Posts Tagged ‘Rizal Mantovani’

ffi2013Setelah Fiksi yang berhasil memenangkan beberapa kategori utama, termasuk Film Bioskop Terbaik dan Sutradara Terbaik di ajang Festival Film Indonesia 2008, tahun ini panitia penyelenggara Festival Film Indonesia kembali menunjukkan rasa cinta mereka terhadap genre horor dengan memberikan 13 nominasi kepada film Belenggu arahan Upi. 13 dari 15 kategori yang tersedia dalam Festival Film Indonesia 2013! That’s huge! Belenggu berhasil mendapatkan nominasi di beberapa kategori utama seperti Naskah Asli Terbaik dan Sutradara Terbaik untuk Upi, Pemeran Utama Pria Terbaik untuk Abimana, Pemeran Utama Wanita Terbaik untuk dua pemerannya, Imelda Therinne dan Laudya Cinthya Bella, serta Film Terbaik dimana Belenggu akan bersaing dengan 5 cm, Habibie & Ainun, Laura & Marsha dan Sang Kiai.

(more…)

air-terjun-pengantin-phuket-header

Merupakan sekuel dari Air Terjun Pengantin (2009), Air Terjun Pengantin Phuket berkisah mengenai kehidupan Tiara (Tamara Bleszynski) selepas beberapa tahun setelah peristiwa tragis yang menewaskan teman-teman sekaligus kekasihnya seperti yang diceritakan pada seri film sebelumnya. Kini, Tiara mulai menemukan kembali ketenangan dalam hidupnya setelah dirinya pindah dan tinggal di sekitar keindahan Pantai Phuket, Thailand. Bersama dengan sahabatnya, Lea (Laras Monca), Tiara membuka sebuah bar kecil yang mulai ramai dikunjungi para pendatang di daerah tersebut. Tidak melupakan masa lalunya yang kelam begitu saja, Tiara juga memperkuat pertahanan diri dengan mendalami olahraga bela diri Thai Boxing yang dilakukannya sebagai persiapan jika saja ada bahaya yang kembali dapat mengancam kehidupannya di masa yang akan datang.

(more…)

5-cm-header

Film 5 cm adalah sebuah film yang menandai kali pertama dalam karir penyutradaraan Rizal Mantovani (Pupus, 2011) dimana ia menggarap sebuah film yang naskah ceritanya diangkat dari sebuah novel. Pertama kali dirilis pada tahun 2007, novel 5 cm yang ditulis oleh Donny Dhirgantoro secara perlahan menjelma menjadi salah satu novel dengan penjualan paling laris di Indonesia. Dengan jalan cerita yang mengangkat mengenai tema persahabatan serta diselimuti dengan kisah petualangan, rasa nasionalisme serta dialog-dialog bernuansa puitis, novel tersebut berhasil menarik minat pembaca novel di seluruh Indonesia hingga berhasil  mengalami cetak ulang sebanyak 25 kali. Kesuksesan itulah yang kemudian menarik minat Sunil Soraya untuk mengadaptasi kisah 5 cm menjadi sebuah film layar lebar bersama dengan Rizal Mantovani.

(more…)

Banyak hal yang dapat diceritakan dari daftar filmografi seorang Rizal Mantovani. Harus diakui, horor adalah bagian yang tak terpisahkan dari dirinya. Pun begitu, Rizal juga sempat menyelingi daftar filmografinya dengan film-film drama remaja yang kebanyakan kurang mampu meraih perhatian sebesar film-film horor yang ia rilis. Setelah merilis Cewek Gokil beberapa bulan yang lalu, kini Rizal merilis Pupus, sebuah film yang menandai kali keenam ia bekerja sama dengan penulis naskah Alim Sudio, namun merupakan film drama kedua yang mereka hasilkan setelah Ada Kamu, Aku Ada (2008). Dengan hasil kerjasama seperti Jenglot Pantai Selatan (2011), Taring (2010) atau Air Terjun Pengantin (2010), kerjasama antara Rizal Mantovani dan Alim Sudio bukanlah sebuah kerjasama paling brilian yang pernah ada di sejarah perfilman dunia. Bahkan, setelah melihat apa yang mereka hasilkan untuk Pupus, mungkin kerjasama itu seharusnya telah berakhir semenjak lama.

(more…)

Cewek Gokil adalah sebuah film yang merupakan hasil karya salah satu sutradara yang berperan dalam proses bangkitnya perfilman Indonesia di awal tahun 2000-an – namun juga bertanggungjawab atas sebuah film yang mungkin merupakan salah satu film Indonesia terburuk di tahun 2009 – berdasarkan naskah yang ditulis oleh penulis naskah salah satu film Indonesia terburuk pada tahun lalu. Film ini sendiri telah selesai diproduksi sejak lama, bahkan awalnya direncanakan rilis pada tahun 2008 – hal yang menjelaskan mengapa banyak hal di film ini begitu terasa sudah begitu ‘ketinggalan zaman,’ mulai dari beberapa properti yang dipakai oleh karakter di dalam jalan cerita, lagu-lagu latar yang digunakan hingga bintang utamanya, Velove Vexia, yang pada ‘zamannya’ dikenal sebagai seorang bintang sinetron populer namun kini telah ‘mengundurkan diri’ dari dunia hiburan Indonesia untuk melanjutkan kuliahnya di Amerika Serikat.

(more…)