Tahun 2012 baru memasuki minggu keduanya namun para penggemar sinema Indonesia sepertinya tidak akan begitu kesusahan untuk menemukan salah satu kandidat film terkuat untuk memenuhi daftar film Indonesia terburuk mereka di akhir tahun nanti. Film tersebut berjudul Xia Aimei, sebuah film yang menjadi debut penyutradaraan bagi seorang sutradara yang bernama Alyandra serta menampilkan penampilan akting perdana dari Franda dan Norman Kamaru – yes, that Norman guy! – serta didukung oleh penampilan akting dari nama-nama seperti Ferry Salim, Olga Lydia, Samuel Rizal dan Shareefa Daanish. Lalu apa yang salah? Hampir semuanya. Pengarahan yang begitu lemah, naskah cerita yang memiliki kecerdasan yang begitu terbatas hingga penampilan akting yang… well… ssangat sukar untuk dikategorikan sebagai akting dari sleuruh jajaran pemerannya.
Posts Tagged ‘Shareefa Daanish’
Review: Xia Aimei (2012)
Posted: January 16, 2012 in Movies, ReviewTags: Alyandra, Asian Cinema, Ferry Salim, Franda, Gilang Dirgahari, Indonesian Cinema, Jasmine Julia Machate, Movies, Norman Kamaru, Olga Lydia, Review, Samuel Rizal, Shareefa Daanish, Xia Aimei
Review: FISFiC Vol. 1 (2011)
Posted: December 11, 2011 in Movies, ReviewTags: Abimana Arya, Adriano Rudiman, Alex Loppies, Alim Sudio, Andhika Wibisana, Anwari Natari, Ari Himawan, Ari Widasworo, Arianjie AZ, Asian Cinema, Bemby Firmansyah, Damar Wijanarko, Darwyn Tse, Dion Widhi Putra, Effect, Emil Kusumo, Errol Tornado, Ferouz Afero, FISFiC Vol. 1, Hendra Louis, Hosea Aryo Bimo, Ian Salim, Indonesian Cinema, John Badalu, Josep Alexander, Katharina Vassar, Manahan Hutauruk, Meal Time, Monika Paska, Movies, Nadia Yuliani, Nala Amrytha, Nicole Jiawen Lee, Purwoko Ari, Reckoning, Rengasdengklok, Review, Rosadi Encek, Rudi Raga, Rumah Babi, Shareefa Daanish, Sita Nursanti, Surja Saputra, Tabitha, Taksi, Tina Susanti, Zavero G. Idris
FISFiC merupakan sebuah akronim bagi Fantastic Indonesian Short Film Competition, sebuah kompetisi film pendek dalam genre horor, thriller, science-fiction maupun fantasy yang digelar oleh beberapa praktisi film Indonesia seperti Sheila Timothy, Joko Anwar, Gareth Evans, The Mo Brothers, Ekky Imanjaya dan Rusly Eddy untuk membuka jalan dan kesempatan bagi para pembuat film muda berbakat dari seluruh Indonesia untuk bersama-sama memajukan perfilman Indonesia, khususnya film-film yang memiliki genre yang seperti telah disebutkan sebelumnya. Setelah melalui proses seleksi dan penjurian, enam naskah cerita berhasil terpilih untuk kemudian direalisasikan dalam bentuk enam film pendek yang akhirnya mengisi DVD antologi film horor yang berjudul FISFiC Vol. 1 ini.
Review: Rumah Dara (2010)
Posted: January 24, 2010 in Movies, ReviewTags: Amink, Arifin Putra, Ario Bayu, Asian Cinema, Daniel Mananta, Dendy Subangil, Imelda Therinne, Indonesian Cinema, Julie Estelle, Kimo Stamboel, Mike Lucock, Mo Brothers, Movies, Review, Ruly Lubis, Rumah Dara, Shareefa Daanish, Sigi Wimala, Timothy Tjahjanto
Rumah Dara mungkin adalah salah satu film thriller yang paling ditunggu masa rilisnya di sejarah perfilman Indonesia. Bukan bermaksud membesar-besarkan. Film yang pada awalnya berjudul Macabre ini telah terlebih dahulu singgah di berbagai festival film dunia, dan hebatnya, mendapat banyak review yang sangat memuaskan. Tidak heran, di tengah kekeringan ide di dunia perfilman Indonesia, khususnya di genre horror, Rumah Dara terdengar akan menjadi sebuah penyelamat film horror di Indonesia.















