Cinta Tapi Beda mengisahkan hubungan percintaan berliku antara dua karakter yang berasal dari latar belakang agama dan kepercayaan yang berbeda, Cahyo (Reza Nangin) dan Diana (Agni Pratistha). Cahyo, yang berasal dari keluarga Muslim yang taat di Yogjakarta, adalah seorang juru masak berbakat yang bekerja di salah satu restoran paling populer di Jakarta. Sementara itu, Diana, yang berasal dari keluarga dengan latar belakang kepercayaan Katolik di Padang, merupakan seorang mahasiswi jurusan tari yang saat ini sedang akan menghadapi ujian akhirnya. Keduanya secara tidak sengaja bertemu di sanggar tari yang dikelola oleh bibi Cahyo, Dyah Murtiwi (Nungky Kusumastuti). Pertemuan tersebut kemudian secara perlahan berlanjut menjadi hubungan percintaan yang akhirnya tidak dapat memisahkan keduanya.
Posts Tagged ‘Sitoresmi Prabuningrat’
Review: Cinta Tapi Beda (2012)
Posted: December 29, 2012 in Movies, ReviewTags: Agni Pratistha, Agus Kuncoro, Aris Gepeng, Asian Cinema, August Melasz, Ayu Dyah Pasha, Choky Sitohang, Cinta Tapi Beda, Hanung Bramantyo, Hestu Saputra, Hudson Prananjaya, Indonesian Cinema, Jajang C Noer, Leroy Osmani, Movies, Nungky Kusumastuti, Rara Nawangsih, Ratu Felisha, Review, Reza Nangin, Sitoresmi Prabuningrat, Suharyoso
Review: Cinta Suci Zahrana (2012)
Posted: August 17, 2012 in Movies, ReviewTags: Amoroso Katamsi, Asian Cinema, Chaerul Umam, Cici Tegal, Cinta Suci Zahrana, Citra Kirana, El Manik, Faradina, Indonesian Cinema, Kholidi Asadil Alam, Lenny Marlina, Merry Mustaf, Miller Khan, Movies, Nena Rosier, Rahman Yacob, Review, Sitoresmi Prabuningrat
Setelah Ayat-Ayat Cinta (2008), dua seri Ketika Cinta Bertasbih (2009) dan Dalam Mihrab Cinta (2010), Cinta Suci Zahrana menjadi novel keempat karya Habiburrahman El Shirazy yang diangkat ke layar lebar. Seperti yang diungkapkan oleh judul film ini, Cinta Suci Zahrana berkisah mengenai seorang karakter wanita bernama Zahrana (Meyda Sefira), yang digambarkan sebagai sesosok wanita yang tidak hanya memiliki kecantikan fisik namun juga memiliki otak yang begitu cemerlang serta taat beribadah. Kekurangan Zahrana? Di usianya yang kini telah mencapai 34 tahun, ia masih belum dapat menemukan sesosok pria yang dapat dijadikannya sebagai seorang pendamping seumur hidupnya. Zahrana sebenarnya tidak pernah mempermasalahkan hal tersebut. Namun kedua orangtuanya (Amoroso Katamsi dan Nena Rosier) membuat permasalahan jodoh tersebut seperti layaknya sebuah aib bagi keluarga mereka yang harus segera disingkirkan.













