The Three Stooges adalah trio komedian asal Amerika Serikat yang dibentuk pada tahun 1925 – dengan nama Ted Healy and His Southern Gentlemen, sebelum akhirnya menggunakan nama The Three Stooges pada tahun 1934 – dan berhasil memperoleh popularitas mereka pada pertengahan abad ke-20 dengan menggunakan deretan lelucon yang seringkali mengedepankan aktivitas kekerasan fisik – atau yang lebih akrab dikenal sebagai slapstick comedy. Walau sering mendapatkan kritikan tajam dari banyak kritikus, gaya penceritaan slapstick comedy yang dibawa oleh The Three Stooges terbukti tetap mampu disukai banyak penonton hingga akhirnya kelompok tersebut pensiun pada tahun 1979. Tak pelak, The Three Stooges memberikan banyak inspirasi bagi banyak komedian dan pembuat film modern, termasuk The Farrelly Brothers yang telah berusaha untuk mengangkat kembali The Three Stooges ke layar lebar semenjak satu dekade yang lalu.
Posts Tagged ‘Sofía Vergara’
Review: The Three Stooges (2012)
Posted: July 28, 2012 in Movies, ReviewTags: Antonio Sabàto Jr., Bobby Farrelly, Brian Doyle-Murray, Caitlin Colford, Carly Craig, Chris Diamantopoulos, Craig Bierko, Dwight Howard, Isaiah Mustafa, Jane Lynch, Jennifer Farley, Jennifer Hudson, Justin Lopez, Kate Upton, Kirby Heyborne, Lance Chantiles-Wertz, Larry David, Lin Shaye, Mike Sorrentino, Movies, Nicole Polizzi, Paul DelVecchio, Peter Farrelly, Review, Robert Capron, Ronnie Ortiz-Magro, Samantha Giancola, Sean Hayes, Skyler Gisondo, Sofía Vergara, Stephen Collins, The Farrelly Brothers, The Three Stooges, Will Sasso
Review: New Year’s Eve (2011)
Posted: April 22, 2012 in Movies, ReviewTags: Abigail Breslin, Alyssa Milano, Ashton Kutcher, Carla Gugino, Cary Elwes, Chris "Ludacris" Bridges, Garry Marshall, Halle Berry, Hector Elizondo, Hilary Swank, Jake T. Austin, James Belushi, Jessica Biel, Jon Bon Jovi, Josh Duhamel, Katherine Heigl, Lea Michele, Michelle Pfeiffer, Movies, Nat Wolff, New Year’s Eve, Review, Robert De Niro, Russell Peters, Ryan Seacrest, Sarah Jessica Parker, Seth Meyers, Sofía Vergara, Til Schweiger, Yeardley Smith, Zac Efron
Jadi… darimana kita akan mulai membicarakan mengenai New Year’s Eve? Garry Marshall sebenarnya pernah dikenal sebagai seorang sutradara yang selalu berhasil menghantarkan film-film hiburan yang cukup memorable. Film-filmnya memang tidak pernah dilabeli sebagai sebuah karya yang mampu bersaing di ajang penghargaan film dunia, namun siapapun tentu tidak akan dapat menyangkal kualitas hiburan yang dapat dihantarkan film-film semacam Beaches (1988), Pretty Woman (1990) atau The Princess Diaries (2001). Namun, seiring dengan berjalannya waktu, kreativitas Marshall sepertinya gagal untuk turut berkembang. Akhirnya, seperti imej yang ia peroleh sekarang, Marshall lebih sering menghadirkan film-film drama romansa dengan deretan bintang besar Hollywood namun dengan kualitas penceritaan yang cenderung mengecewakan.
Review: The Smurfs (2011)
Posted: October 7, 2011 in Movies, ReviewTags: Alan Cumming, Anton Yelchin, B. J. Novak, Frank Welker, Fred Armisen, Gary Basaraba, George Lopez, Hank Azaria, Jayma Mays, Jeff Foxworthy, Joan Rivers, Joel McCrary, John Kassir, John Oliver, Jonathan Winters, Katy Perry, Kenan Thompson, Liz Smith, Michael Musto, Movies, Neil Patrick Harris, Olivia Palermo, Paul Reubens, Raja Gosnell, Review, Sofía Vergara, The Smurfs, Tim Gunn, Tom Colicchio, Tom Kane, Wolfgang Puck
Well… penonton seharusnya tahu kualitas seperti apa yang akan mereka dapatkan ketika memilih untuk menyaksikan sebuah film yang disutradarai oleh seorang sutradara yang sebelumnya menghasilkan film-film semacam Scooby-Doo 2: Monsters Unleased (2004) dan Beverly Hills Chihuahua (2008). Bukan berarti bahwa film-film yang diarahkan oleh Raja Gosnell adalah film-film berkualitas buruk. Namun ketika Gosnell mengarahkan sebuah film yang bertendensi kuat untuk dipasarkan kepada para penonton muda dan mereka yang memang menggemari film-film keluarga sederhana, Gosnell memang kemudian mengarahkan filmnya secara keseluruhan hanya untuk dapat dinikmati oleh para target penonton film tersebut: dengan jalan cerita yang aman bahan cenderung klise, guyonan-guyonan khas film keluarga, karakter-karakter yang mengalahkan keluguan dari karakter-karakter protagonis di film-film animasi Walt Disney serta kemungkinan besar menutup adanya kemungkinan bagi para penonton dewasa untuk dapat menikmati film tersebut.















