Setelah seri ketiga dari franchise X-Men, X-Men: The Last Stand (2006), yang diarahkan oleh Brett Ratner mendapatkan banyak kritikan tajam dari para kritikus film dunia – hal yang kemudian dialami juga oleh spin-off prekuel dari franchise tersebut, X-Men Origins: Wolverine (2009) arahan Gavin Hood – Marvel Studios dan 20th Century Fox sebagai pihak produser kemudian memutuskan untuk memberikan sebuah prekuel penuh bagi franchise X-Men yang kini telah berusia sebelas tahun itu. Dalam X-Men: First Class, penonton dibawa jauh kembali menuju masa – masa ketika Professor X masih belum mengalami kebotakan dan lebih dikenal dengan nama Dr Charles Xavier, Magneto – juga masih lebih dikenal dengan nama Erik Lensherr – belum menemukan dan menggunakan topi baja anehnya serta keduanya masih menjalami masa-masa indah persahabatan mereka.
Posts Tagged ‘Ray Wise’
Review: X-Men: First Class (2011)
Posted: September 24, 2011 in Movies, ReviewTags: Aleksander Krupa, Annabelle Wallis, Álex González, Brendan Fehr, Caleb Landry Jones, Don Creech, Edi Gathegi, Glenn Morshower, James McAvoy, James Remar, January Jones, Jason Flemyng, Jennifer Lawrence, Kevin Bacon, Lucas Till, Matt Craven, Matthew Vaughn, Michael Fassbender, Michael Ironside, Movies, Nicholas Hoult, Oliver Platt, Rade Sherbedgia, Ray Wise, Review, Rose Byrne, X-Men: First Class, Zoë Kravitz
Review: Infestation (2009)
Posted: May 19, 2011 in Movies, ReviewTags: Brooke Nevin, Bru Muller, Chris Marquette, Deborah Geffner, E. Quincy Sloan, Infestation, Jim Cody Williams, Kinsey Packard, Kyle Rankin, Linda Park, Mike Straub, Movies, Ray Wise, Review, Wesley Thompson
Mereka yang menikmati Arachnid (2001) dan Eight-Legged Freaks (2002) kemungkinan besar akan dapat terhibur dengan film komedi horor yang diproduksi oleh rumah produksi milik Mel Gibson, Icon Productions, ini. Dengan dana pembuatan yang hanya mencapai US$5 juta, wajar jika kemudian penonton menemukan beberapa ‘kesederhanaan’ yang disajikan film ini dalam menampilkan special effect di dalam jalan ceritanya. Walau begitu, dengan naskah cerita yang bergerak demikian cepat, aliran humor yang senantiasa hadir di deretan dialog para karakternya serta para pemeran yang mampu menghidupkan tiap karakter mereka perankan, Infestation sebenarnya dapat tampil cukup menyenangkan.













