Jo (Dandy Rainaldy), Flo (Stefhani Zamora Husen) dan Zee (Rizky Black) adalah tiga orang pelajar sebuah sekolah dasar negeri yang walaupun memiliki karakter, tabiat serta berasal dari latar belakang sosial yang berbeda namun saling bersahabat. Satu hal yang paling menarik perhatian mereka saat ini adalah mengenai keberadaan makhluk supernatural… alias hantu. Jo begitu terobsesi dengan hantu sehingga mengoleksi banyak film-film horor. Flo tidak terlalu menanggapi hal tersebut secara serius, tetapi selalu berusaha untuk mencari tahu tentang jenis dan ciri-ciri setiap hantu. Sedangkan Zee… dirinya telah tenggelam dengan banyak mitos mengenai keberadaan makhluk supernatural tersebut sehingga akhirnya selalu dirundung ketakutan setiap kali orang lain membicarakan mengenai topik tersebut.
Posts Tagged ‘Tike Priyatnakusumah’
Review: Tiga Sekawan (2013)
Posted: January 25, 2013 in Movies, ReviewTags: Asian Cinema, Dahlina, Dandy Rainaldy, Dede Yusuf, Indonesian Cinema, Iqbal Atmadinata, Ivan Alvameiz, Jason Daniels, Monica Oemardi, Movies, Nunie Pharikesit, Rafli Febriansyah, Review, Rizky Black, Rizky Hanggono, Stefhani Zamora Husen, Tiga Sekawan, Tike Priyatnakusumah, Virnie Ismail, Wawan Setiawan, Wina Zulfiana
Review: (Masih) Bukan Cinta Biasa (2011)
Posted: September 16, 2011 in Movies, ReviewTags: (Masih) Bukan Cinta Biasa, Aline Adita, Asian Cinema, Axel Andaviar, Benni Setiawan, Budi Arab, Budi Dalton, Esa Sigit, Ferdy Taher, Gunawan, Indonesian Cinema, Joehana Sutisna, Movies, Mucle, Olivia Lubis Jensen, Review, Tike Priyatnakusumah, Wulan Guritno
Seorang pria remaja bernama Vino (Axel Andaviar) suatu hari datang ke hadapan Tommy (Ferdy Taher), seorang mantan vokalis grup musik rock papan atas di Indonesia, The Boxis, dan kemudian mengaku bahwa dirinya adalah anak kandung dari Tommy. Terdengar seperti jalan cerita dari sebuah film Indonesia yang pernah dirilis sebelumnya? Memang, (Masih) Bukan Cinta Biasa adalah sekuel dari film drama, Bukan Cinta Biasa, yang secara mengejutkan cukup mampu tampil menghibur penontonnya ketika dirilis pada tahun 2009 lalu. Masih menghadirkan jajaran pemeran yang sama, dengan naskah dan arahan yang masih datang dari Benni Setiawan, (Masih) Bukan Cinta Biasa dapat dipandang sebagai versi kisah alternatif dari film pendahulunya. Tergarap dengan cukup baik pada kebanyakan bagian, (Masih) Bukan Cinta Biasa tetap saja kekurangan banyak faktor esensi pembeda yang dapat memberikan penjelasan mengenai eksistensi dari perilisan film ini. Kecuali faktor keuntungan komersial, tentu saja.













