Posts Tagged ‘Ryan Reynolds’

Turbo-header

Film teranyar rilisan DreamWorks Animation, Turbo, yang juga menjadi debut penyutradaraan bagi David Soren, berkisah mengenai seekor siput kebun bernama Theo (Ryan Reynolds) – atau yang lebih memilih untuk dipanggil dengan sebutan Turbo, yang bermimpi untuk menjadi pembalap terbaik di dunia, seperti halnya sang idola, Guy Gagne (Bill Hader) – seorang manusia. Masalahnya… well… Turbo adalah seekor siput yang semenjak lama memiliki takdir sebagai salah satu hewan dengan pergerakan tubuh paling lambat di dunia. Obsesinya tersebut kerap membuat Turbo menjadi bahan cemoohan bagi komunitas siput yang berada di sekitarnya, termasuk dari sang kakak, Chet (Paul Giamatti). Hal itulah yang kemudian mendorong Turbo untuk meninggalkan lokasi tempat tinggalnya dan memilih untuk mencari jalan hidupnya sendiri.

(more…)

the_croods_header

Disutradarai oleh Kirk DeMicco (Space Chimps, 2008) dan Chris Sanders (How to Train Your Dragon, 2010) dengan naskah cerita yang juga mereka tulis sendiri, The Croods akan membawa para penontonnya ke masa prasejarah dan berpetualang bersama keluarga Croods yang berisi sang ayah, Grug (Nicolas Cage), sang ibu, Ugga (Catherine Keener), puteri tertua mereka, Eep (Emma Stone), putera mereka, Thunk (Clark Duke), bayi perempuan, Sandy (Rhandy Thom), serta sang nenek, Gran (Cloris Leachman). Dikisahkan, keluarga Croods adalah salah satu dari sedikit keluarga di masa tersebut yang mampu bertahan terhadap kondisi lingkungan yang terus-menerus berevolusi. Kesuksesan itu sendiri dapat terwujud karena aturan keras Grug yang ia terapkan pada setiap anggota keluarganya: harus selalu memiliki rasa takut, jangan pernah keluar dari gua tampat mereka hidup khususnya di malam hari serta jangan pernah memiliki rasa ingin tahu terhadap hal-hal baru yang mereka temui.

(more…)

Sebagai salah satu pria terlucu di Hollywood yang paling sukses – ia adalah salah satu otak dibalik kesuksesan serial televisi bernuansa komedi Family Guy, American Dad! dan The Cleveland Show yang ketiganya masih tayang hingga saat ini – cukup mengherankan bila Seth McFarlane baru melakukan debut penyutradaraannya di tahun 2012 melalui film komedi Ted. Dengan naskah cerita yang ia tulis bersama kolaboratornya di Family Guy dan The Cleveland Show, Alec Sulkin dan Wellesley Wild, McFarlane mampu menggarap Ted menjadi sebuah film yang berhasil menghantarkan setiap elemen komedi yang dibutuhkan untuk menghasilkan tawa penonton, terlepas dari jalan cerita yang sederhana (dan cenderung klise).

(more…)

Kesuksesan yang diraih film action thriller Snabba Cash (2010) – yang versi remake-nya kini sedang dipersiapkan oleh Hollywood dengan Zac Efron sebagai bintang utamanya – memberikan kesempatan bagi sutradara asal Swedia, Daniel Espinosa, untuk melebarkan sayapnya ke industri film Amerika Serikat. Nama Espinosa kemudian menjadi komoditas hangat bagi banyak produser Hollywood untuk dipertimbangkan sebagai sutradara bagi beberapa film blockbuster yang akan mereka produksi. Sempat menjadi kandidat kuat untuk menyutradarai X-Men: First Class (2011), Espinosa akhirnya membuat debut penyutradaraan film Hollywood-nya melalui Safe House, sebuah film action thriller yang dibintangi oleh Denzel Washington dan Ryan Reynolds. Sayang, Safe House sepertinya tidak akan menambah besar kredibilitas kemampuan pengarahan yang akan diperoleh Espinosa. Terlepas dari ritme cerita yang cepat dan tawaran ketegangan yang mampu dihadirkan di sepanjang jalan cerita, Safe House terlihat seperti sebuah film medioker dengan jalinan kisah yang klise dan sangat mudah untuk ditebak.

(more…)

Bahkan dengan keberadaan empat orang penulis naskah yang mencoba untuk mengadaptasi kisah dari sebuah seri komik yang telah diterbitkan semenjak tahun 1940, Green Lantern terasa bagaikan sebuah film yang hadir dengan naskah cerita yang begitu dangkal. Masalah utama dari naskah cerita yang disusun oleh Greg Berlanti, Michael Green, Marc Guggenheim dan Michael Goldenberg ini adalah mereka seperti mencoba untuk memadukan seluruh formula yang biasanya ditemukan dalam film-film bertema superhero ke dalam satu susunan naskah cerita. Sayangnya, hal itu kemudian berjalan dengan buruk ketika mereka seperti lupa untuk membangun karakterisasi setiap tokoh dengan baik, plot cerita yang menarik serta alur cerita yang memikat. Ketika permasalahan itu semakin diperburuk oleh sutradara Martin Campbell (Edge of Darkness, 2010) yang sepertinya lebih tertarik untuk menampilkan kekuatan special effect daripada jalan cerita, jadilah Green Lantern terasa bagaikan sebuah perjalanan panjang yang datar dan cenderung membosankan untuk diikuti.

(more…)

Indonesian Movie Bloggers Choice Awards 2011 Nominations List

Posted: January 14, 2011 in Awards, Indonesian Movie Bloggers Choice Awards, Movies, News
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Inception, Alangkah Lucunya (Negeri Ini) dan Sang Pencerah memimpin daftar perolehan nominasi Indonesian Movie Bloggers Choice Awards 2011. Untuk di kategori film berbahasa asing, Inception berhasil meraih sebanyak 14 nominasi dari 18 kategori yang tersedia. Jumlah tersebut unggul satu kategori dari film karya David Fincher, The Social Network, yang membuntuti dengan perolehan sebanyak 13 nominasi. Inception dan The Social Network sendiri akan berhadapan di banyak kategori termasuk di kategori Film Jawara, Sutradara Jawara serta Naskah Jawara. Kedua film tersebut akan bersaing dengan The Ghost Writer, Toy Story 3 dan Uncle Boonme who can Recall His Past Lives untuk memperebutkan gelar sebagai Film Jawara.

(more…)

Adakah hal yang lebih menakutkan dari mengetahui bahwa Anda telah terkubur hidup-hidup? Mengetahui bahwa dalam beberapa menit ke depan, malaikat kematian akan demikian mudahnya datang mengunjungi Anda, mengambil kehidupan Anda sementara yang dapat Anda lakukan hanyalah berbaring menunggu tanpa mampu melakukan apapun. Ketakutan terbesar inilah yang coba dipaparkan oleh sutradara asal Spanyol, Ricardo Cortés, dalam filmnya, Buried. Jelas merupakan sebuah tantangan yang sangat besar untuk mampu menghidupkan sebuah film berdurasi 94 menit dengan hanya memanfaatkan satu orang karakter dan sebuah peti mati sebagai latar belakang lokasi di sepanjang cerita. Namun buang segala keraguan tersebut karena Cortés dengan begitu cerdasnya mampu meramu Buried menjadi salah satu film paling menegangkan yang pernah ada!

(more…)