Posts Tagged ‘Sigourney Weaver’

Red Lights adalah sebuah film yang jelas akan memicu cukup banyak adu argumentasi diantara para penontonnya bahkan jauh seusai mereka menyaksikan film tersebut. Disutradarai dan ditulis naskah ceritanya oleh Rodrigo Cortés – yang lewat Buried (2010) sukses membuktikan kepada publik luas bahwa Ryan Reynolds memiliki kemampuan akting yang sanggup menyaingi wajah tampannya, Red Lights mengisahkan, secara sederhana, tentang perseteruan antara mereka yang percaya pada aktivitas paranormal dan mereka yang menentang adanya kepercayaan tersebut serta kemudian berusaha untuk membuktikannya lewat jalan ilmiah. Red Lights jelas merupakan sebuah penceritaan dengan tema yang besar… dan sayangnya, mungkin terlalu besar untuk ditangani sendiri oleh Cortés sehingga membuat Red Lights terasa bagaikan sebuah perjalanan panjang yang tanpa arti di kebanyakan bagian.

(more…)

Poin terpenting dari The Cabin in the Woods, yang mungkin adalah salah satu film yang paling banyak diantisipasi para penggemar film horor di dunia untuk tahun ini, adalah bahwa Drew Goddard dan Joss Whedon merangkai film ini bukan sebagai sebuah film yang ingin menakut-nakuti penontonnya. Mungkin hal tersebut akan terdengar sebagai sebuah alasan yang payah untuk menyembunyikan kegagalan sebuah film horor dalam memberikan tujuan keberadaannya. The Cabin in the Woods, sejujurnya, masih mampu untuk memberikan momen-momen menakutkan dan menegangkan pada beberapa bagian ceritanya. Namun, secara keseluruhan, film ini hadir sebagai sebuah perayaan dari keberadaan genre horor itu sendiri, agar para penonton dapat bersenang-senang dengan berbagai hal yang mungkin dianggap klise yang seringkali mereka temui dalam sebuah film horor namun, secara ajaib, selalu berhasil memberikan pacuan adrenalin di tubuh mereka ketika menyaksikannya.

(more…)

Seharusnya, The Cold Light of Day dapat menjadi sebuah film aksi yang cukup menyenangkan. Walau Bruce Willis dan Sigourney Weaver hanya berada dalam peran yang terbatas dalam jalan cerita film ini, The Cold Light of Day masih menyimpan potensi aksi yang cukup besar dari seorang Henry Cavill, aktor tampan asal Inggris yang tahun lalu didaulat untuk memerankan Clark Kent/Superman dalam versi terbaru dari film superhero tersebut, Man of Steel, yang akan dirilis tahun depan. Yang paling utama, pengarahan The Cold Light of Day berada di tangan sutradara asal Perancis, Mabrouk El Mechri, yang pernah mengejutkan dunia ketika ia sukses mengarahkan Jean-Claude Van Damme dalam film crime-action, JCVD, pada tahun 2008 yang lalu. Lalu… apa yang salah dengan The Cold Light of Day?

(more…)

Taylor Lautner telah memulai karirnya sebagai aktor ketika ia masih berusia 10 tahun dengan mendapatkan sebuah peran kecil di film Shadow Fury (2001). Debut aktingnya tersebut kemudian diikuti dengan peran sebagai salah satu dari tokoh utama dalam film arahan Robert Rodriguez, The Adventures of Sharkboy and Lavagirl in 3-D (2005), dan membintangi film komedi sukses, Cheaper by the Dozen 2 (2005), bersama Steve Martin dan Hilary Duff. Tiga tahun berselang, kesempatan emas untuk mendapatkan kepopuleran luas diperoleh Lautner setelah ia terpilih untuk memerankan sosok werewolf bernama Jacob Black yang terlibat cinta segitiga dengan seorang gadis remaja penyendiri bernama Bella Swan dan seorang vampire bernama Edward Cullen dalam Twilight (2008). Film tersebut menjadi awal dari sebuah franchise yang kemudian memperoleh kesuksesan luar biasa, menghasilkan pendapatan hampir sebesar US$2 milyar hingga saat ini, dengan jutaan penggemar fanatik di seluruh belahan dunia dan – tentu saja – melemparkan nama Taylor Lautner ke deretan aktor papan atas Hollywood.

(more…)

Kisah mengenai seorang karakter yang lugu dan naif dalam menatap dunia untuk kemudian dipermainkan beberapa karakter lainnya hingga akhirnya masing-masing karakter mampu memperoleh pelajaran hidup dari satu sama lain mungkin adalah sebuah kisah yang telah terlalu familiar di Hollywood. Di tangan seorang sutradara yang tidak memiliki kemampuan khusus, kisah tersebut bisa saja berakhir dengan berjalan terlalu predictable dan monoton. Untungnya, Miguel Arterta (Youth in Revolt, 2009) bukanlah salah satu sutradara yang berada di golongan tersebut. Dengan bantuan naskah karya Phil Johnston dan akting prima dari Ed Helms (The Hangover, 2009), ia mampu menghasilkan Cedar Rapids yang memiliki jalan kisah familiar namun mampu tampil begitu segar, kocak sekaligus menyentuh di beberapa bagian kisahnya.

(more…)

Dalam Paul, dua orang pecinta komik asal Inggris yang saling bersahabat memutuskan untuk berliburan ke Amerika Serikat untuk menghadiri Comic-Con serta menjelajahi beberapa wilayah di negara tersebut yang sempat terkenal karena terdapat penampakan alien disana. Di tengah-tengah perjalanan, tanpa disangka, mereka bertemu dengan salah seorang dari alien tersebut. Simon Pegg dan Nick Frost memerankan karakter dua sahabat tersebut sekaligus menuliskan naskah cerita film ini. Seth Rogen mengisisuarakan karakter sang alien. Gregg Mottola, yang sukes mengarahkan Superbad (2007) dan Adventureland (2009), duduk di kursi sutradara. Paul adalah sebuah film komedi dengan premis yang sangat menjanjikan. Dengan deretan talenta seperti Pegg, Frost, Rogen dan Mottola, Paul seharusnya dapat tampil gemilang dalam menghantarkan lelucon-leluconnya. Sayangnya hal tersebut jarang sekali terjadi dalam 104 menit durasi film ini berjalan.

(more…)

You Again mungkin mampu mengumpulkan nama-nama besar seperti Sigourney Weaver dan Jamie Lee Curtis untuk bergabung di dalam jajaran pemeran filmnya. Namun, tentu saja nama besar kedua aktris ini bukan jaminan bahwa You Again akan mampu bersinar menjadi sebuah film komedi yang menjanjikan. Bahkan, adalah cukup wajar jika setelah menyaksikan You Again beberapa orang akan berpendapat bahwa Weaver dan Curtis telah melakukan pilihan yang salah untuk turut bergabung dalam film ini. (more…)

Setelah sekian lama bekerjasama dalam Saturday Night Live, aktris Tina Fey dan Amy Poehler akhirnya memiliki kesempatan untuk bermain bersama dalam sebuah film layar lebar. Memang, ini bukanlah film pertama yang menampilkan mereka berdua. Poehler pernah tampil sebagai cameo dalam Mean Girls, yang ditulis dan dibintangi oleh Fey. Baby Mama adalah film pertama dimana keduanya berada di posisi sebagai bintang utama.

(more…)