Perbincangan mengenai dunia politik sepertinya tidak akan dapat dijauhkan dari setiap film yang diarahkan oleh Robert Redford. Setelah sebelumnya merilis Lion for Lambs (2007) dan The Conspirator (2010), kini Redford menghadirkan The Company You Keep, sebuah thriller politik dengan naskah cerita yang diadaptasi oleh Lem Dobbs (Haywire, 2011) dari novel berjudul sama karya Neil Gordon. Menyinggung masalah politik, terorisme hingga perkembangan dunia jurnalisme modern, The Company You Keep jelas memiliki momen-momen dimana film ini mampu tampil sangat meyakinkan dalam ceritanya, khususnya berkat dukungan jajaran pengisi departemen akting yang mampu menghidupkan setiap karakter dengan baik. Namun sayangnya, seperti yang juga dapat dirasakan pada dua film Redford sebelumnya, The Company You Keep secara perlahan kehilangan intensitas penceritaannya justru di saat-saat film ini membutuhkan kapasitas penceritaan yang lebih kuat – hal yang membuat The Company You Keep kemudian berakhir dengan datar dan terkesan begitu… pointless.
Posts Tagged ‘Stephen Root’
Review: The Company You Keep (2012)
Posted: April 21, 2013 in Movies, ReviewTags: Anna Kendrick, Brendan Gleeson, Brit Marling, Chris Cooper, Jackie Evancho, Julie Christie, Keegan Connor Tracy, Movies, Nick Nolte, Review, Richard Jenkins, Robert Redford, Sam Elliott, Shia LaBeouf, Stanley Tucci, Stephen Root, Susan Sarandon, Terrence Howard, The Company You Keep
Review: Red State (2011)
Posted: September 12, 2011 in Movies, ReviewTags: Anna Gunn, Betty Aberlin, Haley Ramm, James Parks, John Goodman, Kerry Bishé, Kevin Alejandro, Kevin Pollak, Kevin Smith, Kyle Gallner, Marc Blucas, Matt L. Jones, Melissa Leo, Michael Angarano, Michael Parks, Movies, Nicholas Braun, Ralph Garman, Red State, Review, Stephen Root
Sebelum merilis Jersey Girl di tahun 2004 – sebuah film yang cukup menyenangkan, sebenarnya – Kevin Smith memiliki karir penyutradaraan yang cukup terpandang. Film-film drama komedi yang ia arahkan – mulai dari Clerks (1994), Mallrats (1995), Chasing Amy (1997), Dogma (1999) hingga Jay and Silent Bob Strike Back (2001) – dikenal sebagai film-film komedi dengan tingkat kecerdasan dialog yang sangat tajam… dan tetap mampu menghibur penontonnya. Namun Smith kemudian menambah panjang daftar filmografinya dengan film-film komedi mediocre yang terasa begitu melelahkan. Smith bahkan menghasilkan Cop Out (2010) – sebuah film yang menempatkan pasangan Bruce Willis dan Tracy Morgan sebagai pasangan polisi dengan deretan dialog dan adegan tidak lucu dan sangat mengesalkan (Morgan, khususnya!).
Review: Everything Must Go (2011)
Posted: August 24, 2011 in Movies, ReviewTags: Christopher Jordan Wallace, Dan Rush, Everything Must Go, Laura Dern, Michael Peña, Movies, Rebecca Hall, Review, Shannon Whirry, Stephen Root, Will Ferrell
Anda boleh saja memandang sebelah mata dan mencoret film-film Will Ferrell ketika ia berperan dalam sebuah film komedi. Beberapa film komedi yang dibintangi Ferrell harus diakui terasa bagaikan sebuah sekuel bagi setiap film yang ia bintangi sebelumnya dengan Ferrell selalu memerankan sesosok karakter pria yang hampir sama. Namun, jangan pernah menyepelekan kemampuan drama Ferrell. Ketika Ferrell benar-benar ingin menampilkan kemampuan aktingnya, dan memilih sebuah film yang dengan tepat dapat menyalurkan hasratnya tersebut, Ferrell dengan sempurna mampu membuktikannya. Hal inilah yang terbukti ketika Ferrell untuk pertama kali membintangi sebuah film drama arahan Woody Allen berjudul Melinda and Melinda (2004) yang kemudian disusul dengan Stranger than Fiction pada tahun 2006 lalu.
Review: Cedar Rapids (2011)
Posted: July 26, 2011 in Movies, ReviewTags: Alia Shawkat, Anne Heche, Cedar Rapids, Ed Helms, Isiah Whitlock Jr., John C. Reilly, Kurtwood Smith, Miguel Arteta, Mike O'Malley, Movies, Review, Rob Corddry, Sigourney Weaver, Stephen Root, Thomas Lennon
Kisah mengenai seorang karakter yang lugu dan naif dalam menatap dunia untuk kemudian dipermainkan beberapa karakter lainnya hingga akhirnya masing-masing karakter mampu memperoleh pelajaran hidup dari satu sama lain mungkin adalah sebuah kisah yang telah terlalu familiar di Hollywood. Di tangan seorang sutradara yang tidak memiliki kemampuan khusus, kisah tersebut bisa saja berakhir dengan berjalan terlalu predictable dan monoton. Untungnya, Miguel Arterta (Youth in Revolt, 2009) bukanlah salah satu sutradara yang berada di golongan tersebut. Dengan bantuan naskah karya Phil Johnston dan akting prima dari Ed Helms (The Hangover, 2009), ia mampu menghasilkan Cedar Rapids yang memiliki jalan kisah familiar namun mampu tampil begitu segar, kocak sekaligus menyentuh di beberapa bagian kisahnya.















