Berbeda dengan Pride and Prejudice (1813) yang ditulis oleh Jane Austen, novel karya Charlotte Brontë, Jane Eyre, memiliki struktur cerita yang lebih kelam dan tragis, meskipun sama-sama merupakan sebuah kisah romansa yang kisahnya dipimpin oleh seorang karakter wanita yang memiliki jalan pemikiran maju dan melebihi orang-orang di sekitarnya. Dirilis pertama kali pada tahun 1847, dengan konteks dan tema cerita yang kompleks namun diselimuti dengan kisah romansa yang begitu efektif, Jane Eyre kemudian mendapatkan tempat khusus di hati berjuta pecinta karya sastra dunia sekaligus menjadikannya sebagai karya terpopuler Brontë di sepanjang karirnya sebagai seorang novelis. Tidak mengherankan jika kemudian Jane Eyre banyak diadaptasi ke dalam medium penceritaan lainnya. Tercatat, versi teranyar dari Jane Eyre yang diarahkan oleh Cary Joji Fukunaga (Sin Nombre, 2009) merupakan film layar lebar ke-16 yang mengadaptasi jalan cerita novel karya Brontë tersebut.
Posts Tagged ‘Sally Hawkins’
Review: Jane Eyre (2011)
Posted: February 2, 2012 in Movies, ReviewTags: Amelia Clarkson, Cary Joji Fukunaga, Freya Parks, Harry Lloyd, Holliday Grainger, Imogen Poots, Jamie Bell, Jane Eyre, Jayne Wisener, Judi Dench, Mia Wasikowska, Michael Fassbender, Movies, Review, Romy Settbon Moore, Sally Hawkins, Simon McBurney, Sophie Ward, Tamzin Merchant, Valentina Cervi
Review: Submarine (2011)
Posted: July 25, 2011 in Movies, ReviewTags: Craig Roberts, Gemma Chan, Melanie Walters, Movies, Noah Taylor, Paddy Considine, Review, Richard Ayoade, Sally Hawkins, Steffan Rhodri, Submarine, Yasmin Paige
Untuk mengatakan bahwa Submarine – yang menjadi debut penyutradaraan Richard Ayoade di layar lebar – sebagai sebuah film drama komedi remaja, mungkin adalah sebuah pernyataan yang cukup merendahkan. Submarine tidak diisi dengan sesosok karakter utama pecundang yang kemudian menemukan cinta sebagai penyelamat hidupnya atau kisah percintaan yang mampu menyentuh setiap orang atau deretan drama yang dikemas menarik dengan dialog-dialog komikal yang jenaka. Tidak. Submarine lebih terlihat seperti film drama komedi depresif yang biasa diarahkan oleh Wes Anderson atau Noah Baumbach namun dengan karakter utama seorang remaja dengan segala kegalauan haati yang ia alami dalam menghadapi masa kehidupan tersebut. Yang tentu saja, akan semakin membuat Submarine terlihat lebih rumit dan lebih sukar untuk disukai banyak orang dengan mudah.
Review: Made in Dagenham (2010)
Posted: March 28, 2011 in Movies, ReviewTags: Andrea Riseborough, Bob Hoskins, Daniel Mays, Geraldine James, Jaime Winstone, John Sessions, Kenneth Cranham, Matt King, Miranda Richardson, Nigel Cole, Richard Bailey, Richard Schiff, Roger Lloyd Pack, Rosamund Pike, Rupert Graves, Sally Hawkins
Seperti halnya The Fighter (2010), Made in Dagenham sama sekali tidak menawarkan sebuah terobosan baru di dalam penceritaannya. Diangkat dari kisah nyata mengenai upaya pekerja wanita untuk mendapatkan upah yang setara di perusahaan produsen mobil Ford pada tahun 1968, Made in Dagenham justru mengikuti setiap pola drama yang pernah ada mengenai kisah sekelompok orang yang berusaha untuk mendapatkan status hidup yang lebih baik. Jajaran pemeran Made in Dagenham yang membuat film ini mampu tampil menghibur dan inspiratif, khususnya penampilan sang aktris utama, Sally Hawkins, yang begitu mampu mengeksplorasi setiap emosi yang dibutuhkan karakternya untuk dapat tampil memikat hati setiap penonton film ini.
Review: Never Let Me Go (2010)
Posted: January 10, 2011 in Movies, ReviewTags: Andrea Riseborough, Andrew Garfield, Carey Mulligan, Charlie Rowe, Charlotte Rampling, Ella Purnell, Isobel Meikle-Small, Keira Knightley, Mark Romanek, Movies, Nathalie Richard, Never Let Me Go, Review, Sally Hawkins
Berisi begitu banyak eksplorasi terhadap struktur sosial dan politik dalam kehidupan manusia, novel Never Let Me Go karya penulis asal Inggris, Kazuo Ishiguro, yang dirilis pada tahun 2005, mendapatkan pujian luas dari banyak kritikus literatur dunia yang kemudian membuat TIME Magazine menggelari novel tersebut sebagai novel terbaik di tahun 2005 dan memasukkannya dalam daftar TIME 100 Best English-Language Novel from 1923 to 2005. Sebuah pencapaian yang tentunya akan cukup sulit untuk diterjemahkan dalam bentuk audio visual, namun usaha yang dilakukan oleh sutradara Mark Romanek (One Hour Photo, 2002) ternyata tidak begitu mengecewakan.
Review: An Education (2009)
Posted: January 17, 2010 in Movies, ReviewTags: Alfred Molina, Carey Mulligan, Dominic Cooper, Emma Thompson, Movies, Nick Hornby, Olivia Williams, Peter Sarsgaard, Review, Rosamund Pike, Sally Hawkins
An Education adalah sebuah film drama yang diadaptasi dari sebuah autobiografi dari seorang jurnalis Inggris, Lynn Barber. Naskah film ini sendiri diadaptasi oleh Nick Hornby, novelis asal Inggris yang mungkin sangat dikenal atas novelnya High Fidelity dan About A Boy, yang keduanya telah diadaptasi ke layar lebar, dan keduanya juga berhasil meraih banyak pujian, baik ketika berbentuk novel maupun setelah diadaptasi menjadi sebuah film. (more…)
















