Dalam Pitch Perfect, Beca Mitchell (Anna Kendrick) adalah sesosok gadis yang memiliki impian untuk pindah ke Los Angeles, Amerika Serikat, dan mengejar mimpinya untuk menjadi seorang disc jockey. Sayangnya, ia justru terjebak dan menjadi mahasiswi di Barden University akibat paksaan sang ayah (John Benjamin Hickey). Sementara itu, kelompok akapela wanita asal universitas tersebut – yang menamakan diri mereka sebagai The Barden Bellas – sedang membutuhkan bakat-bakat penyanyi baru untuk memulihkan nama mereka yang terlanjur tercoreng akibat kekalahan yang memalukan pada ajang International Championship of Collegiate A Cappella. Oh, selain merupakan seorang musisi yang bebakat, Beca juga memiliki talenta menyanyi yang cukup lumayan. Dan, seperti yang dapat ditebak oleh semua orang, Beca akhirnya bergabung dengan The Barden Bellas.
Posts Tagged ‘Skylar Astin’
Review: Pitch Perfect (2012)
Posted: December 10, 2012 in Movies, ReviewTags: Adam DeVine, Alexis Knapp, Anna Camp, Anna Kendrick, Ben Platt, Brittany Snow, Christopher Mintz-Plasse, Elizabeth Banks, Ester Dean, Freddie Stroma, Hana Mae Lee, Jason Moore, Jinhee Joung, John Benjamin Hickey, John Michael Higgins, Movies, Pitch Perfect, Rebel Wilson, Review, Skylar Astin, Utkarsh Ambudkar
Review: Wreck-It Ralph (2012)
Posted: November 12, 2012 in Movies, ReviewTags: Adam Carolla, Alan Tudyk, Brandon Scott, Brian Kesinger, Cymbre Walk, Dennis Haysbert, Ed O'Neill, Edie McClurg, Gerald C. Rivers, Horatio Sanz, Jack McBrayer, Jamie Elman, Jamie Sparer Roberts, Jane Lynch, Jess Harnell, Joe Lo Truglio, John C. Reilly, John DiMaggio, Josie Trinidad, Katie Lowes, Kevin Deters, Kyle Hebert, Martin Jarvis, Maurice LaMarche, Mindy Kaling, Movies, Phil Johnston, Rachael Harris, Raymond Persi, Reuben Langdon, Review, Rich Moore, Roger Craig Smith, Sarah Silverman, Skylar Astin, Stefanie Scott, Tim Mertens, Wreck-It Ralph
Walt Disney Animation Studios sepertinya telah banyak belajar begitu banyak hal dari kerjasama mereka dengan Pixar Animation Studios. Setelah film-film animasi seperti Tangled (2010) dan The Princess and the Frog (2009), yang masih mempertahankan pola penceritaan tradisional khas Walt Disney namun mulai mendekati tampilan visual khas Pixar, Wreck-It Ralph sepertinya menandai masa dimana Walt Disney mulai mampu menghasilkan film animasi dengan jalan penceritaan yang lebih modern dan imajinatif namun, tentu saja, tetap mempertahankan kehangatan tampilan jalan cerita seperti yang selalu dilakukan film-film produksi Walt Disney sebelumnya. Sebuah paduan kuat yang jelas akan membuat bendera Walt Disney Animation Studios kembali berkibar di tengah panasnya persaingan film-film animasi di Hollywood.













