Seperti yang dilakukan oleh beberapa praktisi film Indonesia pada FISFiC Vol. 1 yang dirilis pada akhir tahun lalu, produser Chand Parwez Servia bersama dengan sutradara Upi Avianto juga mengumpulkan beberapa talenta muda untuk mengarahkan film-film pendek bertemakan horor dan thriller untuk kemudian ditampilkan dalam satu presentasi. Walau sama sekali belum pernah mengarahkan film layar lebar, nama-nama sutradara yang karyanya turut disertakan dalam Hi5teria sendiri bukanlah nama-nama yang baru pertama kali berkenalan dengan industri film. Tercatat, Adriyanto Dewo, Chairun Nisa, Billy Christian, Nicho Yudifar dan Harvan Agustriansyah lebih dahulu dikenal sebagai penghasil film pendek dengan beberapa diantaranya bahkan mampu membawa karya mereka melangkah lebih jauh di tingkat persaingan dunia.
Posts Tagged ‘Tara Basro’
Review: Hi5teria (2012)
Posted: March 30, 2012 in Movies, ReviewTags: Adrian Aliman, Adriyanto Dewo, Aelke Mariska, Asian Cinema, Bella Esperance, Billy Christian, Chairun Nisa, Dinda Kanya Dewi, Dion Wiyoko, Egi Fedly, Fitrie Rachmadhina, Harvan Agustriansyah, Hi5teria, Ichi Nuraini, Imelda Therinne, Indonesian Cinema, Jennye Awuy, Krisshatta Luis, Luna Maya, Maya Otos, Movies, Nicho Yudifar, Otig Pakis, Pipien Putri, Poppy Sovia, Review, Sigi Wimala, Tara Basro, Totos Rasiti, Tumpal Tampubolon
Review: Catatan Harian Si Boy (2011)
Posted: July 2, 2011 in Movies, ReviewTags: Abimana Arya, Albert halim, Ario Bayu, Asian Cinema, Btari Karlinda, Carissa Puteri, Catatan Harian Si Boy, Cut Tari, Didi Petet, Indonesian Cinema, Joko Anwar, Leroy Osmani, Movies, Nazyra C. Noer, Onky Alexander, Paul Foster, Poppy Sovia, Putrama Tuta, Review, Richard Kevin, Roy Marten, Tara Basro, Verdi Solaeman
Karakter Boy – sosok pria yang tampan, kaya, cerdas namun tetap rendah hati dan taat beribadah (baca: sempurna) – dari lima seri film Catatan Si Boy (1987 – 1991) tampil sangat melekat pada generasi pecinta film nasional di era tersebut. Begitu melekatnya karakter Boy, karakter tersebut bahkan mengambil sebuah bagian penting dalam pop culture Indonesia hingga saat ini. Maka adalah sangat wajar bila saat produser sekaligus sutradara debutan, Putrama Tuta, mengungkapkan bahwa dirinya merasa tertarik untuk kembali membawa salah satu ikon pop nasional tersebut kembali ke layar lebar bagi sebuah generasi yang telah jauh berbeda akan menimbulkan rasa penasaran yang cukup besar di benak banyak orang.













