Tentu, sangat menyenangkan, dan membanggakan, untuk mengetahui bahwa sekelompok pembuat film Indonesia masih mau untuk bersusah payah mengeksplorasi potensi keindahan alam Indonesia dalam menemukan sebuah sudut pandang cerita baru untuk disampaikan dalam rangkaian film yang mereka hadirkan. Kamila Andini adalah salah satu dari sedikit jumlah anggota kelompok pembuat film Indonesia tersebut yang mampu dengan berani mengeksplorasi keindahan alam Wakatobi, Sulawesi Tenggara, untuk digunakan dalam film yang menjadi debut penyutradaraannya, The Mirror Never Lies. Didukung dengan departemen akting yang mumpuni serta tata produksi yang cekatan, tak pelak membuat The Mirror Never Lies menjadi sebuah sajian yang mampu tampil jauh berbeda dari kebanyakan film-film Indonesia yang banyak dirilis akhir-akhir ini.
Posts Tagged ‘Reza Rahadian’
Review: The Mirror Never Lies (Laut Bercermin) (2011)
Posted: May 6, 2011 in Movies, ReviewTags: Asian Cinema, Atiqah Hasiholan, Eko, Gita Novalista, Indonesian Cinema, Kamila Andini, Laut Bercermin, Movies, Review, Reza Rahadian, The Mirror Never Lies, Zainal B.A.
Review: ? (Tanda Tanya) (2011)
Posted: April 7, 2011 in Movies, ReviewTags: ?, Agus Kuncoro, Asian Cinema, Baim, David Chalik, Dedi Soetomo, Edmay, Endhita, Glenn Fredly, Hanung Bramantyo, Hengky Solaiman, Indonesian Cinema, Movies, Revalina S Temat, Review, Reza Rahadian, Rio Dewanto, Tanda Tanya
Kemampuan Hanung Bramantyo untuk menyelami masalah spiritual (jika tidak mau disebut agama) dalam setiap filmnya harus diakui telah menempatkan sutradara pemenang Festival Film Indonesia untuk Sutradara Terbaik itu berada di kelasnya sendiri diantara sutradara-sutradara lainnya di kancah perfilman Indonesia. Tidak seperti beberapa sutradara lainnya yang telah mencoba mengolah tema yang sama, dan kebanyakan berakhir dengan sebuah sajian yang begitu terkesan preachy, film-film Hanung menawarkan kedalaman tersendiri mengenai permasalahan spiritual tersebut namun tetap disajikan sebagai sebuah film kontemporer yang ringan dan dramatis yang secara perlahan akan meninggalkan kesan tersendiri mengenai makna spiritualisme kepada para penontonnya tanpa mereka menyadari bahwa mereka telah mendapatkan sebuah cara pandang baru mengenai topik tersebut.
Review: Love Story (2011)
Posted: January 28, 2011 in Movies, ReviewTags: Acha Septriasa, Anbo, Asian Cinema, Bella Graceva, Donny Damara, Hanny R Saputra, Henidar Amroe, Indonesian Cinema, Irwansyah, Love Story, Maudy Koesnaedi, Movies, Review, Reza Pahlevi, Reza Rahadian
Mungkin akan ada banyak prasangka buruk ketika mendengar sutradara Hanny R. Saputra kembali mengarahkan sebuah film dengan naskah yang ditulis oleh Armantono serta menempatkan Acha Septriasa dan Irwansyah sebagai pasangan di film tersebut. Jelas, tidak akan ada yang mampu melupakan Heart (2006), film yang merupakan kolaborasi pertama mereka dan sukses luar biasa secara komersial ketika dirilis namun mendapatkan banyak backlash dari beberapa pihak yang menganggap jalan cerita film tersebut terlalu ‘cengeng’ untuk dapat dinikmati. Kesuksesan formula Heart kemudian digunakan kembali pada film Love Is Cinta (2007), yang masih mampu meraih jumlah penonton yang lumayan namun kali ini lebih banyak menerima kritikan atas jalan ceritanya yang tidak hanya lebih ‘melodramatis’ serta kadang terkesan kurang masuk akal.
Festival Film Indonesia 2010 Winners List
Posted: December 6, 2010 in Awards, Festival Film Indonesia, MoviesTags: 3 Hati Dua Dunia Satu Cinta, 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita, Alangkah Lucunya (Negeri Ini), Awards, Benni Setiawan, Festival Film Indonesia, Happy Salma, I Know What You Did On Facebook, Indonesian Cinema, Laura Basuki, Minggu Pagi di Victoria Park, Movies, Rasyid Karim, Reza Rahadian
Diluar dugaan berbagai pihak, film karya Benni Setiawan, 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta, ternyata berhasil menyingkirkan para pesaingnya, termasuk film arahan Deddy Mizwar yang pada awalnya diperkirakan akan menjadi pemenang besar, Alangkah Lucunya (Negeri Ini), untuk menjadi pemenang utama di ajang Festival Film Indonesia 2010. Kemenangan 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta termasuk dalam memenangkan penghargaan utama, Film Cerita Panjang Terbaik, Penyutradaraan Terbaik, Pemeran Utama Pria Terbaik, Pemeran Utama Wanita Terbaik sekaligus Skenario Cerita Adaptasi Terbaik.
Festival Film Indonesia 2010 Nominations List
Posted: December 3, 2010 in Awards, Festival Film Indonesia, MoviesTags: 3 Hati Dua Dunia Satu Cinta, 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita, Alangkah Lucunya (Negeri Ini), Angga Dwimas Sasongko, Awards, Awi Suryadi, Azrul Dahlan, Benni Setiawan, Cinta 2 Hati Dilema..., Deddy Mizwar, Edo Borne, Ella Hamid, Fanny Fabriana, Festival Film Indonesia, Happy Salma, Hari Untuk Amanda, Henidar Amroe, I Know What You Did On Facebook, Indonesian Cinema, Intan Kiflie, Jaja Miharja, Jajang C Noer, Kimmy Jayanti, Laura Basuki, Lola Amaria, Lukman Sardi, Minggu Pagi di Victoria Park, Movies, Oka Antara, Rasyid Karim, Red CobeX, Reza Rahadian, Tika Bravani, Tio Pakusadewo, Titi Sjuman
Sebenarnya, di tengah persaingan antara banyak film-film berkualitas, adalah sangat wajar bila sebuah film yang dianggap sangat berpotensial untuk memenangkan banyak penghargaan ternyata tidak mendapatkan perhatian sedikitpun. Namun, tentu hal tersebut akan terdengar cukup mengherankan bila hal tersebut datang dari sebuah industri film yang kebanyakan film yang dihasilkannya adalah film-film berkualitas ‘buruk.’ Dan akan lebih sangat mengherankan lagi bila salah satu dari hanya beberapa film terbaik yang dihasilkan pada satu tahun di industri film tersebut malah sama sekali tidak mendapatkan perhatian dari sebuah penghargaan film terbesar di industri film tersebut.
Review: 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta (2010)
Posted: July 2, 2010 in Movies, ReviewTags: 3 Hati Dua Dunia Satu Cinta, Arumi Bachsin, Asian Cinema, Benni Setiawan, Gesi Silvia, Haddad Alwi, Henidar Amroe, Indonesian Cinema, Ira Wibowo, Jay Wijayanto, Laura Basuki, M Assegaf, Movies, Rasyid Karim, Review, Reza Rahadian, Robby Tumewu, Zainal Abidin Domba
Setelah Cin(T)a yang dirilis secara terbatas pada tahun lalu, tema pluralisme dan hubungan percintaan antara dua insan yang memiliki latar belakang kepercayaan agama yang berbeda kini kembali diangkat ke layar lebar. Berbeda dengan Cin(T)a, yang membawakan jalan ceritanya dengan banyak dialog filosofis penuh makna, 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta mencoba menjajal tema yang ingin diceritakan dengan jalan penyampaian yang lebih ringan.
Review: Hari Untuk Amanda (2010)
Posted: May 9, 2010 in Movies, ReviewTags: Aida Nurmala, Angga Dwimas Sasongko, Asian Cinema, Fanny Fabriana, Hari Untuk Amanda, Hengky Solaiman, Ida Kusumah, Indonesian Cinema, Indra Herlambang, Kinaryosih, Movies, Noveleta Dinar, Oka Antara, Review, Reza Rahadian, Rina Hasyim
Hari Untuk Amanda adalah sebuah film drama yang diarahkan oleh sutradara muda, Angga Dwimas Sasongko. Film ini pada awalnya akan dirilis tahun lalu, namun karena beberapa hal, Hari Untuk Amanda kemudian mengalami penundaaan rilis hingga awal tahun ini — yang mungkin sedikit menjelaskan mengapa gaya rambut Reza Rahardian berbeda antara poster dengan filmnya.
Review: Alangkah Lucunya (Negeri Ini) (2010)
Posted: April 16, 2010 in Movies, ReviewTags: Alangkah Lucunya (Negeri Ini), Angga, Asian Cinema, Asrul Dahlan, Boy, Deddy Mizwar, Indonesian Cinema, Jaja Mihardja, Movies, Review, Reza Rahadian, Rina Hasyim, Robby Tumewu, Sakurta Ginting, Slamet Rahardjo, Sonia, Teuku Edwin, Tika Bravani, Tio Pakusadewo
Alangkah Lucunya (Negeri Ini) adalah sebuah film komedi satir yang disutradarai oleh Deddy Mizwar. Film ini sendiri merupakan film pertama Deddy setelah sukses mengarahkan sekuel Naga Bonar, Naga Bonar (Jadi) 2, pada tahun 2007 lalu. Dengan naskah yang ditulis oleh Musfar Yasin (Ketika, Kiamat Sudah Dekat), film ini menampilkan permainan akting dari beberapa pemenang Piala Citra seperti Deddy Mizwar, Slamet Rahardjo, Tio Pakusadewo dan Reza Rahadian.




















