Kita Versus Korupsi adalah sebuah film omnibus, yang berdasarkan judul yang digunakan oleh film ini, menceritakan mengenai berbagai hal yang menyinggung mengenai tindak kasus korupsi – sebuah penyakit sosial dan hukum yang saat ini sedang mewabah dengan begitu hebatnya di kalangan masyarakat Indonesia. Namun, mungkin akan jauh dari bayangan banyak orang, Kita Versus Korupsi tidaklah berniat untuk bercerita secara investigatif mengenai proses perlawanan terhadap kasus-kasus besar korupsi di negeri ini. Empat film pendek yang ada dalam satuan Kita Versus Korupsi lebih ingin menunjukkan bagaimana sebenarnya sebuah tindakan korupsi sebenarnya dapat berada di berbagai sudut kehidupan keseharian penontonnya.
Posts Tagged ‘Ranggani Puspandya’
Review: Kita Versus Korupsi (2012)
Posted: June 24, 2012 in Movies, ReviewTags: Aji Santosa, Alaxandra Natasha, Amanina Datau, Anto G, Asian Cinema, Chairun Nissa, Dominique Diyose, Emil Heradi, Icang S. Tisnamiharja, Indonesian Cinema, Ine Febriyanti, Kita Versus Korupsi, Lasja F. Susatyo, Medina Kamil, Movies, Nasha Abigail, Nicholas Saputra, Norman Akyuwen, Ranggani Puspandya, Revalina S Temat, Review, Ringgo Agus Rahman, Siska Selvi Dawsen, Teuku Rifnu Wikana, Tieneke Purnamasari, Tizza Radia, Tora Sudiro, Verdi Solaiman
Review: Merah Putih III: Hati Merdeka (2011)
Posted: June 11, 2011 in Movies, ReviewTags: Agung Udijana, Arifin Putra, Asian Cinema, Astri Nurdin, Connor Allyn, Darius Sinathrya, Donny Alamsyah, Hati Merdeka, Henky Solaiman, Indonesian Cinema, Lukman Sardi, Merah Putih III: Hati Merdeka, Mike Bell, Movies, Nugie, Rahayu Saraswati, Ranggani Puspandya, Review, T. Rifnu Wikana, Trilogi Merdeka, Yadi Sugandi
Bukan bermaksud untuk merendahkan niat dan hasil yang dicapai oleh para produser Trilogi Merdeka, namun semenjak kisah pertama dari seri tersebut dirilis pada tahun 2009, Merah Putih, dan kemudian dilanjutkan setahun kemudian dengan Darah Garuda, Trilogi Merdeka tidak pernah benar-benar mampu menghantarkan janji-janji para produsernya untuk menyajikan sebuah film epik a la film action Hollywood mengenai perjuangan bangsa Indonesia dalam melawan para penjajahnya. Setelah Merah Putih mendapat begitu banyak kritikan karena kurang menghadirkan unsur aksi di dalam jalan ceritanya, Darah Garuda kemudian menunjukkan beberapa perbaikan. Walau masih diliputi dengan kisah drama yang panjang, Darah Garuda mampu menghadirkan sekelumit adegan aksi dan ledakan yang cukup mumpuni dan telah lama dinanti penonton untuk dihadirkan di trilogi ini.













