Ketika masih berusia 12 tahun, dan jelas belum dikenal sebagai salah satu vokalis musik rock legendari di Indonesia, Ahmad Albar pernah membintangi sebuah film keluarga yang berjudul Jendral Kancil (1958). Dalam film tersebut, Albar mendapatkan peran utama sebagai seorang anak yang nakal namun penuh dengan kecerdasan dan akal yang sangat banyak. Oleh Harry Dagoe Suharyadi, Jendral Kancil kemudian diadaptasi dalam bentuk sebuah serial televisi musikal berjudul Ratu Malu dan Jendral Kancil yang sempat meraih kesuksesan – dan memperkenalkan penonton Indonesia pada seorang Nikita Willy – ketika ditayangkan pada tahun 2002 hingga 2004.
Posts Tagged ‘Rasyid Karim’
Review: Ummi Aminah (2012)
Posted: January 15, 2012 in Movies, ReviewTags: Aditya Gumay, Ali Zainal, Andi Bersama, Asian Cinema, Atie Kanser, Budi Chairul, Cahya Kamila, Diza Refengga, Elma Theana, Gatot Brajamusti, Genta Windi, Indonesian Cinema, Ivan Leonardy, Movies, Nani Wijaya, Paramitha Rusady, Rasyid Karim, Revalina S Temat, Review, Reza Pahlawan, Ruben Onsu, Satria Wisnu, Shaka Syahidan, Temmy Rahadi, Ummi Aminah, Yessy Gusman, Zee Zee Shahab
Dalam Ummi Aminah, Nani Wijaya dengan mudah menunjukkan bahwa dirinya masih merupakan salah satu talenta akting terbaik yang dapat dimiliki industri film Indonesia lewat perannya sebagai seorang ustadzah yang begitu populer di kalangan masyarakat namun harus melalui beberapa permasalahan hidup yang menguji ketahanan dan kebersamaan antara dirinya serta seluruh anggota keluarganya. Ummi Aminah sendiri, yang merupakan film keempat yang disutradarai oleh Aditya Gumay, sayangnya, tidak secemerlang penampilan akting Nani Wijaya. Ummi Aminah terlihat terlalu banyak mencoba untuk menggarap begitu banyak kisah dalam durasinya yang hanya mencapai 100 menit. Hasilnya, Ummi Aminah lebih sering terlihat sebagai kumpulan beberapa kisah – yang tak terselesaikan – daripada sebagai sebuah sajian film dengan jalan cerita penuh.
Festival Film Indonesia 2010 Winners List
Posted: December 6, 2010 in Awards, Festival Film Indonesia, MoviesTags: 3 Hati Dua Dunia Satu Cinta, 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita, Alangkah Lucunya (Negeri Ini), Awards, Benni Setiawan, Festival Film Indonesia, Happy Salma, I Know What You Did On Facebook, Indonesian Cinema, Laura Basuki, Minggu Pagi di Victoria Park, Movies, Rasyid Karim, Reza Rahadian
Diluar dugaan berbagai pihak, film karya Benni Setiawan, 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta, ternyata berhasil menyingkirkan para pesaingnya, termasuk film arahan Deddy Mizwar yang pada awalnya diperkirakan akan menjadi pemenang besar, Alangkah Lucunya (Negeri Ini), untuk menjadi pemenang utama di ajang Festival Film Indonesia 2010. Kemenangan 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta termasuk dalam memenangkan penghargaan utama, Film Cerita Panjang Terbaik, Penyutradaraan Terbaik, Pemeran Utama Pria Terbaik, Pemeran Utama Wanita Terbaik sekaligus Skenario Cerita Adaptasi Terbaik.
Festival Film Indonesia 2010 Nominations List
Posted: December 3, 2010 in Awards, Festival Film Indonesia, MoviesTags: 3 Hati Dua Dunia Satu Cinta, 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita, Alangkah Lucunya (Negeri Ini), Angga Dwimas Sasongko, Awards, Awi Suryadi, Azrul Dahlan, Benni Setiawan, Cinta 2 Hati Dilema..., Deddy Mizwar, Edo Borne, Ella Hamid, Fanny Fabriana, Festival Film Indonesia, Happy Salma, Hari Untuk Amanda, Henidar Amroe, I Know What You Did On Facebook, Indonesian Cinema, Intan Kiflie, Jaja Miharja, Jajang C Noer, Kimmy Jayanti, Laura Basuki, Lola Amaria, Lukman Sardi, Minggu Pagi di Victoria Park, Movies, Oka Antara, Rasyid Karim, Red CobeX, Reza Rahadian, Tika Bravani, Tio Pakusadewo, Titi Sjuman
Sebenarnya, di tengah persaingan antara banyak film-film berkualitas, adalah sangat wajar bila sebuah film yang dianggap sangat berpotensial untuk memenangkan banyak penghargaan ternyata tidak mendapatkan perhatian sedikitpun. Namun, tentu hal tersebut akan terdengar cukup mengherankan bila hal tersebut datang dari sebuah industri film yang kebanyakan film yang dihasilkannya adalah film-film berkualitas ‘buruk.’ Dan akan lebih sangat mengherankan lagi bila salah satu dari hanya beberapa film terbaik yang dihasilkan pada satu tahun di industri film tersebut malah sama sekali tidak mendapatkan perhatian dari sebuah penghargaan film terbesar di industri film tersebut.
Review: 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta (2010)
Posted: July 2, 2010 in Movies, ReviewTags: 3 Hati Dua Dunia Satu Cinta, Arumi Bachsin, Asian Cinema, Benni Setiawan, Gesi Silvia, Haddad Alwi, Henidar Amroe, Indonesian Cinema, Ira Wibowo, Jay Wijayanto, Laura Basuki, M Assegaf, Movies, Rasyid Karim, Review, Reza Rahadian, Robby Tumewu, Zainal Abidin Domba
Setelah Cin(T)a yang dirilis secara terbatas pada tahun lalu, tema pluralisme dan hubungan percintaan antara dua insan yang memiliki latar belakang kepercayaan agama yang berbeda kini kembali diangkat ke layar lebar. Berbeda dengan Cin(T)a, yang membawakan jalan ceritanya dengan banyak dialog filosofis penuh makna, 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta mencoba menjajal tema yang ingin diceritakan dengan jalan penyampaian yang lebih ringan.

















