Posts Tagged ‘Ratna Riantiarno’

make-money-header

Masih ingat dengan film Material Girls (2006) yang dibintangi oleh Hilary Duff dan Haylie Duff? Atau versi Latin dari film tersebut, From Prada to Nada (2011), yang dibintangi Camilla Belle dan Alexa Vega? WellMake Money juga memiliki premis yang sama – dua bersaudara yang berasal dari latar belakang keluarga yang memiliki segalanya namun harus kehilangan seluruh harta mereka setelah kematian sang ayah. Dalam Make Money, dua bersaudara tersebut adalah Rachmat (David Saragih) dan Aris (Panji Pragiwaksono) yang merupakan putera dari seorang pemilik perusahaan iklan raksasa, Pak Tri (Ray Sahetapy). Untuk memberikan pelajaran hidup bagi kedua puteranya yang tumbuh menjadi sosok yang arogan dan manja, Pak Tri awalnya berencana untuk memalsukan kematiannya dan kemudian memberikan seluruh hartanya pada seorang pemulung yang pernah menyelamatkan nyawanya, Odi (Ence Bagus). Tidak disangka… ketika rencana tersebut sedang dijalankan, Tuhan ternyata benar-benar mencabut nyawa Pak Tri.

(more…)

jokowi-header

Selain film-film yang naskah ceritanya mengadaptasi sebuah novel, penonton Indonesia sepertinya saat ini sedang benar-benar menggemari film-film biopik yang jalan ceritanya menghadirkan kisah hidup para tokoh masyarakat populer. Tercatat, film-film seperti Sang Pencerah (2010), Soegija (2012), Habibie & Ainun (2012) hingga Sang Kiai (2013) mampu membujuk penonton Indonesia – yang dikenal sulit untuk datang ke bioskop dan menyaksikan film produksi negara mereka sendiri – untuk kemudian datang secara beramai-ramai dan menikmati kembali perjalanan hidup tokoh idola mereka. Tidak mengherankan bila kemudian KK Dheeraj – yang namanya akan selamanya terpaut pada film-film seperti Genderuwo (2007), Anda Puas Saya Loyo (2008) atau Mr. Bean Kesurupan Depe (2012) yang diproduksi oleh rumah produksi yang ia miliki, K2K Production – secara jeli mencoba untuk memanfaatkan peluang pasar tersebut. Tokoh yang coba ia angkat? Tidak lain adalah sosok Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang sedang menjabat, Joko Widodo atau yang lebih akrab dengan sebutan Jokowi, yang kepopuleran figurnya memang begitu menanjak di kalangan masyarakat Indonesia saat ini.

(more…)

laura_marsha_header

Wellisn’t this nice? Dua aktris muda paling bertalenta di industri film Indonesia saat ini saling beradu peran dalam satu film. Di bawah arahan Dinna Jasanti (Burung-Burung Kertas, 2007) dengan naskah yang ditulis oleh Titien Wattimena (Sang Pialang, 2013), Laura & Marsha menempatkan Prisia Nasution dan Adinia Wirasti sebagai dua sahabat yang memutuskan untuk meninggalkan kesibukan harian mereka di Jakarta untuk sementara dan kemudian melakukan perjalanan bersama ke beberapa negara Eropa. Yep. Laura & Marsha adalah sebuah road movie yang akan membawa penontonnya untuk menikmati keindahan klasik kota-kota Eropa seperti Amsterdam, Verona hingga Viena. As usual, the basic rule of a road movie is: it’s not the destination that matters, but it’s the journey. Dan apakah Laura & Marsha mampu memberikan perjalanan yang  dapat dinikmati tersebut kepada para penontonnya?

(more…)

tampan-tailor-header

Tampan Tailor bercerita mengenai serangkaian kisah perjuangan seorang pria bernama Topan (Vino G. Bastian) dalam usahanya untuk menghidupi dan membesarkan putera tunggalnya, Bintang (Jefan Nathanio). Perjuangan tersebut dimulai ketika Topan harus kehilangan sang istri yang meninggal dunia akibat penyakit kanker yang ia derita. Tidak berhenti disitu, ia harus kehilangan tempat tinggal sekaligus memaksa Bintang untuk putus sekolah setelah usaha toko jahit yang ia bangun bersama dengan istrinya dahulu – dan dinamakan Tampan Tailor sebagai gabungan nama mereka, Tami dan Topan – harus ditutup karena mengalami kebangkrutan. Walau begitu, keberadaan sang anak membuat Topan sadar bahwa ia tidak dapat menyerah begitu saja.

(more…)

Habibie-Ainun-header

Faozan Rizal, yang lebih dikenal atas arahan sinematografi-nya untuk film-film seperti Tendangan dari Langit (2011), The Perfect House (2011) dan Perahu Kertas (2012), melakukan debut penyutradaraannya lewat film berjudul Habibie & Ainun yang diangkat dari buku autobiografi berjudul sama karya mantan Presiden Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie. Terlepas dari kehidupan B.J. Habibie yang dilingkupi dengan banyak intrik politik, Habibie & Ainun justru lebih memfokuskan penceritaannya pada kehidupan pribadi sang mantan presiden, khususnya naik turunnya hubungan asmara yang ia jalin dengan almarhumah sang istri. Diperkuat dengan naskah cerita arahan Ginatri S. Noer dan Ifan Adriansyah Ismail, Faozan Rizal berhasil mengarahkan Habibie & Ainun menjadi sebuah kisah cinta yang tidak hanya terasa hangat, namun juga mampu menjalin hubungan emosional yang begitu kuat dengan para penontonnya.

(more…)

Diangkat dari novel berjudul sama karya Ninit Yunita yang pertama kali dirilis pada tahun 2005, Test Pack: You Are My Baby berkisah mengenai pasangan menikah, Rachmat (Reza Rahadian) dan Tata (Acha Septriasa), yang sedang berupaya untuk melengkapi susunan keluarga mereka dengan memperoleh seorang anak. Sebenarnya, kehadiran seorang anak dalam pernikahan Rachmat dan Tata bukanlah sebuah hal yang dirasa penting. Namun, setelah usia pernikahan yang telah mencapai tujuh tahun, Tata akhirnya merasa bahwa kehadiran seorang anak adalah sebuah hal yang wajib. Akibatnya, kini keseharian hidup pasangan itu dihiasi dengan berbagai eksperimen yang dinilai dapat membantu mereka untuk mendapatkan seorang penerus garis keturunan. Sayangnya… usaha tersebut sepertinya tidak kunjung berhasil.

(more…)

Sebenarnya, sangat tidak mengherankan untuk mendengar bahwa Starvision merilis seri ketiga dari franchise Get Married, Get Married 3, pada liburan Lebaran tahun ini. Walaupun seri kedua dalam franchise ini, Get Married 2 (2009), secara jelas menunjukkan adanya sebuah penurunan kualitas yang cukup signifikan, namun Get Married 2 masih mampu tampil sebagai salah satu film dengan raihan jumlah penonton terbanyak pada tahun rilisnya. Jelas merupakan sebuah pertanda bahwa franchise ini masih mampu tampil menarik bagi banyak orang sekaligus memiliki potensi besar untuk kembali menghasilkan keuntungan jika kisahnya dilanjutkan. Dan Get Married 3 pun akhirnya menemui masa rilisnya.

(more…)

Setelah berkarir selama hampir tiga puluh tahun di dunia perfilman Indonesia sebagai seorang aktor, Mathias Muchus melakukan debut penyutradaraannya dengan mengarahkan film Rindu Purnama. Dengan naskah cerita yang ia tulis bersama dengan Ifa Isfansyah (sutradara Garuda di Dadaku, 2009), Rindu Purnama memuat premis mengenai pentingnya arti keluarga, sahabat dan cinta kasih untuk semua orang. Sebuah premis yang mungkin cukup biasa didengar dalam film-film yang ditujukan untuk pangsa pasar penikmat film keluarga, namun mampu dieksplorasi dengan cukup baik oleh Mathias Muchus dan Ifa Isfansyah dalam jalan cerita film ini.

(more…)