Posts Tagged ‘Rodrigo Santoro’

300: Rise of an Empire (Warner Bros. Pictures/Legendary Pictures/Cruel & Unusual Films/Atmosphere Entertainment MM/Hollywood Gang Productions/Nimar Studios, 2014)

300: Rise of an Empire (Warner Bros. Pictures/Legendary Pictures/Cruel & Unusual Films/Atmosphere Entertainment MM/Hollywood Gang Productions/Nimar Studios, 2014)

Diadaptasi dari novel grafis yang belum dipublikasikan karya Frank Miller yang berjudul Xerxes, 300: Rise of an Empire adalah sebuah prekuel sekaligus sekuel bagi film arahan Zack Snyder berjudul 300 yang berhasil meraih sukses secara komersial ketika dirilis pada tahun 2007 silam. Meskipun Snyder masih bertanggungjawab sebagai penulis naskah bersama dengan Kurt Johnstad, kursi penyutradaraan untuk 300: Rise of an Empire sendiri kini diduduki oleh Noam Murro yang sebelumnya hanya pernah mengarahkan film drama komedi Smart People di tahun 2008. Tidak banyak hal yang berubah dalam kualitas penceritaan maupun tampilan visual 300: Rise of an Empire jika dibandingkan dengan seri pendahulunya. Murro jelas terasa masih begitu mengandalkan berbagai trik yang pernah digunakan Snyder untuk memaksimalkan tampilan film yang ia arahkan. Bukan sebuah hal yang buruk. Mereka yang menggemari 300 jelas masih akan sangat mengapresiasi kualitas produk akhir yang dihasilkan Murro – meskipun repetisi dalam departemen penulisan cerita kemungkinan besar juga akan memberikan kejenuhan pada sebagian penonton lainnya.

(more…)

the-last-stand-header

Hal yang paling menarik dalam The Last Stand sendiri bukanlah untuk melihat bagaimana seorang Arnold Schwarzenegger yang telah berusia 65 tahun harus beraksi melawan siapapun yang harus dilawannya dalam jalan cerita film ini. Film ini lebih layak disaksikan untuk melihat bagaimana sutradara asal Korea Selatan, Kim Ji-woon (I Saw the Devil, 2010), menangani film Hollywood perdananya. Sejujurnya, atmosfer penyutradaraan Kim masih dapat dirasakan di banyak adegan di film ini. Namun sayangnya, tidak seperti kebanyakan film yang ia arahkan terdahulu, kali ini Kim tidak mendapatkan dukungan sebuah naskah cerita yang kuat. Hasilnya, kekuatan pengarahan cerita Kim jelas terasa seperti terjebak di tengah-tengah deretan adegan dan karakter klise yang terbiasa hadir dalam sebuah film aksi. Welcome to Hollywood, Kim!

(more…)

Dianggap sebagai sebuah kitab suci bagi para wanita hamil di Amerika Serikat – dimana diperkirakan 93% wanita hamil di negara tersebut menjadikan buku ini sebagai bacaan wajibnya, What to Expect When You’re Expecting adalah sebuah buku yang berformat deretan pertanyaan dan jawaban mengenai kehamilan yang ditulis oleh Heidi Murkoff dan Sharon Mazel serta diterbitkan pertama kali pada tahun 1984. Walau sama sekali tidak mengandung garis cerita di dalamnya, Hollywood mengambil inspirasi mengenai berbagai peristiwa dan proses yang terjadi dalam kehamilan dari buku tersebut dan menjadikannya sebuah naskah film drama komedi romantis dengan bantuan duo penulis naskah, Shauna Cross (Whip It, 2009) dan Heather Hach (Freaky Friday, 2003).

(more…)

Sukses dengan franchise Ice Age (2002 – 2009) yang berhasil meraih pendapatan lebih dari US$1, 8 milyar dari perilisan tiga serinya, sutradara Carlos Saldanha kembali berkolaborasi bersama Blue Sky Studios untuk memproduksi Rio. Dalam film ini, penonton akan dikenalkan kepada Blu (Jesse Eisenberg), seekor burung makaw biru yang dulunya diselundupkan dari Rio de Janeiro, Brazil, sebelum akhirnya ditemukan dan kemudian dirawat oleh Linda Gunderson (Leslie Mann). Walaupun cerdas, Blu yang sama sekali tidak pernah berinteraksi dengan sesama burung lainnya, akhirnya memiliki kepribadian yang tertutup pada orang lain, cenderung ceroboh dan sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk terbang.

(more…)