Posts Tagged ‘Rachel Weisz’

Oz-the-Great-and-Powerful-header

Bagaimana cara untuk mengkreasikan ulang sebuah daya tarik film yang telah begitu popular dan menjadi sangat ikonik seperti The Wizard of Oz (1939) untuk dipresentasikan pada penonton di era yang lebih modern? Jawabannya… Anda tidak akan pernah dapat melakukannya! Meskipun telah dirilis puluhan dekade yang lalu, The Wizard of Oz yang diadaptasi dari novel karya L. Frank Baum, The Wonderful Wizard of Oz (1900), telah menjelma menjadi salah satu film fantasi petualangan buatan Hollywood yang begitu dicintai di seluruh dunia. Jadi… jelas adalah keputusan bijaksana dari Walt Disney dan Sam Raimi untuk tidak mencoba membuat versi baru dari film klasik tersebut ketika mereka sedang berhasrat untuk membawa kembali petualangan di dunia Oz ke layar lebar.

(more…)

OFCS-2Film teranyar karya Paul Thomas Anderson, The Master, memimpin daftar perolehan nominasi dalam The 16th Annual Online Film Critics Society Awards dengan raihan total sebanyak delapan nominasi. The Master dinominasikan pada ketegori Best Picture, Best Director (Anderson), Best Actor (Joaquin Phoenix), Best Supporting Actor (Philip Seymour Hoffman), Best Supporting Actress (Amy Adams), Best Original Screenplay, Best Editing dan Best Cinematography. Film lain yang akan memperebutkan gelar Best Picture adalah Argo, Holy Motors, Moonrise Kingdom dan Zero Dark Thirty. Keempat sutradara yang filmnya masuk nominasi Best Picture tersebut juga berhasil meraih nominasi Best Director dan bersaing bersama Anderson.

(more…)

golden-globesLincoln semakin memperkuat posisinya sebagai kontender kuat untuk merebut gelar film terbaik di sepanjang tahun 2012. Melalui pengumuman nominasi The 70th Annual Golden Globe Awards, film yang berkisah mengenai kehidupan presiden Amerika Serikat ke-16 itu berhasil memimpin raihan nominasi dengan memperoleh tujuh nominasi, termasuk nominasi untuk Best Motion Picture – Drama, Best Director untuk Steven Spielberg dan Best Actor – Drama untuk Daniel Day-Lewis. Berada di belakang Lincoln, adalah dua film terbaru arahan Ben Affleck dan Quentin Tarantino, Argo serta Django Unchained. Kedua film berhasil mendapatkan lima nominasi sekaligus menantang Lincoln dalam peraihan gelar Best Motion Picture – Drama serta Best Director.

(more…)

Jalan cerita The Bourne Legacy berjalan paralel dengan berbagai kejadian yang terjadi di The Bourne Ultimatum (2007). Setelah Jason Bourne (Matt Damon) dikisahkan menimbulkan kekacauan di kota New York dengan membuka tabir Operation Blackbriar dan Treadstone Project ke hadapan publik, pihak Central Intelligence Agency kemudian meminta bantuan kepada pimpinan senior CIA, Eric Byer (Edward Norton), untuk mengawasi berbagai proyek rahasia lain yang dimiliki lembaga tersebut. Khawatir bahwa akan ada banyak agen lainnya yang berubah haluan seperti Jason Bourne, Byer akhirnya memutuskan untuk menutup berbagai proyek rahasia CIA, termasuk Blackbriar, Treadstone dan sebuah proyek lainnya yang disebut sebagai Operation Outcome.

(more…)

Cukup sulit untuk menerima kanyataan bahwa Dream House adalah sebuah film yang diarahkan oleh Jim Sheridan, penerima enam kali nominasi Academy Awards, baik sebagai penulis naskah, produser maupun seorang sutradara, yang telah memberikan pecinta film dunia film-film seperti My Left Foot (1989), In the Name of the Father (1993), In America (2003) atau Brothers (2009). Merupakan sebuah psychological thriller pertama yang diarahkan oleh Sheridan, Dream House sama sekali tidak memiliki kedalaman kisah seperti film-film Sheridan sebelumnya – cukup wajar, mungkin, mengingat Sheridan sama sekali tidak terlibat dalam penulisan naskah film ini. Dream House terlihat terlalu familiar untuk mampu memberikan kejutan sebuah thriller berkualitas pada para penontonnya. Diisi dengan rentetan kisah drama yang tidak pernah benar-benar berhasil mampu untuk tampil menarik, Dream House adalah sebuah film yang dipastikan akan begitu cepat menghilang dari ingatan banyak penonton segera seusai mereka selesai menyaksikan film ini.

(more…)

Rachel Weisz adalah salah satu aktris yang selalu dapat memberikan penampilan terbaik dalam setiap film yang ia bintangi. Sayangnya, setelah kemenangan Weisz di ajang Academy Awards untuk penampilannya dalam film The Constant Gardener (2005), Weisz sepertinya mengalami kesulitan untuk menemukan sebuah material cerita yang dapat mengingatkan banyak orang akan kemampuan mendalamnya dalam memerankan sebuah karakter. The Whistleblower, yang merupakan sebuah film yang menandai debut penyutradaraan dari Larysa Kondracki, kemungkinan akan kembali membuat nama Weisz kembali menjadi perbincangan hangat. Memerankan sesosok karakter yang diinspirasi dari sosok karakter nyata, Weisz berhasil tampil begitu efektif dalam film ini. Sayangnya, jalan cerita yang juga berdasarkan sebuah kisah nyata, ditampilkan dengan begitu minim eksplorasi oleh Kondracki yang menyebabkan The Whistleblower seringkali terasa mampu ditampilkan dengan baik namun gagal diceritakan secara tajam.

(more…)

Apakah agama akan selalu bersinggungan dengan ilmu pengetahuan? Atau kedua sisi tersebut harus benar-benar dipisahkan antara satu sama lain? Tema tersebut mungkin akan membutuhkan waktu yang lama untuk mendiskusikannya. Sutradara asal Spanyol, Alejandro Amenábar (The Others, 2001) mencoba memaparkan sedikit mengenai hal ini berdasarkan kisah historis mengenai Hypatia, seorang filsuf wanita dari era Mesir kuno, dalam film terbarunya, Agora.

(more…)

Entah mengapa, film The Lovely Bones mengingatkan saya pada Heavenly Creatures, film asal Selandia Baru yang disutradarai oleh Peter Jackson dan menjadi debut akting bagi aktris favorit saya, Kate Winslet, yang ketika itu masih berusia 16 tahun. Mungkin karena selain tema yang sedikit mirip, The Lovely Bones juga menampilkan penampilan apik dari Saoirse Ronan, aktris muda yang melejit lewat film drama period, Atonement. (more…)