Diangkat berdasarkan kisah nyata yang terangkum dalam buku berjudul Tales from the Gangster Squad yang ditulis oleh Paul Lieberman, Gangster Squad mengisahkan mengenai usaha para anggota Los Angeles Police Department untuk mengenyahkan sekelompok penjahat yang dipimpin oleh Mickey Cohen (Sean Penn) dari Los Angeles pada sekitar tahun 1940an. Saat itu, Mickey Cohen dan kawanannya telah menjadi sosok penjahat yang begitu berpengaruh di masyarakat Los Angeles akibat keberhasilannya dalam merangkul banyak pejabat sekaligus para petinggi pihak kepolisian untuk selalu memuluskan maupun menghilangkan jejak kejahatannya. Obsesi Mickey Cohen sendiri tidak berhenti di Los Angeles. Ia beserta kawanannya mulai menyusun rencana untuk memperluas lagi jaringan kejahatannya hingga berbagai penjuru kota di Amerika Serikat maupun dunia.
Posts Tagged ‘Sean Penn’
Review: Gangster Squad (2013)
Posted: January 15, 2013 in Movies, ReviewTags: Anthony Mackie, Emma Stone, Frank Grillo, Gangster Squad, Giovanni Ribisi, Haley Strode, Holt McCallany, James Carpinello, James Hébert, Jon Polito, Josh Brolin, Josh Pence, Lucy Walsh, Maxwell Perry Cotton, Michael Peña, Mireille Enos, Movies, Nick Nolte, Review, Robert Patrick, Ruben Fleischer, Ryan Gosling, Sean Penn, Sullivan Stapleton, Troy Garity, Wade Williams
Review: The Tree of Life (2011)
Posted: September 20, 2011 in Movies, ReviewTags: Brad Pitt, Crystal Mantecon, Dustin Allen, Fiona Shaw, Hunter McCracken, Jackson Hurst, Jessica Chastain, Joanna Going, Kari Matchett, Kimberly Whalen, Laramie Eppler, Michael Showers, Movies, Review, Sean Penn, Tamara Jolaine, Terrence Malick, The Tree of Life, Tye Sheridan
Jika ada satu hal yang dapat dibuktikan oleh film-film seorang Terrence Malick seperti Days of Heaven (1978), The Thin Red Line (1998) dan The New World (2005) – selain fakta bahwa film ‘berkelas tinggi’ tidak datang dalam jangka waktu yang singkat – adalah para penonton tidak akan pernah dapat mengharapkan Malick bercerita secara lugas dalam setiap film-filmnya. Film-film Malick mampu untuk menggerakkan imajinasi dan emosi setiap penontonnya, namun tidak dengan deretan dialog maupun adegan yang terjadi antara setiap karakter di dalan jalan cerita film tersebut. Jalan pemikiran Malick terlalu ‘cerdas’ untuk dapat dibaca dengan mudah. Malick lebih memilih untuk bereksperimen lewat deretan gambar-gambar yang ia hadirkan untuk bercerita kemudian menghasilkan ribuan interpretasi tersendiri bagi para penontonnya.
Review: Fair Game (2010)
Posted: February 27, 2011 in Movies, ReviewTags: Adam LeFevre, Broke Smith, Bruce McGill, David Andrews, David Denman, Doug Liman, Fair Game, Geoffrey Cantor, Khaled El Nabawy, Michael Kelly, Movies, Naomi Watts, Nassar, Noah Emmerich, Review, Sam Shepard, Satya Bhabha, Sean Penn, Ty Burrell
Masih ingat dengan Nothing but the Truth (2008)? Film thriller politik arahan sutradara Rod Lurie yang terinspirasi dari kisah nyata mengenai seorang jurnalis The New York Post, Judith Miller, yang terpaksa harus mendekam di penjara setelah ia menolak permintaan pemerintahan Amerika Serikat untuk membuka rahasia siapa narasumber yang ia gunakan dalam sebuah berita yang ia tulis? Fair Game adalah film yang masih berputar di pembahasan masalah yang sama, namun kali ini menggunakan sudut pandang yang berbeda. Jika Nothing but the Truth mengupas masalah tersebut – dengan jalan cerita fiktif — dari sudut pandang sang jurnalis, maka Fair Game mengambil ceritanya dari sudut pandang Valerie Plame, seorang agen Central Intelligence Agency yang ditulis beritanya oleh Judith Miller dan menyebabkan Miller dijebloskan ke penjara.














