Well… seperti yang dikatakan oleh banyak orang: You don’t mess with a winning formula! Karenanya, ketika Hafalan Shalat Delisa yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Tere Liye berhasil menjadi salah satu film Indonesia dengan raihan jumlah penonton terbesar di sepanjang masa rilisnya pada tahun 2011, tidak mengherankan jika kemudian produser film tersebut mencoba kembali mengulang sukses tersebut dalam rilisan mereka berikutnya. Hasilnya… sebuah film lain yang diadaptasi dari novel Tere Liye – yang kali ini berjudul Bidadari-Bidadari Surga, masih dengan kisah bernuansa reliji, masih dengan kisah yang akan berusaha (baca: memaksa) penontonnya untuk tersentuh dan meneteskan air mata, masih disutradarai oleh Sony Gaokasak, masih menempatkan Nirina Zubir di barisan terdepan jajaran pengisi departemen aktingnya dan… Mike Lewis yang nanti hadir di pertengahan cerita. Hasilnya? Masih sama seperti Hafalan Shalat Delisa. Namun kali ini hadir dengan perjalanan yang terasa lebih menyakitkan.
Posts Tagged ‘Rizky Julio’
Review: Bidadari-Bidadari Surga (2012)
Posted: December 7, 2012 in Movies, ReviewTags: Adam Zidni, Asian Cinema, Astri Nurdin, Bidadari-Bidadari Surga, Billy Boedjanger, Chantiq Schagerl, Eriska Raenisa, Frans Nicholas, Gary Iskak, Henidar Amroe, Indonesian Cinema, Joehana Sutisna, Michael Adam, Mike Lewis, Movies, Nadine Chandrawinata, Nino Fernandez, Nirina Zubir, Piet Pagau, Review, Rizky Hanggono, Rizky Julio, Saddam Basamalah, Sony Gaokasak
Review: Perahu Kertas 2 (2012)
Posted: October 9, 2012 in Movies, ReviewTags: Adipati Dolken, Afiqah Ibrahim, Alfonso O Rorimpandey, Amanina, Asian Cinema, August Melasz, Avesina Soebli, Ben Kasyafani, Dewi Lestari, Elyzia Mulachela, Fauzan Smith, Hanung Bramantyo, Hayria Faturrahman, Indonesian Cinema, Ira Wibowo, Kevin Julio, Kimberly Ryder, Maudy Ayunda, Movies, Perahu Kertas 2, Pierre Gruno, Qausar Harta Yudana, Review, Reza Rahadian, Rifqa Amalsyita, Rizky Julio, Sharena, Sylvia Fully R, Tio Pakusadewo, Titi DJ
Membagi sebuah penceritaan film menjadi dua bagian jelas bukanlah sebuah hal yang baru di industri film dunia. Beberapa franchise besar yang mendasarkan kisahnya dari sebuah novel – seperti Harry Potter, The Twilight Saga sampai The Hobbit – telah (atau dalam kasus The Hobbit, akan) melakukannya dengan dasar alasan bahwa agar seluruh detil dan konflik yang ada di dalam jalan cerita dapat ditampilkan dengan baik. Tentu saja, mereka yang skeptis akan berpendapat bahwa keputusan tersebut diambil tidak lebih hanyalah karena alasan komersial belaka – dibuat agar rumah produksi dapat meraih keuntungan dua kali lebih besar dari satu material cerita yang sama. Well… beberapa pendapat skeptis tersebut mungkin saja benar. Namun, bagaimanapun, ketika berada di tangan sutradara yang tepat, sebuah material cerita yang memang sengaja diperpanjang akan setidaknya mampu tetap memberikan kenikmatan tersendiri bagi penonton untuk menyaksikannya.
Review: Perahu Kertas (2012)
Posted: August 19, 2012 in Movies, ReviewTags: Adipati Dolken, Asian Cinema, August Melasz, Avesina Soebli, Ben Kasyafani, Dewi Lestari, Dion Wiyoko, Elyzia Mulachela, Fauzan Smith, Hanung Bramantyo, Hayria Faturrahman, Indonesian Cinema, Ira Wibowo, Kimberly Ryder, Maudy Ayunda, Movies, Perahu Kertas, Pierre Gruno, Qausar Harta Yudana, Review, Reza Rahadian, Rizky Julio, Sharena, Sylvia Fully R, Tio Pakusadewo, Titi DJ
Wajar jika begitu banyak orang memiliki ekspektasi yang tinggi bagi Perahu Kertas. Selain diarahkan oleh Hanung Bramantyo – salah seorang sutradara film Indonesia yang dikenal seringkali mampu memadukan unsur kualitas dengan nilai jual komersial pada setiap karyanya, naskah cerita Perahu Kertas sendiri diadaptasi dari sebuah novel berjudul sama karya Dewi Lestari yang memiliki tingkat penjualan serta jumlah penggemar yang cukup tinggi. Layaknya setiap film yang naskah ceritanya mengadaptasi sebuah novel, jelas merupakan sebuah tantangan besar bagi Hanung Bramantyo dan Dewi Lestari untuk menghasilkan sebuah karya adaptasi yang benar-benar mampu menangkap esensi dari isi novel yang telah membuat banyak orang jatuh cinta tersebut. Lalu… apakah mereka dapat melakukannya?














