Posts Tagged ‘Samuel L. Jackson’

Captain America: The Winter Soldier (Marvel Studios, 2014)

Captain America: The Winter Soldier (Marvel Studios, 2014)

So what went wrong with Captain America: The First Avenger (2011)? Well… terlepas dari pemilihan Chris Evans yang benar-benar memiliki penampilan, kharisma dan kemampuan yang tepat untuk memerankan sang karakter utama, Captain America: The First Avenger tidak pernah benar-benar terasa sebagai sebuah film yang diperuntukkan kepada Captain America secara keseluruhan. Dengan penggalian karakter utama yang cukup terbatas serta paruh penceritaan lanjutan yang kemudian menghadirkan beberapa karakter ciptaan Marvel Comics yang telah terlebih dahulu meraih popularitasnya, Captain America: The First Avenger lebih kental terasa sebagai media publikasi untuk mengenalkan karakter Captain America kepada penonton dalam skala luas sebelum karakter tersebut akhirnya diikutsertakan dalam The Avengers (2012) – yang sekaligus menjadikan Captain America: The First Avenger terasa seperti promosi berdurasi 125 menit bagi The Avengers. Bukan sebuah presentasi yang benar-benar buruk namun kurang mampu untuk memberikan kesan esensial sebagai pemicu hadirnya sebuah franchise superhero yang baru.

(more…)

RoboCop (Metro-Goldwyn-Mayer Pictures/Columbia Pictures/Strike Entertainment, 2014)

RoboCop (Metro-Goldwyn-Mayer Pictures/Columbia Pictures/Strike Entertainment, 2014)

Ketika dirilis pada tahun 1987, RoboCop yang disutradarai oleh Paul Verhoeven tidak hanya mampu mencuri perhatian para penikmat film dunia karena keberhasilan Verhoeven mewujudkan imajinasinya mengenai kehidupan di masa yang akan datang. Lebih dari itu, sama seperti film-film arahan Verhoeven lainnya, RoboCop hadir dengan deretan adegan bernuansa kekerasan yang kental namun mampu diselimuti dengan naskah cerita yang begitu cerdas dalam memberikan satir tajam mengenai kehidupan sosial masyarakat dunia di saat tersebut. Keunikan itulah yang kemudian berhasil membawa RoboCop meraih kesuksesan baik secara kritikal – dimana RoboCop berhasil meraih dua nominasi di kategori Best Film Editing dan Best Sound Mixing serta memenangkan penghargaan khusus di kategori Best Sound Effects Editing pada ajang The 60th Annual Academy Awards – maupun komersial serta dilanjutkan dengan dua seri film lanjutan (1990, 1993), serial televisi, dua serial televisi animasi, miniseri televisi, permainan video dan sejumlah adaptasi komik.

(more…)

Turbo-header

Film teranyar rilisan DreamWorks Animation, Turbo, yang juga menjadi debut penyutradaraan bagi David Soren, berkisah mengenai seekor siput kebun bernama Theo (Ryan Reynolds) – atau yang lebih memilih untuk dipanggil dengan sebutan Turbo, yang bermimpi untuk menjadi pembalap terbaik di dunia, seperti halnya sang idola, Guy Gagne (Bill Hader) – seorang manusia. Masalahnya… well… Turbo adalah seekor siput yang semenjak lama memiliki takdir sebagai salah satu hewan dengan pergerakan tubuh paling lambat di dunia. Obsesinya tersebut kerap membuat Turbo menjadi bahan cemoohan bagi komunitas siput yang berada di sekitarnya, termasuk dari sang kakak, Chet (Paul Giamatti). Hal itulah yang kemudian mendorong Turbo untuk meninggalkan lokasi tempat tinggalnya dan memilih untuk mencari jalan hidupnya sendiri.

(more…)

django-unchained-header

Berlatar belakang waktu penceritaan pada tahun 1858, Django Unchained dibuka dengan perkenalan antara dua karakter utamanya, Dr. King Schultz (Christoph Waltz) dan Django (Jamie Foxx). Dr. Schultz adalah seorang dokter gigi yang semenjak beberapa tahun terakhir telah tidak beroperasi dan memilih untuk menjadi seorang pemburu bayaran. Sementara Django… well… Django adalah pria kulit hitam yang kini sedang menjadi seorang budak. Perkenalan keduanya terjadi setelah Dr. Schultz meminta bantuan Django untuk mengenali beberapa penjahat yang telah menjadi target perburuannya. Hubungan keduanya kemudian berjalan dengan baik. Dr. Schultz bahkan kini menjadikan Django sebagai rekannya dalam memburu setiap targetnya.

(more…)

Ketika berhubungan dengan film-film yang dirilis pada masa musim panas, Hollywood tahu bahwa mayoritas para penikmat film dunia menginginkan film-film dengan kualitas penceritaan yang sederhana namun dengan pengemasan yang super megah. Film-film yang murni dibuat dengan tujuan hiburan semata. The Avengers – sebuah film yang menempatkan para pahlawan Marvel Comics seperti Captain America, The Black Widow, Iron Man, Hawkeye, Thor dan Hulk berada pada satu jalan penceritaan yang sama – jelas adalah salah satu film musim panas dengan nilai hiburan yang pastinya tidak dapat diragukan lagi. Namun, di bawah pengarahan Joss Whedon (Serenity, 2005), yang bersama dengan Zak Penn (The Incredible Hulk, 2008) juga menulis naskah cerita film ini, The Avengers berhasil tampil lebih dari sekedar sebuah summer movie. Fantastis dalam penampilan, tetapi tetap mampu tampil membumi dengan kisah yang humanis nan memikat.

(more…)

Walau telah terbit dalam bentuk seri komik yang dirilis oleh Marvel Comics semenjak tahun 1966, tidak hingga tahun 2001 Thor akhirnya mampu menarik perhatian Hollywood untuk mengadaptasinya menjadi sebuah film layar lebar. Pun begitu, semenjak ditinggalkan oleh Sam Raimi – sutradara pertama yang berminat dan telah mengembangkan konsep cerita adaptasi kisah Thor ke layar lebar – Thor menjadi terbengkalai sebelum akhirnya hak adaptasi layar lebar dari seri komik tersebut dibeli oleh Paramount Pictures di tahun 2006. Setelah lagi-lagi ditinggalkan oleh beberapa sutradara, Kenneth Branagh akhirnya terpilih sebagai sutradara Thor di tahun 2008. Terkenal sebagai seorang yang bertangan dingin dalam mengadaptasi karya-karya William Shakespeare, Branagh ternyata memiliki kemampuan yang cukup hangat untuk menangani sebuah adaptasi kisah seri komik dan menjadikan Thor ringan dan menyenangkan untuk disaksikan namun tetap tidak kehilangan esensi ceritanya secara keseluruhan.

(more…)

Tidak ada satu bagianpun dalam kisah Captain America: The First Avenger yang belum pernah Anda saksikan sebelumnya dalam berbagai versi cerita film-film bertemakan superhero lainnya. Anda dapat memandang hal ini sebagai sebuah usaha untuk mempertahankan kisah tradisional komik Captain America yang bertemakan sikap patriotisme sang karakter utama dalam membela negaranya. Namun, pada banyak bagian, Captain America: The First Avenger terasa bagaikan rangkaian kisah kepahlawanan yang cheesy, begitu mudah ditebak dan gagal dalam menghadirkan sebuah kisah petualangan yang mampu untuk tampil menarik dan berbeda jika disandingkan dengan film-film bertema sama yang akhir-akhir ini banyak diproduksi Hollywood.

(more…)

Will Ferrell bukanlah komedian favorit semua orang. Walaupun pada awalnya film-film yang dibintangi Ferrell cenderung sukses besar dalam mengeruk keuntungan, namun peran-peran yang terkesan stereotype dan tidak berubah sedikit banyak membuat penonton film dunia menjadi bosan dengan kehadiran Ferrell – alasan yang mungkin dapat menjelaskan mengapa beberapa film terakhir Ferrell, seperti Semi-Pro (2008) dan Land of the Lost (2009), gagal meraih perhatian kritikus film sekaligus mengeruk keuntungan selama masa peredarannya.

(more…)

Baiklah… mari sama-sama mengucapkan selamat datang kepada musim panas. Musim dimana Hollywood akan berusaha mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk menarik minat para pecinta film dunia untuk datang memenuhi bioskop-bioskop terdekat dengan merilis berbagai film-film blockbuster. Tahun ini, Hollywood resmi menyambut datangnya musim panas dengan merilis salah satu sekuel paling ditunggu tahun ini, Iron Man 2.

(more…)