahun 2005, Batman Begins yang diarahkan oleh Christopher Nolan berhasil membersihkan imej karakter pahlawan tersebut dari kegagalan besar yang disebabkan oleh Joel Schumacher dengan Batman & Robin (1997) yang sempat dianggap telah mematikan potensi perkembangan franchise tersebut secara keseluruhan. Tidak hanya itu, atmosfer kelam dan cenderung depresif yang ditampilkan dalam penceritaan Batman Begins yang diarahkan Nolan kemudian memberikan pengaruh besar bagi banyak adaptasi kisah-kisah superhero yang muncul setelahnya, bahkan hingga saat ini. Kini, tujuh tahun setelah perilisan Batman Begins dan empat tahun selepas perilisan sekuelnya, The Dark Knight (2008), yang fenomenal itu, Nolan melengkapi trilogi The Dark Knight-nya dengan merilis The Dark Knight Rises: sebuah bagian yang nantinya mungkin akan dikenal sebagai bagian terkelam, termegah sekaligus terambisius dari trilogi The Dark Knight arahan Nolan. Tapi apakah The Dark Knight Rises akan menjadi bagian terbaik?
Review: This Means War (2012)
Posted: February 17, 2012 in Movies, ReviewTags: Abigail Spencer, Angela Bassett, Chelsea Handler, Chris Pine, Jenny Slate, John Paul Ruttan, Laura Vandervoort, Leela Savasta, McG, Movies, Panou, Patrick Sabongui, Reese Witherspoon, Review, This Means War, Til Schweiger, Tom Hardy
Untuk seseorang dengan talenta seperti Reese Witherspoon – talenta yang telah memenangkannya sebuah Academy Award (Walk the Line, 2005) – adalah cukup mengherankan untuk melihat Witherspoon terus menerus memilih berbagai material cerita film yang sepertinya kurang mampu untuk mengeksplorasi talenta aktingnya tersebut. Tentu, pasca kemenangannya di ajang Academy Awards, Witherspoon pernah membintangi beberapa film-film dengan fondasi jalan cerita yang cukup kuat seperti Rendition (2007), How Do You Know (2010) dan Water for Elephants (2011). Namun pada kebanyakan bagian, karir Witherspoon pasca kemenangannya di ajang Academy Awards diisi dengan film-film seperti Just Like Heaven (2005), Penelope (2006) dan Four Christmases (2007) yang lebih menekankan cute factor dalam diri Reese daripada talenta akting yang ia miliki.
Review: Warrior (2011)
Posted: November 23, 2011 in Movies, ReviewTags: Anthony "Rumble" Johnson, Bryan Callen, Denzel Whitaker, Erik Apple, Frank Grillo, Gavin O'Connor, Jake McLaughlin, Jennifer Morrison, Joel Edgerton, Josh Rosenthal, Kevin Dunn, Kurt Angle, Maximiliano Hernández, Movies, Nate Marquardt, Nick Nolte, Noah Emmerich, Rashad Evans, Review, Sam Sheridan, Tom Hardy, Vanessa Martinez, Warrior
Jika saja The Fighter (2010) tidak dirilis terlebih dahulu, dan berhasil meraih kesuksesan kritikal dan komersial yang begitu besar, mungkin tahun ini perhatian dunia akan tertuju pada penampilan luar biasa dari trio Tom Hardy, Joel Edgerton dan Nick Nolte dalam sebuah film bertemakan olahraga arahan Gavin O’Connor (Pride and Glory, 2008), Warrior. Secara kualitas, Warrior sama sekali tidak jauh berbeda dengan The Fighter. Sama-sama mewarnai jalan ceritanya dengan konflik keluarga yang terjadi di antara karakter-karakternya, Warrior mampu tampil cemerlang, lebih keras dan lebih gelap di bagian awal pengisahan cerita. Sayangnya, seiring dengan berjalannya durasi film, Warrior terjebak dengan banyak dramatisasi kisah yang hanya membuat durasi film ini membengkak hingga sepanjang 140 menit tanpa mampu memberikan ikatan emosional yang berarti.
Review: Inception (2010)
Posted: July 17, 2010 in Movies, ReviewTags: Christopher Nolan, Cillian Murphy, Dileep Rao, Ellen Page, Inception, Joseph Gordon-Levitt, Ken Watanabe, Leonardo DiCaprio, Lukas Haas, Marion Cotillard, Michael Caine, Movies, Pete Postlethwaite, Review, Talulah Riley, Tom Berenger, Tom Hardy
Setelah Memento dan The Dark Knight, sutradara Christopher Nolan kembali datang untuk menantang setiap penonton filmnya untuk dapat menggunakan sedikit pemikiran mereka dalam mengikuti salah satu film yang paling ditunggu untuk tahun ini, Inception. Merilisnya di saat musim panas, masa di mana Hollywood biasanya cenderung untuk merilis film-film popcorn yang hadir hanya sebatas hiburan belaka, tentu akan menjadi resiko tersendiri yang harus dihadapi Nolan. Namun, apakah Inception benar-benar sekompleks yang dibayangkan oleh setiap penontonnya?

















